Menag Dukung Pembangunan 6 Rumah Ibadah di UI demi Kerukunan

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 4 Agustus 2026 | 13:20 WIB
Menag Dukung Pembangunan 6 Rumah Ibadah di UI demi Kerukunan
Menag Dukung Pembangunan 6 Rumah Ibadah di UI demi Kerukunan [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Langkah keren bakal dihadirkan di lingkungan Universitas Indonesia (UI). Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan kompleks rumah ibadah enam agama di lingkungan kampus UI, Depok. 

Menurut Menag, kampus nggak cuma bertugas sebagai tempat kuliah dan ngejar gelar akademik, tapi juga wajib jadi etalase kerukunan antarumat beragama tempat di mana indahnya toleransi bisa langsung dirasakan dan dipraktikkan secara nyata.

Kampus jadi etalase toleransi

Dukungan adem ini disampaikan Menag saat menerima kunjungan Rektor UI Heri Hermansyah di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak spill perkembangan terbaru proyek pembangunan rumah ibadah bagi enam agama yang diakui negara dalam satu kawasan terpadu.

Menag memandang kampus adalah ruang paling pas buat menanamkan nilai-nilai kebersamaan. Sebagai tempat ngumpulnya mahasiswa dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama, perguruan tinggi punya peran strategis buat membentuk karakter generasi penerus bangsa.

"Kita ingin mahasiswa melihat secara langsung bagaimana kerukunan itu dipraktikkan. Mereka tidak hanya membaca tentang toleransi, tetapi juga menyaksikan bagaimana umat beragama berbagi ruang secara setara dan harmonis. Kampus harus jadi etalase kerukunan," ucapnya dikutip oleh astakom pada Selasa, (4/8/2026).

Lokasi strategis & ramah kumpul

Sementara itu, Rektor UI Heri Hermansyah menjelaskan bahwa lokasi yang disiapkan berada di dalam area kampus UI dan langsung terintegrasi dengan berbagai fasilitas publik. Aksesnya yang gampang bikin tempat ini sangat strategis untuk jadi space perjumpaan dan interaksi lintas agama di lingkungan akademik.

Heri menambahkan, pembangunan kompleks rumah ibadah ini selaras banget dengan identitas UI sebagai kampus yang membawa nama besar Indonesia. UI merasa punya tanggung jawab moral buat menghadirkan simbol persatuan di tengah beragamnya latar belakang masyarakat.

"Universitas Indonesia adalah satu-satunya perguruan tinggi yang menggunakan nama Indonesia. Karena itu, kami ingin menghadirkan simbol yang mencerminkan wajah Indonesia yang sesungguhnya, yakni keberagaman yang hidup berdampingan secara harmonis," ungkapnya.

Konsep setara, buka kolaborasi

Sesuai rancangannya, kawasan ini mengusung konsep kesetaraan. Setiap rumah ibadah akan dibangun secara proporsional dan dilengkapi area bersama (common space) sebagai titik kumpul buat saling bertegur sapa dan mempererat silaturahmi.

Walau konsepnya sudah valid dan matang, Heri nggak menampik kalau tantangan terbesar saat ini ada di sektor pembiayaan. Karena itu, UI bersama Kementerian Agama lagi membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak mulai dari filantropi keagamaan, dunia usaha, lembaga sosial, hingga para dermawan yang peduli pada penguatan kerukunan bangsa.

Simbol moderasi untuk Indonesia

Menag Nasaruddin menegaskan kalau proyek ini punya makna yang jauh lebih dalam ketimbang sekadar pembangunan fisik. Di tengah tantangan sosial yang rawan memecah belah, hadirnya enam rumah ibadah dalam satu kompleks ini diharapkan jadi bukti nyata bahwa perbedaan bisa berjalan berdampingan tanpa saling meniadakan.

"Bagi saya, ini bukan sekadar membangun gedung. Ini membangun pesan kepada dunia bahwa Indonesia mampu merawat keberagaman dalam satu ruang yang setara. Kerukunan harus bisa dilihat, dirasakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya," jelasnya.

Jika proyek ini resmi terealisasi, kompleks rumah ibadah di UI bakal jadi salah satu kawasan multifaith terbesar di perguruan tinggi Indonesia, sekaligus jadi role model moderasi beragama bagi kampus-kampus lain di seluruh Nusantara. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Rencana UI bangun 6 rumah ibadah dalam satu kawasan terpadu ini bukan sekadar gimmick proyek kampus biasa, tapi bukti nyata kalau perbedaan keyakinan itu bisa coexist dengan adem dan setara. Jadi ruang perjumpaan yang inklusif, langkah ini ngebuka mata anak muda kalau toleransi itu nggak cuma sebatas teori di kelas, melainkan dipraktikkan langsung dalam keseharian biar jadi role model kerukunan buat Indonesia.

kemenag update kemenag ri Kemenag Kementerian Agama

Infografis

Terkini