Jalin Kemitraan 7 Dekade, RI-Jerman Makin Solid! Trade Tembus USD6,11 Miliar
astakom.com, Jakarta - Hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman terbukti makin solid dan vibes-nya positif banget. Realisasi perdagangan kedua negara tercatat menyentuh angka USD6,11 miliar sepanjang 2025 lalu. Gak heran kalau Jerman kini diakui sebagai salah satu mitra ekonomi serta industri yang strategis dan potensial buat Indonesia.
Apalagi didukung sama kehadiran lebih dari 250 perusahaan multinasional asal Jerman yang sudah nge-base atau beroperasi di tanah air.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ngespill kalau kerja sama ini terus berkembang erat, mulai dari sektor perdagangan, investasi, transisi energi, sampai urusan ketenagakerjaan.
7 dekade, kemitraan terjalin makin kuat
Saat memberikan sambutan atau Congratulatory Remarks pada acara peringatan German Unity Day 2026 di Jakarta, pada Jumat (2/10/2026), Menko Airlangga mengungkapkan rasa syukurnya atas kemitraan yang terjalin erat ini.
“Bagi Indonesia, momen ini menjadi pengingat yang bermakna akan kemitraan kita yang telah terjalin lama dan terus berkembang. Tahun ini menandai 74 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jerman, dan tahun depan kita akan memperingati hari jadi ke-75 hubungan bilateral kita,” kata Airlangga, di Jakarta dikutip astakom.com pada Sabtu (03/10/2026).
Kunjungan dan perkuat kemitraan di sektor energi hijau
Menko Airlangga juga nambahin kalau intensitas hubungan kedua negara sepanjang 2026 ini makin intens berkat serangkaian kunjungan serta pertemuan level elit. Salah satu momen puncaknya adalah kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier pada Juni 2026 lalu.
Pertemuan penting tersebut sukses menegaskan komitmen bersama dalam menggenjot kerja sama ekonomi yang konkret lewat mekanisme Joint Economic and Investment Committee, pengembangan industri hijau, hingga penguatan sumber daya manusia.
Di bidang teknologi dan energi, Indonesia secara aktif ngepush dan memperluas investasi Jerman pada sektor energi terbarukan, infrastruktur kelistrikan, ekosistem kendaraan listrik dan baterai, industri semikonduktor, hingga pembiayaan berkelanjutan.
Fyi, Jerman bersama Jepang memegang peran kunci sebagai co-lead International Partners Group dalam skema Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk mengakselerasi transisi energi bersih di Indonesia khususnya dalam pembiayaannya.
Fokus vokasi dan target kilat IEU-CEPA
Selain energi, kedua negara juga punya potensi besar dalam menggenjot pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan. Sinergi kece ini sekaligus ngebuka jalur luas buat tenaga kerja terampil asal Indonesia biar bisa ikut terjun langsung ke pasar kerja Jerman.
Nah, buat mendongkrak akses pasar serta volume perdagangan bilateral yang sudah fantastis di angka USD6,11 miliar tersebut, Menko Airlangga menggarisbawahi pentingnya penyelesaian perjanjian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Pemerintah saat ini mematok target ambisius agar penandatanganan kesepakatan IEU-CEPA bisa rampung tahun ini, sehingga proses ratifikasinya bisa segera berjalan dan diimplementasikan penuh pada awal tahun depan.
“CEPA menciptakan akses pasar, serta perdagangan, dan keterlibatan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa. Tentu kita berharap ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Jerman maupun investasi (dari) Jerman,” kata Airlangga.
Arahan Presiden Prabowo gaspol IEU-CEPA
Dikutip dari astakom.com, sebelumnya Presiden Prabowo Subianto ngasih arahan kepada pemerintahannya buat gercep menuntaskan perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) supaya ekspansi pasar dan perdagangan Indonesia makin gacor di kancah global.
Arahan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat bareng sejumlah menteri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Selasa (22/09/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangannya usai rapat bareng Presiden Prabowo ngasih update juga soal progres IEU-CEPA.
“Tadi Bapak Presiden juga minta agar IEU-CEPA itu segera diselesaikan,” kata Airlangga dikutip astakom.com pada Rabu (23/09/2026). (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
Indonesia-Jerman makin solid, bukan cuma lewat perdagangan yang tembus USD6,11 miliar pada 2025, tapi juga lewat investasi energi hijau, vokasi, EV, semikonduktor, dan pembiayaan berkelanjutan. Momentum ini bakal makin gaspol kalau IEU-CEPA rampung tahun ini, karena akses pasar Indonesia ke Uni Eropa bisa makin terbuka dan peluang bisnis Jerman di Indonesia ikut melebar.









