Karhutla Nabire Meluas, Hampir 400 Hektare Lahan Terbakar
astakom.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menjadi salah satu perhatian serius Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kebakaran yang berlangsung sejak pertengahan Juli hingga Agustus 2026 ini telah menghanguskan hampir 400 hektare lahan dan berdampak pada sejumlah warga.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan karhutla di Nabire terjadi sejak 18 Juli hingga 23 Agustus 2026. Kebakaran melanda tujuh distrik, yakni Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur.
“Berdasarkan pendataan yang dihimpun oleh BPBD Kabupaten Nabire, sekitar 396,13 hektare lahan terbakar dan empat kepala keluarga terdampak akibat kejadian tersebut,” ujar Berton dalam keterangannya, Senin (24/08/2026).
Faktor pemicu penyebaran api
Menurut Berton, kondisi cuaca panas, angin kencang, serta banyaknya semak dan ilalang kering menjadi faktor yang memperbesar potensi penyebaran api.
Hingga Minggu (23/08/2026), sejumlah titik api masih belum berhasil dipadamkan karena sulit dijangkau oleh armada pemadam kebakaran. Kondisi medan yang menantang membuat penanganan dari jalur darat tidak berjalan maksimal.
BNPB bersama pemerintah daerah kini mengidentifikasi kebutuhan tambahan untuk mempercepat pengendalian kebakaran, termasuk dukungan operasi water bombing dan tambahan armada pemadam agar bisa menjangkau area yang sulit ditangani.
Koordinasi lintas instansi
Berton menegaskan, penanganan karhutla terus diperkuat melalui koordinasi antara BNPB, BPBD, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya.
“Upaya penanganan terus dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan,” kata Berton.
Selain Nabire, BNPB juga mencatat sejumlah kejadian karhutla di wilayah lain, seperti Batam, Samosir, Kutai Barat, Halmahera Timur, Magetan, dan Aceh Besar. Namun, kondisi di Nabire menjadi perhatian karena luas area terbakar yang cukup besar serta masih adanya titik api yang membutuhkan penanganan lanjutan. (RAM/aNs)
GenZ Takeaway
Karhutla di Nabire, Papua Tengah dari pertengahan Juli sampai Agustus 2026 tuh lagi on fire banget, literally. Bayangin, udah hampir 400 hektare lahan yang hangus dan 4 keluarga kena impact. Kondisinya makin runyam karena cuaca panas, angin kencang, dan medannya yang tough buat dijangkau pemadam.









