Asyik, Petani Cuan! NTP Juli 2026 Naik 127,84, Sektor Perikanan Melesat 1,01%
astakom.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) baru aja ngerilis data Nilai Tukar Petani (NTP) periode Juli 2026. Hasilnya, NTP naik tipis 0,15 persen dibanding Juni 2026, pada Juli kemarin angka NTP ada di 127,84.
Berdasarkan data yang dihimpun astakom.com, kenaikan NTP ini dipicu oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) emang sempat turun 0,1 persen. Sedangkan, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pergerakannya merosot hingga 0,25 persen. Jadi secara perhitungan, petani masih dapet margin.
"Komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan indeks harga yang diterima petani terutama cabai rawit, bawang merah, tomat dan juga cabai merah," kata Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, dikutip oleh astakom.com Selasa (04/08/2026).
Subsektor hortikultura lagi loyo
Gak semua sektor lagi hoki, subsektor tanaman hortikultura malah lagi down. Nilai NTP-nya anjlok sampai 8,49 persen. Hal ini terjadi gara-gara indeks harga yang diterima petani hortikultura anjlok 8,74 persen, jauh melampaui penurunan harga yang dibayar petani yang cuma turun 0,28 persen.
Komoditas di balik anjloknya indeks harga ini yaitu cabai rawit, bawang merah, tomat, dan cabai merah.
"Selain holtikultura, yang juga mengalami penurunan NTP-nya yaitu subsektor peternakan," kata Ateng.
Sektor perikanan cuan
Berbanding terbalik sama hortikultura, sektor perikanan justru lagi vibing banget. Nilai tukar perikanan sukses melesat 1,01 persen.
Kenaikan perikanan ini disokong penuh oleh Nilai Tukar Nelayan yang naik 0,95 persen dan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan yang melonjak 1,10 persen.
Komoditas penyelamat sektor laut dan tambak
Untuk nelayan, hasil tangkapan seperti rajungan, ikan cakalang, tongkol, dan ikan kembung sukses bikin indeks harga mereka terangkat.
Sedangkan, bagi pembudidaya ikan komoditas rumput laut, ikan bandeng, udang, dan lele jadi MVP utama yang ngebantu indeks harga naik signifikan. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
NTP Juli 2026 naik tipis 0,15% ke 127,84, artinya petani secara overall masih bisa dapet margin karena biaya yang dibayar turun lebih dalam dari harga jual. Tapi vibes-nya belum rata, hortikultura lagi struggle gara-gara harga cabai dan bawang anjlok. Sementara itu, sektor perikanan justru lagi cuan dan jadi MVP bulan ini.









