Ada 183 Titik Api di Riau, Kementerian Kehutanan Perkuat Penanganan Karhutla

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:06 WIB
Ada 183 Titik Api di Riau, Kementerian Kehutanan Perkuat Penanganan Karhutla
Kementerian Kehutanan Perkuat Penanganan Karhutla, Riau Catat 183 Hotspot (Kemenhut)

astakom.com, Jakarta Kementerian Kehutanan memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah jumlah titik panas atau hotspot terpantau meningkat di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Sumatera dan Kalimantan.

Melansir dari keterangan tertulis di laman resmi Kementerian Kehutanan yang diterima astakom.com pada Jumat (28/08/2026), penguatan penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, pengecekan lapangan, patroli, pendinginan, water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 hingga Kamis (27/08/2026) pukul 21.14 WIB, tercatat 717 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi dan 12.696 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya. Namun, Kemenhut mengingatkan bahwa hotspot tidak otomatis menunjukkan adanya satu kejadian kebakaran karena merupakan indikasi anomali suhu permukaan dari penginderaan satelit.

Riau catat 183 hotspot

Dalam data satelit Terra/Aqua pada enam provinsi prioritas, Riau mencatat satu hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence.

Sementara untuk kategori medium confidence, terdapat 183 hotspot di Riau. Angka tersebut berada di bawah beberapa provinsi prioritas lain, seperti Kalimantan Tengah yang mencatat 4.358 hotspot, Kalimantan Barat 1.787 hotspot, dan Sumatera Selatan 1.037 hotspot.

Kemenhut menegaskan, setiap indikasi yang terpantau melalui satelit tetap membutuhkan verifikasi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus menentukan penanganan yang tepat.

Operasi karhutla diperkuat

Peningkatan hotspot langsung direspons dengan penguatan operasi di lapangan. Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah daerah, masyarakat, serta unsur terkait lainnya terus melakukan pemadaman, pengecekan lapangan, penyekatan, dan pendinginan.

Dukungan udara juga disiapkan untuk memperkuat operasi darat. Pemerintah menyiagakan 30 unit helikopter di Kalimantan dan 22 unit helikopter di Sumatera untuk mendukung water bombing serta patroli udara.

Selain itu, OMC terus diupayakan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kondisi meteorologis. Upaya tersebut ditujukan untuk membantu pengendalian karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Asap masih dipantau

Penanganan karhutla juga dibarengi pemantauan kualitas udara dan jarak pandang. Pada 27 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru tercatat sekitar 3 kilometer dengan kondisi udara kabur.

Kondisi serupa juga terpantau di sejumlah wilayah lain. Pontianak memiliki jarak pandang sekitar 1 kilometer dan Palangka Raya sekitar 1,2 kilometer, keduanya dalam kondisi berasap.

Kemenhut menyebut kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Masyarakat di wilayah terdampak asap diminta memperhatikan informasi kualitas udara dan kondisi lingkungan dari instansi berwenang.

Kementerian Kehutanan juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga yang menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran diminta segera melaporkannya agar dapat diverifikasi dan ditangani sedini mungkin. (deA/RaM)

Gen Z takeaway

Hotspot Riau dalam rilis Kemenhut tercatat 1 titik kategori high confidence dan 183 titik medium confidence. Meski begitu, angka hotspot bukan otomatis berarti jumlah kejadian kebakaran. Kemenhut masih memperkuat pemadaman, pendinginan, patroli, dukungan udara, dan pemantauan asap di wilayah yang terdampak.

kementerian kehutanan Kemenhut Karhutla Karhutla Riau Kebakaran Hutan dan Lahan Hostpot Karhutla

Infografis

Terkini