Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu/Kg, Mendag Spill Biang Keroknya dan Sat Set Cari Solusi
astakom.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons soal data Badan Pusat Statistik (BPS) yang bilang kalau rata-rata harga daging sapi yang saat ini beredar dijual di melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP).
Dari data BPS harga rata-rata daging sapi menyentuh Rp143.737 per kilogram (kg), sedangkan HAPnya ditetapkan sebesar Rp140.000/kg.
Budi bilang mengacu pada Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag harga rata-rata nasional memang sudah di atas HAP. Harga di daerah tertentu bahkan lebih tinggi dan ada yang mencapai Rp150.000 per kg, karena distribusinya yang sulit.
Tingkatkan realisasi impor
"Ya kalau rata-rata nasionalnya kan Rp 142.000 rata-rata nasionalnya kalau di SP2KP. Memang ada di daerah tertentu itu yang lebih tinggi, terutama yang jangkauan distribusinya mungkin tidak semudah di daerah lain ya," kata Budi saat kepada media di Jakarta Pusat, dikutip astakom.com pada Kamis (13/08/2026).
Melihat situasi sekarang, pemerintah meminta importir segera meningkatkan realisasi impor buat membantu menekan harga di dalam negeri. Budi menyebutkan kalau realisasi impor daging sapi saat ini baru 40 persen dari kuota yang udah diberikan.
"Izin semua juga langsung kita keluarkan, tapi realisasinya memang masih ya mendekati 50%. Jadi, kita minta untuk segera mencari sumber atau supplier di luar negeri yang harganya tentu lebih bagus sehingga bisa menutup harga-harga yang ada di dalam negeri ini," katanya.
Biaya logistik dan trasportasi
Budi juga bilang kalau salah satu kendala yang dihadapi importir yaitu biaya logistik dan transportasi akibat kenaikan harga minyak. Kondisi itu bikin importir mencari sumber daging dari negara yang lebih dekat buat menekan biaya pengiriman.
"Kan karena biaya logistik ya karena harga minyak ini kan dampaknya biaya logistik, biaya transportasi kapal itu kan naik. Makanya akan cari misalnya produk-produk mungkin yang lebih dekat atau bagaimana gitu," katanya.
Selama ini, Australia menjadi salah satu sumber impor daging sapi Indonesia. Akan tetapi, pemerintah membuka peluang buat importir untuk mencari alternatif pemasok dari negara lain.
Realisasi impor daging kerbau
Selain komoditas daging sapi, pemerintah juga bakal mendorong realisasi impor daging kerbau yang dinilai relatif lebih murah. Budi bilang kuota impor daging kerbau masih belum banyak terealisasi.
"Termasuk mungkin kita itu juga sebenarnya ada kuota untuk daging kerbau juga kan ya. Itu kan juga relatif lebih murah itu realisasinya juga belum terlalu banyak. Jadi nanti kita akan upayakan semua realisasi impor daging baik sapi maupun kerbau ini segera terealisasi," kata Budi. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Harga daging sapi lagi over HAP, rata-rata nasional sekitar Rp143 ribuan/kg, bahkan di beberapa daerah tembus Rp150 ribu. Pemerintah pun minta importir gercep merealisasikan kuota impor yang baru sekitar 40% buat menekan harga. Selain sapi, impor daging kerbau juga bakal digenjot karena harganya relatif lebih affordable.








