Para Pemimpin Dunia Datang ke Indonesia Sepanjang 2026, Ini Hasil Pertemuan dengan Presiden Prabowo

Penulis: Hapsari
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Para Pemimpin Dunia Datang ke Indonesia Sepanjang 2026, Ini Hasil Pertemuan dengan Presiden Prabowo
Ilustrasi pertemuan Presiden Prabowo dengan negara-negara yang pernah berkunjung ke Indonesia tahun 2026 (Generate AI - astakom.com)

astakom.com, Jakarta - Memasuki 2026, agenda diplomasi Indonesia nggak cuma berlangsung lewat pertemuan di luar negeri. Sejumlah pemimpin negara justru datang langsung ke Jakarta buat ketemu sama Presiden Prabowo Subianto.

Dari daftar kunjungan sepanjang tahun, ada beberapa pertemuan yang menghasilkan traktat keamanan, puluhan kesepakatan kerja sama, peluang investasi, kerja sama energi, sampai pembukaan peluang tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

Lalu, sebenarnya apa saja yang dibicarakan Presiden Prabowo dengan para pemimpin tersebut? Dan yang paling penting, apa hasil konkretnya bagi Indonesia?

Spill daftar beberapa pertemuan yang paling menonjol sepanjang 2026.

Australia: kerja sama keamanan diperkuat

Salah satu pertemuan penting terjadi pada 6 Februari 2026 ketika Perdana Menteri Australia Anthony Albanese datang ke Istana Merdeka, Jakarta.

Indonesia dan Australia sudah sangat lama menjalin hubungan bilateral. Keduanya bertetangga langsung dan selama bertahun-tahun bekerja sama dalam bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan hingga pertahanan.

Tapi ternyata kunjungan Albanese kali ini menghasilkan satu hal yang cukup besar, yakni penandatanganan Traktat Keamanan Bersama atau Treaty on Common Security antara Indonesia dan Australia.

Presiden Prabowo menyebut perjanjian itu jadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam kesepakatan itu, kedua negara komit buat memperkuat kerja sama buat saling menjaga keamanan nasional masing-masing sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan.

Bagi Indonesia, hasilnya bukan hanya pernyataan politik. Australia juga menawarkan pembentukan posisi baru bagi perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia.

Selain itu, kedua negara mendorong pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama serta memperluas pertukaran pendidikan militer.

Artinya, hubungan Indonesia-Australia nggak cuma berbicara soal hubungan diplomatik antarpemerintah. Ada upaya memperkuat hubungan antarinstitusi pertahanan dan meningkatkan kemampuan personel kedua negara.

Pertemuan ini juga menunjukkan bagaimana Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Indonesia tetap membuka kerja sama pertahanan dengan negara tetangga tanpa menjadikan hubungan tersebut sebagai aliansi militer yang diarahkan kepada negara tertentu.

Jerman: investasi dan peluang tenaga kerja

Pada 15 Juni 2026, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berkunjung ke Indonesia dan bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka.

Pertemuan kedua kepala negara itu membahas sejumlah sektor soal kepentingan ekonomi Indonesia. Mulai dari investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan hingga ketenagakerjaan.

Salah satu perhatian utamanya yakni, gimana caranya ningkatin investasi Jerman di Indonesia?

Diantaranya, peluang kerjasama terbuka pada sejumlah bidang, antara lain transisi energi, hilirisasi, kendaraan listrik, semikonduktor, pembangunan infrastruktur serta pengembangan rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang.

Hal ini sejalan sama kebijakan Indonesia yang lagi gaspol soal  hilirisasi. Pemerintah pengen komoditas dalam negeri nggak cuma  dijual bahan mentah gitu aja, tapi diolah dulu sebelum dijual, jadinya bisa cuan dan punya nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

Hubungan Indonesia dan Jerman juga berkaitan dengan kerja sama Indonesia dengan Uni Eropa. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo berharap Jerman terus mendukung proses penyelesaian perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA.

Selain investasi, ada pula kerja sama yang berkaitan dengan sumber daya manusia. Indonesia dan Jerman menandatangani letter of intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan. 

Pemerintah Indonesia juga mendorong semakin terbukanya akses tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di Jerman, termasuk dalam sektor teknologi dengan kebutuhan keahlian tinggi.

Dengan begitu, hasil pertemuan tidak hanya berkaitan dengan masuknya modal dari Jerman. Ada pula peluang peningkatan kompetensi dan akses pasar kerja bagi tenaga profesional Indonesia.

Belarus: tujuh kerja sama dan peta jalan hingga 2030

Pada 2 Juli 2026, Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia dan bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka.

Belarus memang nggak selalu menjadi negara yang paling sering muncul dalam agenda diplomasi Indonesia. Bahkan jarang kita dengar. Tapi plotwist-nya, kunjungan ini justru menghasilkan sejumlah kerja sama yang cukup konkret.

Indonesia dan Belarus menyepakati tujuh kerja sama prioritas sekaligus meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030.

Kerja sama itu mencakup berbagai sektor. Di antaranya kesehatan, kebudayaan, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, ilmu pengetahuan dan teknologi serta jasa keuangan.

Bidang pertahanan juga masuk dalam pembahasan kedua negara. Belarus ikut menyampaikan minat buat memperluas kerjasama dengan Indonesia dalam sektor ketahanan pangan, industri dan perdagangan.

Adanya peta jalan hingga 2030 menjadi salah satu bagian penting dari hasil pertemuan. Dokumen itu memberikan kerangka waktu bagi kedua negara buat saling mengembangkan berbagai kesepakatan yang telah dibuat.

Bagi Indonesia, kerja sama dengan Belarus juga membuka kesempatan memperluas jaringan mitra. Hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia nggak cuma bertumpu pada mitra-mitra yang selama ini sudah dikenal.

Singapura: 26 kesepakatan di berbagai bidang

Tidak lama setelah kunjungan Lukashenko, Presiden Prabowo kembali menerima pemimpin negara lain.

Pada 6 Juli 2026, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong datang ke Istana Merdeka buat mengikuti Leaders' Retreat Indonesia-Singapura.

Pertemuan itu menghasilkan 26 kesepakatan strategis yang mencakup sejumlah bidang. Mulai dari ekonomi dan investasi, pertahanan, energi, lingkungan, transformasi digital hingga pengembangan sumber daya manusia.

Sektor energi menjadi salah satu perhatian penting. Singapura melihat potensi Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan. 

Kedua negara ini lalu membahas pengembangan proyek energi surya, termasuk proyek yang direncanakan di Morowali, Sulawesi Tengah.

Kerja sama ini punya kepentingan bagi kedua pihak. Indonesia memiliki potensi energi terbarukan dan membutuhkan investasi serta teknologi, sedangkan Singapura sedang nyari sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Selain energi, investasi dan konektivitas bisnis juga menjadi bagian penting dari hubungan ekonomi kedua negara. Kerja sama lain yang dibahas mencakup transformasi digital, lingkungan, pertahanan serta pengembangan sumber daya manusia.

Sebanyak 26 kesepakatan yang dihasilkan menunjukkan luasnya agenda hubungan Indonesia-Singapura. Meski begitu, tahap berikutnya tetap menjadi bagian yang penting, yaitu memastikan kesepakatan itu diterapkan menjadi proyek atau kerja sama yang benar-benar berjalan.

India: memperkuat hubungan strategis di Asia

Sehari setelah pertemuan dengan Lawrence Wong, Presiden Prabowo menerima Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka pada 7 Juli 2026.

Kunjungan Modi menjadi salah satu agenda penting karena India merupakan salah satu negara dengan pengaruh ekonomi dan politik yang besar di Asia.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo dan Modi membahas penguatan hubungan bilateral serta sejumlah isu kawasan dan internasional.

Kedua pemimpin menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas kawasan. Indonesia dan India juga punya pandangan mengenai pentingnya kawasan Indo-Pasifik yang terbuka dan transparan, dengan ASEAN tetap memainkan peran sentral. Dari sisi bilateral, kedua negara ini sepakat memperluas kerjasama dalam berbagai bidang.

Pertemuan itu juga memiliki sisi simbolis. Presiden Prabowo memberikan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Narendra Modi sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan Indonesia dan India.

Namun, agenda Modi tidak berhenti di Jakarta. Pada 8 Juli 2026, Modi bersama Presiden Prabowo terbang ke Yogyakarta untuk mengunjungi Kompleks Candi Prambanan. Di lokasi tersebut, Modi nggak cuma melihat salah satu situs warisan budaya dunia, tetapi juga mengikuti rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan hubungan sejarah dan kebudayaan Indonesia-India. Modi bahkan melakukan ibadah Hindu di Candi Siwa.

Yang paling penting, kunjungan tersebut menghasilkan langkah nyata dalam pelestarian Candi Prambanan.

Indonesia dan India secara resmi memulai proyek konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan yang didukung India melalui Archaeological Survey of India atau ASI. Kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan simbolis kerjasama konservasi warisan budaya tersebut di kawasan Prambanan.

Kedua negara ini nggak cuma bahas politik, tapi Indonesia dan India punya kepentingan ekonomi sekaligus kepentingan strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Bagi Indonesia, penguatan hubungan dengan India menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas kerja sama dengan negara-negara besar di kawasan serta memperkuat hubungan antarnegara Global South.

Thailand: energi, investasi, perdagangan hingga pariwisata

Pada 3 Agustus 2026, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul datang ke Indonesia dan bertemu Presiden Prabowo.

Indonesia dan Thailand punya hubungan yang cukup erat. Keduanya adalah negara pendiri ASEAN dan memiliki kepentingan bersama buat jaga stabilitas serta pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara.

Di pertemuan itu, kedua negara membicarakan sejumlah persoalan perdagangan. Presiden Prabowo dan Anutin juga mendorong agar berbagai persoalan komersial antara Indonesia dan Thailand dapat segera diselesaikan.

Kerja sama energi jadi salah satu hasil yang menonjol. Indonesia dan Thailand sepakat buat menghidupkan kembali Indonesia-Thailand Energy Forum sebagai wadah demi memperkuat kerja sama di sektor energi dan ketahanan energi.

Dari sisi investasi, perusahaan Thailand juga menunjukkan ketertarikan untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain minyak, gas alam, batu bara dan energi baru.

Hubungan kedua negara juga diperluas ke sektor pariwisata. Indonesia dan Thailand menyambut penambahan penerbangan untuk rute Bangkok-Jakarta serta Phuket-Bali. 

Selain itu, kerja sama diarahkan pada wisata kesehatan, industri MICE atau pertemuan dan pameran bisnis, serta wisata kapal pesiar.

Di bidang pendidikan, kedua negara juga menandatangani MoU yang mendorong pertukaran pengetahuan antara pelajar dan tenaga pendidik.

Malaysia: menjaga komunikasi di tengah situasi geopolitik

Selain pertemuan yang menghasilkan banyak kesepakatan, ada pula kunjungan yang lebih menonjol dari sisi diplomasi dan komunikasi politik.

Salah satunya yakni pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada 27 Maret 2026.

Pertemuan itu berlangsung dalam suasana Idulfitri. Selain bersilaturahmi, kedua pemimpin bertukar pandangan soal berbagai persoalan strategis, termasuk perkembangan geopolitik di Asia Barat.

Pertemuan berlangsung sekitar tiga jam dan menjadi kesempatan bagi Indonesia dan Malaysia untuk menyamakan pandangan mengenai sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama.

Sebagai dua negara yang bertetangga dan sama-sama memiliki peran penting di ASEAN, komunikasi langsung antara pemimpin Indonesia dan Malaysia punya arti tersendiri.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo dan Anwar juga membahas dukungan terhadap upaya penyelesaian damai di Palestina dan kawasan Timur Tengah.

Pertemuan ini memang nggak menghasilkan sebanyak kesepakatan yang muncul dalam kunjungan Australia, Singapura atau Belarus. Tapi, diplomasi nggak selalu harus menghasilkan dokumen kerja sama.

Dalam situasi geopolitik yang berubah cepat, menjaga komunikasi antarpemimpin juga menjadi bagian penting dari hubungan antarnegara.

Indonesia jadi tujuan diplomasi internasional

Jika berbagai kunjungan tersebut dilihat secara keseluruhan, 2026 menjadi tempat berlangsungnya berbagai agenda diplomasi Indonesia dengan negara-negara dari kawasan yang berbeda.

Australia membawa agenda keamanan dan pertahanan. Jerman membuka ruang pembahasan investasi, teknologi dan tenaga kerja. Belarus memperluas kerja sama di sejumlah sektor. Singapura membawa agenda investasi, energi dan transformasi digital. India memperkuat hubungan strategis di kawasan Indo-Pasifik, sementara Thailand membuka peluang di sektor energi, perdagangan dan pariwisata.

Artinya, agenda diplomasi yang berlangsung di Jakarta nggak cuma berkutat pada persoalan politik.

Isu ekonomi menjadi bagian besar dalam berbagai pertemuan. Investasi, hilirisasi, energi, industri, mineral kritis, teknologi dan pengembangan sumber daya manusia menjadi topik yang berulang.

Pada saat yang sama, isu keamanan dan pertahanan juga semakin mendapatkan perhatian, terutama dalam hubungan dengan Australia.

Energi juga menjadi bidang yang semakin strategis. Indonesia memiliki potensi energi yang besar, tetapi pengembangannya membutuhkan investasi dan teknologi. Di sisi lain, sejumlah negara membutuhkan sumber energi yang lebih bersih dan aman. (hPs/RaM/aNs)

Gen Z Takeaway

Kedatangan para pemimpin dunia ke Indonesia sepanjang 2026 bikin kita melek kalau negara ini jadi salah satu ruang penting buat menjalankan diplomasi. Pertemuan Presiden Prabowo dengan para pemimpin Australia, Jerman, Belarus, Singapura, India, Thailand dan Malaysia membawa agenda yang berbeda-beda, mulai dari keamanan, investasi, perdagangan, energi hingga ketenagakerjaan. Tantangannya, traktat keamanan harus menghasilkan kerja sama yang nyata, kesepakatan investasi perlu berlanjut menjadi proyek, kerja sama energi harus diwujudkan di lapangan, sementara kesepakatan ketenagakerjaan dan pendidikan diharapkan membuka peluang bagi masyarakat Indonesia.

Presiden Prabowo Indonesia Bilateral Kerjasama Bilateral Kunjungan Negara 2 Tahun Presiden Prabowo Tamu negara

Infografis

Terkini