Pesan Menag: Masjid yang Seharusnya Memberdayakan Umat, Bukan Sebaliknya!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 3 Agustus 2026 | 16:45 WIB
Pesan Menag: Masjid yang Seharusnya Memberdayakan Umat, Bukan Sebaliknya!
Pesan Menag: Masjid yang Seharusnya Memberdayakan Umat, Bukan Sebaliknya! [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar baru aja ngebuka pikiran kita semua. Beliau menegaskan kalau masjid tuh kudu banget jadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah doang. Menurutnya, fungsi masjid perlu terus diperluas biar bisa memberikan manfaat nyata buat kehidupan sosial, kemanusiaan, hingga pembangunan bangsa.

Pernyataan super penting itu disampaikan Menag pas kegiatan Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (02/08/2026), yang dihadiri sekitar 20.000 orang jemaah.

"Bukan umat yang memberdayakan masjid tapi masjid yang memberdayakan umat," jelasnya dikutip oleh astakom pada Senin (03/08/2026).

Bukan cuma tempat ibadah

Menurut Menag, transformasi fungsi masjid sebenarnya udah mulai jalan di Indonesia. Ia mencontohkan ribuan masjid yang dimanfaatkan sebagai posko pelayanan masyarakat selama arus mudik.

"Mari kita fungsikan masjid-masjid di indonesia sebagai contoh. Sekarang masjid memiliki fungsi baru yaitu posko mudik, 6000an masjid menjadi posko mudik." ucapnya.

Nabi beri teladan

Ia menyatakan, perluasan fungsi tersebut selaras dengan teladan yang dicontohkan pada masa Rasulullah SAW, ketika masjid menjadi pusat penyelenggaraan berbagai urusan masyarakat dan pemerintahan.

"‎Kita lihat masjidnya Rasulullah berfungsi sebagai sekretariat negara. Semua persoalan-persoalan pemerintahan diselesaikan di masjid. Jadi masjid itu adalah rumah besar untuk kemanusiaan," jelasnya.

Peran imam jadi kunci

Pada konteks itu, Menag memandang peran imam masjid jadi makin strategis dan main character banget. Imam gak hanya memimpin ibadah, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan fungsi sosial masjid sehingga menjadi pusat pelayanan, pemberdayaan, dan penyebaran nilai-nilai perdamaian di tengah masyarakat.

Ia mengatakan kalau hal tersebut menjadi salah satu semangat penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang bakal mempertemukan para imam dari berbagai negara.

"Kita ingin imam Indonesia bukan hanya menjadi imam yang baik bagi jamaahnya, tetapi juga menjadi duta perdamaian Indonesia yang mampu membawa pengalaman Islam Indonesia ke panggung dunia," jelas Menag.

Imam dunia berkumpul

Di sisi lain, pada September nanti bakal ada penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta.

Konferensi internasional tersebut ditargetkan menghadirkan sekitar 400 imam besar dari berbagai macam negara untuk wadah memperkokoh jejaring dan pertukaran pengalaman tentang pengelolaan masjid dan pengokohan peran imam di tingkat global.

"Dan akan hadir sekitar 400 imam-imam besar dunia, termasuk kita usahakan insyaAllah. Sheikh Sudais akan datang, kemudian juga imam besar yang lain termasuk Grandsheikh Al-Azhar kita juga undang. Dari Amerika, dari Eropa, dari Jepang, Korea, semua imam-imam besar pada negara-negara terutama negara-negara besar itu akan datang secara simbolik di Indonesia," pungkasnya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Masjid tuh bukan cuma tempat salat lalu pulang, guys! Menag Nasaruddin Umar mau ngajak kita shift mindset: masjid kudu jadi safe space dan pusat aksi nyata pemberdayaan masyarakat. Mulai dari posko mudik sampai center of impact sosial, saatnya masjid naik kelas dan bikin perubahan sosial yang makin berasa buat anak muda!

kemenag update Kemenag Kementerian Agama International Grand Imams Conference

Infografis

Terkini