Mengenal Desil: Apa Artinya dan Kenapa Bisa Menentukan Penerima Bansos?

Penulis: Hapsari
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Mengenal Desil: Apa Artinya dan Kenapa Bisa Menentukan Penerima Bansos?
Mengenal arti desil hingga manfaatnya (Gemini AI-astakom.com)

astakom.com, Jakarta - Pernah bertanya-tanya, "Kok tetangga saya dapat bansos, tapi saya tidak?” Atau mungkin pernah mendengar istilah Desil 1, Desil 2, sampai Desil 10, tetapi masih bingung sebenarnya angka-angka tersebut menunjukkan apa? Tenang, desil bukan istilah yang serumit kedengarannya.

Secara sederhana, desil adalah pengelompokan keluarga atau rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonominya. Masyarakat dibagi jadi 10 kelompok, mulai dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi.

Sistem ini digunakan pemerintah buat ngebantu metain kondisi sosial ekonomi masyarakat. Contoh nyatanya digunain buat jadi salah satu dasar menentukan sasaran berbagai program bantuan sosial.

Lalu, bagaimana cara membaca desil? Siapa yang menentukan? Apakah Desil 1 pasti dapat bansos? Dan apakah Desil 6 berarti sudah kaya? Yuk, bahas satu per satu.

Spill pengertian desil

Kalau dibuat gampang, desil adalah 'ranking' kondisi kesejahteraan masyarakat yang dibagi menjadi 10 kelompok. Setiap kelompok mewakili sekitar 10 persen populasi berdasarkan hasil pemeringkatan kesejahteraan.

Artinya, desil tidak sekadar melihat berapa penghasilan seseorang dalam sebulan, tapi mempertimbangkan berbagai informasi mengenai kondisi rumah tangga, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, daya listrik, hingga berbagai indikator sosial ekonomi lainnya.

Jadi, jangan sampai berpikir: 'Gaji saya segini, berarti saya pasti Desil 3'. Belum tentu.

Dalam sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), masyarakat dikelompokkan dari Desil 1 sampai Desil 10. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraannya. Sebaliknya, semakin besar angkanya, semakin tinggi tingkat kesejahteraannya.

Cara membaca desil 1 sampai 10

Supaya lebih gampang dibayangkan, pembagian desil bisa dilihat seperti ini:

Desil 1: Ini kelompok yang berada di sekitar 10 persen terbawah dalam pemeringkatan kesejahteraan. Kelompok ini menjadi salah satu sasaran utama dalam berbagai program perlindungan sosial karena kondisi ekonominya berada pada tingkat paling rendah.

Desil 2: Kelompok Kesejahteraan Rendah, berada di atas Desil 1, tetapi masih termasuk kelompok dengan tingkat kesejahteraan rendah.

Desil 3: Masih Rentan, berada pada kelompok 20–30 persen terbawah. Kondisinya sudah lebih baik dibandingkan Desil 1 dan 2, tetapi belum berarti sepenuhnya aman dari masalah ekonomi.

Desil 4: Kelompok 40 Persen Terbawah, kelompok yang berada pada rentang sekitar 31–40 persen terbawah. Kondisi ekonominya relatif lebih baik dibandingkan desil sebelumnya, tetapi masih termasuk kelompok yang dapat menjadi sasaran berbagai program perlindungan sosial sesuai kriteria masing-masing program.

Desil 5: Posisi Tengah, berada di sekitar titik tengah pemeringkatan. Tapi desil 5 bukan berarti otomatis 'orang kaya' atau 'orang miskin'. Kelompok ini juga masih dapat menjadi sasaran program tertentu apabila memenuhi persyaratan yang berlaku.

Desil 6: Mulai Lebih Sejahtera, berada di atas kelompok 50 persen terbawah. Secara umum, tingkat kesejahteraan rumah tangganya lebih tinggi dibandingkan kelompok desil sebelumnya sehingga biasanya tidak menjadi prioritas utama dalam bansos reguler.

Desil 7: Kesejahteraan Lebih Tinggi, menunjukkan posisi rumah tangga yang secara relatif memiliki tingkat kesejahteraan lebih tinggi. Kelompok ini umumnya tidak menjadi sasaran utama bantuan sosial.

Desil 8: Kelompok Sejahtera, termasuk kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi dibandingkan sebagian besar populasi.

Desil 9: Tingkat Kesejahteraan Tinggi. Artinya, secara relatif kondisi sosial ekonomi rumah tangga tersebut berada jauh di atas kelompok desil bawah.

Desil 10: 10 Persen Teratas, berada pada kelompok sekitar 10 persen dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dalam pemeringkatan.

Jadi, Desil 1 Pasti Dapat Bansos? Belum tentu.  Ini bagian yang penting. Banyak orang mengira kalau sudah masuk Desil 1, otomatis semua bantuan sosial akan diterima. Padahal, desil berfungsi sebagai salah satu dasar penentuan sasaran, bukan tiket otomatis untuk mendapatkan semua bansos.

Setiap program memiliki persyaratan dan sasaran masing-masing. Misalnya, suatu program bisa menyasar Desil 1–4, sementara program lainnya bisa memiliki cakupan sampai Desil 5. Ada pula bantuan yang membutuhkan persyaratan tambahan berdasarkan kondisi penerima.

Jadi, kalau seseorang berada di Desil 3 tetapi tidak menerima suatu bantuan, bukan berarti datanya otomatis salah. Bisa saja program tersebut memiliki kriteria lain yang belum terpenuhi.

Hubungan desil dengan bansos

Dalam penyaluran bantuan sosial, kelompok desil bawah umumnya menjadi prioritas. Secara umum, desil 1–4 atau sekitar 40 persen terbawah menjadi kelompok yang banyak digunakan sebagai sasaran program perlindungan sosial.

Sementara desil 5 masih dapat menjadi sasaran program tertentu sesuai ketentuan. Untuk kelompok desil 6 ke atas, peluang menjadi penerima bansos reguler umumnya lebih kecil karena posisi kesejahteraannya relatif lebih tinggi.

Namun, aturan bisa berbeda tergantung jenis program dan kebijakan yang berlaku. Contohnya, beberapa program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako menggunakan data kesejahteraan sebagai bagian dari penentuan sasaran. Program lain seperti PBI-JK juga memiliki ketentuan dan mekanisme tersendiri.

Apakah desil sama dengan kategori miskin?

Desil sebenarnya menunjukkan posisi relatif suatu rumah tangga dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan label tunggal yang mengatakan seseorang miskin atau kaya. Karena itu, desil sebaiknya dipahami sebagai alat pemetaan, bukan sebagai cap terhadap seseorang.

Penentuan kesejahteraan tidak hanya melihat nominal penghasilan. Berbagai informasi sosial ekonomi dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi rumah tangga. Di antaranya:

  • kondisi pekerjaan,
  • pendidikan,
  • kondisi tempat tinggal,
  • daya listrik,
  • kepemilikan aset,
  • kondisi sosial ekonomi keluarga,
  • serta indikator lain yang digunakan dalam sistem pendataan.

Dengan menggabungkan berbagai informasi tersebut, kondisi rumah tangga dapat dipetakan secara lebih menyeluruh. Jadi, kalau kondisi ekonomi keluarga berubah, posisi desil juga bisa berubah. 

Karena itu, masyarakat yang merasa datanya sudah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan melalui mekanisme yang tersedia.

Salah satunya melalui aplikasi Cek Bansos sesuai prosedur yang berlaku. Data yang diajukan kemudian dapat diverifikasi dan diproses sesuai mekanisme pemutakhiran data.

Siapa yang menentukan desil?

Nah, ini juga sering bikin salah paham. Masyarakat kadang mengira desil ditentukan langsung oleh kepala desa, lurah, camat, atau pemerintah daerah.

Padahal, penentuan desil dilakukan melalui pengolahan data sosial ekonomi dalam sistem nasional. Data masyarakat berasal dari berbagai sumber dan kemudian diolah untuk menghasilkan pemeringkatan kesejahteraan.

Dalam prosesnya, pemerintah pusat dan berbagai lembaga terkait memiliki peran dalam penyediaan, pemadanan, pengolahan, serta pemutakhiran data. Sementara pemerintah daerah, desa, atau kelurahan dapat memiliki peran dalam verifikasi, pemutakhiran, dan pengusulan perubahan data masyarakat.

Jadi, kalau seseorang mendapatkan Desil 4, bukan berarti kepala desa secara pribadi memilih orang tersebut untuk masuk Desil 4. Masyarakat yang ingin mengetahui status kesejahteraan keluarganya dapat memanfaatkan kanal resmi yang disediakan pemerintah.

Informasi terkait bansos dapat dicek melalui aplikasi Cek Bansos atau situs resmi pengecekan bansos Kemensos. Namun, perlu diingat, status desil dan status penerima bantuan bukanlah hal yang sama persis.

Desil menunjukkan posisi kesejahteraan dalam pemeringkatan, sedangkan penerimaan bansos ditentukan berdasarkan kriteria program, data yang digunakan, dan kebijakan yang berlaku.

Bagaimana kalau desil saya tidak sesuai?

Kalau merasa kondisi keluarga sudah berubah tetapi data yang tercatat belum sesuai, jangan langsung menyimpulkan bahwa pemerintah salah memasukkan. Data sosial ekonomi membutuhkan proses pemutakhiran.

Masyarakat dapat mengikuti mekanisme pembaruan data yang tersedia melalui pemerintah desa/kelurahan, dinas sosial, atau kanal resmi yang disediakan pemerintah, termasuk aplikasi Cek Bansos sesuai ketentuan.

Yang penting, informasi yang diberikan harus sesuai dengan kondisi sebenarnya. Karena semakin akurat data yang digunakan, semakin besar pula peluang program pemerintah menyasar masyarakat yang tepat.

Dengan memahami cara kerja desil, masyarakat bukan cuma tahu kenapa seseorang bisa menerima bansos dan yang lain tidak, tetapi juga bisa lebih memahami bagaimana data sosial ekonomi digunakan untuk membuat program pemerintah lebih tepat sasaran. (hPs/RaM).

Gen Z Takeway

Nih, desil tuh ibaratnya sistem 'ranking' kesejahteraan masyarakat dari angka 1 sampai 10 yang dipake pemerintah buat memetakan kondisi sosial-ekonomi. Tapi fyi, masuk Desil 1 juga bukan auto-ticket dapet bansos juga, soalnya tiap program punya syarat dan kriteria khususnya masing-masing. Tenang aja, status desil ini diolah lewat sistem data nasional, bukan ditentuin suka-suka sama Pak RT atau Kepala Desa! Kalau ngerasa data kamu udah nggak sesuai sama kondisi sekarang, kamu bisa banget update data lewat aplikasi Cek Bansos atau kelurahan setempat. 

Desil 1-10 Desil Bansos Cara Cek Bansos

Infografis

Terkini