Danantara Mulai Proyek PSEL Rp3 Triliun di Bekasi, Sampah 500.000 Ton/Tahun Bakal Diolah

Penulis: Shintya
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Danantara Mulai Proyek PSEL Rp3 Triliun di Bekasi, Sampah 500.000 Ton/Tahun Bakal Diolah
Danantara Mulai Proyek PSEL Rp3 T di Bekasi, Sampah 500 Ribu Ton/Tahun Bakal Diolah (astakom/str-Dipta Pratomo)

astakom.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi melakukan groundbreaking proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kota Bekasi, Jawa Barat. Proyek jumbo ini disuntik investasi mencapai Rp3 triliun.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, spill kalau proyek PSEL Kota Bekasi ini adalah bentuk aksi nyata Danantara dalam menjalankan mandat pemerintah buat ngembangin pengolahan sampah jadi listrik secara terstruktur dan profesional.

"Inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55.000 rumah masyarakat Kota Bekasi. Inisiatif yang bernilai Rp3 triliun ini dari sisi investasi, diperkirakan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 90 persen," kata Pandu di Bekasi, dikutip astakom.com pada Kamis (27/08/2026).

Seleksi mitra super ketat

Proses pemilihan mitra proyek ini nggak asal-asalan dan bebas dari gimmick. Pada 2-30 Januari 2026, ada enam konsorsium yang ikutan submit proposal. Tapi yang berhasil tembus ke tahap seleksi berikutnya.

"Dari enam konsorsium tersebut, hanya dua konsorsium yang berhasil lolos evaluasi dan kita lanjutkan ke tahap negosiasi pada bulan Januari hingga Februari 2026. Dan ini menunjukkan adanya proses penyaringan yang selektif dan menekankan prinsip kehati-hatian," kata Pandu.

Danantara libatkan ahli

Setelah proses nego selesai, Danantara langsung eksekusi penandatanganan Joint Venture Agreement pada Maret 2026 dan dilanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada April 2026. Nggak cuma ngerangkul pakar internasional, deretan ahli lokal di bidang operasional, hukum, finansial, sampai lingkungan juga ikut digandeng.

"Keterlibatan tim Danantara dan tim ahli independen menunjukkan bahwa proses pemilihan mitra ini terverifikasi dengan tata kelola yang baik dan dilakukan secara profesional," katanya.

Dampak lingkungan

Dari sisi lingkungan, PSEL Kota Bekasi ditargetkan sanggup mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun alias mencakup 70 persen timbunan sampah terolah di Kota Bekasi.

Selain bikin TPA makin lega, proyek ini diproyeksikan mangkas emisi sampah TPA hingga 80 persen dan menekan emisi karbon sekitar 640.000 ton setara CO2 per tahun.

"Program ini kami rancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengolahan sampah, energi hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan EU IED atau European Industrial Emissions Directive," kata Pandu.

Output listrik dan lapangan kerja

Dampak positifnya massive banget. Energi hijau dari PSEL ini bisa nyuplai listrik buat 55.000 rumah warga. Investasi Rp3 triliun ini juga siap ngebuka 1.000 lapangan kerja hijau baru, sekaligus memotong kebutuhan lahan TPA sampai 90 persen.

Pandu mengingatkan kalau urusan sampah itu persoalan bersama yang butuh kolaborasi dari semua pihak.

"Permasalahan sampah adalah permasalahan bersama kita semua. Mari berkolaborasi dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bersih dan asri, aman, sehat, resik, dan indah," katanya. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Proyek PSEL Kota Bekasi senilai Rp3 triliun resmi dimulai buat menyulap lebih dari 500.000 ton sampah per tahun jadi energi hijau. Proyek ini ditargetkan memasok listrik untuk 55.000 rumah, membuka sekitar 1.000 lapangan kerja hijau, sekaligus memangkas kebutuhan lahan TPA hingga 90%. Proses pemilihan mitranya juga cukup ketat, dari enam konsorsium hanya dua yang lolos ke tahap negosiasi. Selain mengurangi emisi hingga sekitar 640.000 ton CO2e per tahun, proyek ini jadi langkah Danantara mendorong pengelolaan sampah yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Groundbreaking PSEL PSEL Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) Danantara

Infografis

Terkini