Suyudi Ario Seto Kepala BNN Ketiga yang Jadi Kapolri setelah Da'i Bachtiar dan Sutanto

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 2 Oktober 2026 | 19:31 WIB
Suyudi Ario Seto Kepala BNN Ketiga yang Jadi Kapolri setelah Da'i Bachtiar dan Sutanto
Suyudi Ario Seto Kepala BNN Ketiga yang Jadi Kapolri setelah Da'i Bachtiar dan Sutanto [Timpres]

astakom.com, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (01/10/2026). 

Suyudi menjadi perwira ketiga yang punya rekam jejak mentereng memimpin lembaga narkotika nasional sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan paling top tier di Korps Bhayangkara.

Sebelum dilantik, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI sejak Agustus 2025. Ia kemudian diusulkan Presiden Prabowo sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Listyo Sigit. 

DPR RI pun menyetujui Suyudi melalui rapat paripurna setelah Komisi III DPR menyepakati pencalonannya secara aklamasi tanpa drama.

Pengangkatan Suyudi ini makin mempertegas catatan sejarah sejumlah perwira Polri yang pernah memimpin lembaga penanganan narkotika nasional sebelum sukses menduduki kursi Kapolri. 

Dua nama senior yang sudah lebih dulu menempuh jalur tersebut adalah Da’i Bachtiar dan Sutanto.

Da’i Bachtiar

Jenderal Polisi (Purn) Da’i Bachtiar merupakan salah satu tokoh kunci dalam sejarah awal kelembagaan penanganan narkotika nasional. Ia menjabat sebagai Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN) pada 2001. 

BNN sendiri menjelaskan bahwa BKNN dibentuk pada 1999 dan kemudian digantikan BNN berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2002.

Setelah sukses memimpin BKNN, karier Da’i Bachtiar makin slay hingga dipercaya menjadi Kapolri. Berdasarkan catatan resmi Polri, ia menjabat Kapolri pada 29 November 2001 hingga 7 Juli 2005.

Sutanto

Jenderal Polisi (Purn) Sutanto menjadi perwira berikutnya yang menempuh jalur dari lembaga narkotika menuju kursi nomor satu di Polri.

Sutanto menjabat sebagai Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN pada 2005. 

Arsip BNN mencatat Sutanto menggantikan Komjen Pol Makbul Padmanegara sebagai Kalakhar BNN pada Maret 2005 dan kemudian naik pangkat menjadi Komjen Pol.

Gak pakai lama setelah memimpin BNN, Sutanto dipercaya menggantikan Da’i Bachtiar sebagai Kapolri. Berdasarkan catatan resmi Polri, Sutanto menjabat Kapolri mulai 8 Juli 2005 hingga 30 September 2008.

Salah satu prestasi paling valid dan penting pada masa Sutanto memimpin BNN adalah pengungkapan pabrik ekstasi di Serang, Banten. Arsip BNN menyebut penggerebekan tersebut mengungkap jaringan narkoba internasional dan menangkap 14 tersangka. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Jalur dari lembaga narkotika ke kursi Kapolri ternyata bukan cerita baru. Suyudi Ario Seto kini melanjutkan jejak Da’i Bachtiar dan Sutanto, yang sama-sama pernah memimpin lembaga penanganan narkotika sebelum dipercaya memimpin Polri. Catatan ini menunjukkan pengalaman di bidang pemberantasan narkotika pernah menjadi bagian penting dalam rekam jejak menuju pucuk kepemimpinan Korps Bhayangkara.

Kapolri Suyudi Ario Seto Sutanto Da'i Bachtiar

Infografis

Terkini