3 Tahun Ditahan, The Fed Akhirnya Naikkan Suku Bunga Jinakkan Inflasi AS
astakom.com, Jakarta - The Federal Reserve (The Fed) secara resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) ke 3,75 hingga 4,00 persen.
Dikutip dari Reuters, pada hari Senin (21/09/2026) The Fed naikin suku bunga acuan untuk pertama kalinya setelah tiga tahun lalu. Artinya dalam tiga tahun terakhir The Fed menahan suku bunga acuan dengan berbagai pertimbangan.
Diketahui, langkah yang diambil The Fed buat naikin suku bunga acuann diambil buat mengatasi inflasi yang tinggi di Amerika Serikat (AS).
Dipicu oleh lonjakan harga minyak
Inflasi yang terjadi di AS ini meningkat akibat dipicu oleh lonjakan harga mintak mentah selama esklasi AS-Israel dengan Iran.
The Fed ngasih statement kalau keputusannya diambil melihat kemungkinan akan ada langkah-langkah pengetatan moneter lebih lanjut dalam waktu dekat buat mempercepat penurunan inflasi.
Upaya tekan inflasi
Upaya penekanan inflasi yag lebih agresif akan dilakukan pemerintah AS demi menjaga stabilitas ekonomi AS.
"Komite memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga federal funds sebesar 1/4 poin persentase menjadi 3-3/4 hingga 4 persen, guna mendukung mandat ganda Federal Reserve. Komite terus menerapkan kebijakannya untuk mempertahankan cadangan yang memadai di sistem perbankan," kata The Fed lewat keterangan tertulisnya, dikutip pada Senin (21/09/2026).
Target ke 2 persen
Pejabat The Fed juga mempertimbangkan naiknya suku bunga acuan The Fed ini buat support pemerintah AS dalam upaya mengembaikan inflasi ke target 2 persen.
"Inflasi masih tinggi. Langkah kebijakan hari ini akan mendukung kembalinya inflasi ke target 2 persen Komite secara lebih tepat waktu. Komite akan mewujudkan stabilitas harga," katanya.
Percepat penurunan inflasi
Ketua The Fed Kevin Warsh ngespill kalau sebenernya perekonomian AS udah menguat sejak pertemuan The Fed terakhir. Akan tetapi tantangan yang dihadapi AS adalah tren inflas yang masih belum menunjukkan perbaikan yang berarti.
"Kami harus yakin bahwa inflasi yang mendasari bergerak menuju target kami secara jelas dan dengan kecepatan yang memadai," kata Kevin Warsh. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
The Fed akhirnya gaspol naikkan suku bunga 25 bps ke 3,75%-4,00% setelah tiga tahun ditahan. Langkah ini diambil karena inflasi AS masih tinggi, dengan tekanan harga ikut terdorong kenaikan biaya energi akibat konflik di Timur Tengah. Ketua Fed Kevin Warsh menilai ekonomi AS masih cukup solid, tapi inflasi belum bergerak cukup cepat menuju target 2%. Jadi, pintu pengetatan moneter lanjutan masih terbuka kalau tekanan inflasi belum juga mereda.









