Progres Perampingan BUMN, Danantara: Pemetaan Final, Target Pangkas Jadi 200 Perusahaan
astakom.com, Jakarta - Danantara Indonesia lagi pasang target ambisius dalam mangkas jumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta anak usahanya dari yang tadinya raksasa banget, mencapai 1.046 perusahaan jadi sekitar 200 perusahaan aja per akhir 2026 ini.
Langkah ini ditempuh lewat proses streamlining alias perampingan portofolio yang udah masuk tahap matang. Keputusan besar ini bukan cuma wacana kosong.
COO Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, ngespill kalau target ini adalah arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Target jadi 200 perusahaan
Pemangkasan portofolio ini digeber habis-habisan supaya pengelolaannya jauh lebih efektif dan bebas dari beban perusahaan yang kurang produktif.
"Sehingga harapannya yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan aja yang kita kelola," kata Dony di Jakarta Selatan, dikutip astakom.com pada Sabtu(03/10/2026).
Angka 1.046 ke 200 tentu bukan perjalanan yang singkat. Tapi menurut Dony, proses pemetaannya udah kelar dan tinggal masuk fase eksekusi.
Dilakukan dengan berbagai skema
Biar proses perampingannya valid dan sesuai kebutuhan tiap perusahaan, Danantara menyiapkan berbagai macam skema. Mulai dari penutupan alias likuidasi, divestasi, konsolidasi, sampai restrukturisasi mendalam. Jadi, setiap entitas bakal dapet penanganan yang beda-beda tergantung kondisi lapangannya.
"Ada yang ditutup dilikuidasi, ada yang kita divestasi, kita jual, ada yang kita konsolidasi, ada yang kita restrukturisasi," ujar Dony.
Buat perusahaan yang masuk kategori restrukturisasi, pendekatannya juga beragam. Mulai dari penambahan modal sampai penataan ulang kewajiban finansial supaya kondisi keuangannya balik sehat.
"Ada yang bentuknya equity, ada juga yang kita inbreng aset, ya, tetapi itu juga ujungnya ke equity. Ada juga kita melakukan restrukturisasi pinjamannya," terangnya lebih lanjut.
Pemetaan sudah final
Buat kamu yang penasaran apakah rencana ini cuma wacana, Dony memastikan kalau proses pemetaan atau mapping perusahaan-perusahaan tersebut udah berada di tahap penentuan akhir. Artinya, nggak pakai lama, Danantara bakal ngebut ngejalanin perampingan ini sesuai timeline pemerintah hingga penghujung tahun 2026.
"Nah, ini sudah selesai kita tentukan," kata Dony.
Dengan strategi streamlining yang rapi dan terukur ini, diharapkan ekosistem BUMN ke depannya bisa jauh lebih lincah, efisien, dan siap ngebut ngadepin tantangan global. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
Danantara lagi gaspol merampingkan portofolio BUMN dari 1.046 perusahaan jadi sekitar 200 entitas hingga akhir 2026. COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyebut pemangkasan ini merupakan arahan Presiden Prabowo, dengan skema mulai dari likuidasi, divestasi, konsolidasi, sampai restrukturisasi. Pemetaan perusahaan juga disebut sudah final, tinggal masuk tahap eksekusi supaya pengelolaan BUMN makin efisien dan nggak terbebani entitas yang kurang produktif.









