Sentuhan Prabowo di Bumi Flobamora: Bangkitkan Ekonomi Pascagempa Menuju Lumbung Pangan NTT

Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Sentuhan Prabowo di Bumi Flobamora: Bangkitkan Ekonomi Pascagempa Menuju Lumbung Pangan NTT
Presiden Prabowo tinjau pengungsi gempa Flores di Nagekeo, NTT, Rabu (26/08/2026) guna pastikan penanganan bencana dan dukung warga terdampak. [Timpres]

astakom.com, Jakarta - Di balik duka pascagempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), secercah harapan baru kini mulai disiapkan pemerintah bagi masyarakat setempat. Pemulihan wilayah ini dirancang melampaui sekadar perbaikan infrastruktur; Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berkomitmen menjadikan NTT sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang baru.

Langkah strategis jangka panjang ini mengemuka usai Presiden Prabowo menerima laporan dari Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus. Dalam pertemuan tersebut, keduanya memaparkan potensi pengembangan sekitar 8.000 hektare lahan untuk sektor pertanian. Pemerintah pusat pun langsung menyambut baik usulan ini, terlebih proyek infrastruktur irigasi diproyeksikan mulai berjalan dalam tiga bulan ke depan melalui koordinasi Kementerian PU.

"Saya catat tadi saran dari Bupati. Saya kira ini bagus sekali. Kita akan dukung. Jadi saya dukung 8.000 hektare. Kalau 3 bulan lagi, menurut Menteri PU, irigasi jalan. Kita mulai, setelah itu 8.000 hektare itu menjadi lumbung pangan. Nanti kita lihat ke kabupaten-kabupaten lain juga. NTT kita ubah untuk jadi hijau semua," ujar Prabowo, Rabu (26/8).

Solusi Air dan Potensi Perikanan Pesisir

Ketersediaan air menjadi perhatian utama dalam mewujudkan ambisi agraris ini. Jika sumber air alami tidak mencukupi, pemerintah telah menyiapkan alternatif teknologi modern, mulai dari pengeboran tanah hingga desalinasi air laut.

Tidak hanya berhenti pada pertanian, potensi kawasan pesisir turut dimaksimalkan. Dari ribuan hektare lahan yang ada, sekitar 100 hektare yang terletak dekat garis pantai diarahkan khusus untuk sektor perikanan darat maupun budidaya air payau.

"Baik, kalau asal irigasinya sudah siap ya, kita dukung proyek ini. 8.000 hektar ya? 8.000 hektar, mungkin yang 100 hektar dekat pantai kita bikin budidaya ikan. Dan yang pantai kita juga bikin budidaya ikan juga. Ada yang langsung di pantai, ada yang masuk sedikit ke pantai. Tidak apa-apa, 100 hektar itu cukup besar untuk budidaya ikan," papar Presiden.

Guna mengatasi krisis air di pulau-pulau kecil, Presiden juga menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Pertahanan (Unhan), jajaran TNI, serta sejumlah fakultas teknik perguruan tinggi untuk merancang dan memproduksi mandiri teknologi desalinasi. Teknologi ini diprioritaskan segera dikirim ke wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil yang kesulitan air bersih, termasuk Pulau Paluwe.

Merawat Alam dan Menghidupkan Kembali Sejarah Hijau NTT

Selain menggenjot produktivitas pangan, Presiden Prabowo mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan ekologis di bumi NTT. Beliau menekankan perlunya edukasi kepada masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar.

Dengan latar belakang kedekatannya dengan wilayah Indonesia Timur sejak masa muda, Presiden mengenang bahwa kawasan ini sejatinya memiliki sejarah panjang sebagai wilayah yang subur dan kaya raya. Bahkan, kekayaan alam NTT di masa lampau sempat menarik perhatian bangsa-bangsa Eropa seperti Portugis dan Spanyol.

"Jadi di sini dulu daerahnya ini lebat kalau kita pikir 100 tahun yang lalu, 200 tahun yang lalu. Portugis, Spanyol datang ke sini mencari kayu untuk angkatan laut mereka. Makanya mereka menjajah Timor-Timur, mereka masuk ke Timor Barat, masuk ke nyari kayu kita untuk angkatan laut mereka," terangnya mengenang sejarah ketika kekuatan dunia bergantung pada armada kayu.

Melalui sinergi antara ketersediaan irigasi, sentuhan teknologi modern, dan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan, lahan-lahan tidur di NTT kini bersiap disulap menjadi kawasan produktif. Langkah ini diharapkan mampu membuka sumber ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat pascabuah bencana. (RaM)

GenZ Takeaway

Peristiwa gempa kemarin, NTT sempat kena mental, tapi tenang aja, Pak Prabowo udah spill plan gemilang buat bikin comeback besar-besaran! Jadi, selain beresin infrastruktur yang rusak, 8.000 hektare lahan di sana bakal disulap jadi lumbung pangan hijau komplit dengan proyek irigasi baru, kolam budidaya ikan hits di dekat pantai, sampai teknologi desalinasi canggih buat atasi krisis air bersih. Plus, warga juga diajak untuk glow up cara kelola alam tanpa bakar-bakar lahan, biar bumi Flobamora bisa subur dan gacor lagi seperti masa kejayaannya dulu!

Presiden Prabowo Subianto Gempa NTT penanganan gempa Penanganan Bencana Gempa Lumbung Pangan

Infografis

Terkini