Kejar Swasembada Susu, Kementan Target Tambah 600 Ribu Sapi Perah

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Minggu, 4 Oktober 2026 | 07:33 WIB
Kejar Swasembada Susu, Kementan Target Tambah 600 Ribu Sapi Perah
Kejar Swasembada Susu, Kementan Target Tambah 600 Ribu Sapi Perah (Dok. Kementan)

astakom.com, Jakarta - Pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) secara tegas memprioritaskan produksi susu dari peternak lokal demi mempercepat terwujudnya swasembada susu nasional. Langkah ini bukan sekadar wacana, tapi benar-benar dikawal ketat agar peternak lokal bisa jadi main character di rumah sendiri.

Komitmen kuat ini ditegaskan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, keberpihakan kepada peternak lokal adalah harga mati demi ketahanan pangan jangka panjang.

“Selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor,” kata Mentan Amran, dikutip dari laman resmi Kementan pada Sabtu (03/10/2026).

Pernyataan ini menjadi pondasi kokoh bagi Kementan untuk merancang ekosistem persusuan yang komprehensif. Fokusnya nggak cuma menambah populasi hewan ternak saja, tapi juga memastikan para peternak mempunyai kapasitas peningkatan produktivitas serta jaminan kepastian pasar yang jelas.

Susu domestik baru penuhi 20 persen kebutuhan

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, membeberkan fakta penting di lapangan. Saat ini, produksi susu segar dalam negeri (SSDN) baru sanggup menutupi sekitar 20 persen dari total kebutuhan nasional.

Kondisi tersebut menjadi wake up call sekaligus peluang emas buat mengembangkan industri persusuan serta memberdayakan peternakan rakyat. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

“Kita masih membutuhkan penambahan sapi perah dalam jumlah besar. Tetapi yang dibangun bukan hanya populasinya. Produktivitas, kesehatan hewan, pakan, pembiayaan, sampai kepastian penyerapan susu peternak juga harus disiapkan bersama,” jelas Agung.

Guna mengejar target tersebut, pemerintah menargetkan penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga tahun 2029. Harapannya, lonjakan populasi ini bisa menekan ketergantungan terhadap impor secara signifikan pada 2030 mendatang.

Dapet full support

Supaya program penambahan populasi ini berjalan lancar, pemerintah menyiapkan skema dukungan finansial yang ramah peternak. Bantuan ini mencakup subsidi uang muka pembelian sapi, asuransi ternak, pembangunan kandang, hingga pengadaan alat perah modern. Sebagian pendanaan juga didukung lewat kolaborasi skema perbankan.

“Kita ingin peternak bisa menambah sapi tanpa harus menanggung seluruh biaya di awal. Karena itu, pemerintah menyiapkan skema dukungan yang lebih sesuai dengan karakter usaha sapi perah,” kata Agung.

Selain modal, aspek pasar juga mendapat sorotan tajam. Agung memastikan bahwa peningkatan produksi wajib berjalan seirama dengan kepastian penyerapan produk. Auto aman, tidak boleh ada cerita peternak merugi akibat susunya ditolak pasar.

“Tidak boleh ada susu segar peternak yang tidak terserap. Kalau produksi ditingkatkan, industri dan pasarnya juga harus siap. Peternak perlu mendapat kepastian bahwa susu yang mereka hasilkan memiliki pasar,” tegasnya.

Koperasi jadi kunci utama rantai pasok

Dalam mewujudkan ekosistem yang sehat, peran koperasi dinilai sangat krusial. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, menyampaikan bahwa penguatan koperasi adalah jangkar utama kemandirian susu nasional. Koperasi memegang kendali strategis sebagai jembatan penghubung antara peternak kecil dan industri pengolahan besar.

“Kami ingin melihat bagaimana rantai pasok susu berjalan, apa yang masih menjadi hambatan, serta dukungan apa yang diperlukan agar peternak, koperasi, industri, dan pemerintah dapat bergerak dalam satu ekosistem yang saling memperkuat,” ungkap Titiek. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Pemerintah lagi gaspol mengejar swasembada susu dengan memprioritaskan peternak lokal. Produksi susu dalam negeri yang baru memenuhi 20% kebutuhan nasional bakal digenjot lewat penambahan 600 ribu sapi perah hingga 2029, plus dukungan modal, teknologi, pakan, kesehatan hewan, dan kepastian pasar. Intinya, bukan cuma nambah sapi, tapi seluruh ekosistem persusuan dibangun supaya peternak lokal makin produktif dan punya posisi kuat di rantai pasok.

swasembada susu Mentan Andi Amran Sulaiman Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi sapi perah

Infografis

Terkini