BNPB Ungkap 34 Kejadian Bencana di Tanah Air: Dari Karhutla hingga Kekeringan

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Editor
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19:57 WIB
BNPB Ungkap 34 Kejadian Bencana di Tanah Air: Dari Karhutla hingga Kekeringan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 34 kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia [Dok. BNPB]

astakom.com, JakartaBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 34 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun 24 jam terakhir, mulai Jumat (31/7/2026) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (1/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 kejadian memberikan dampak signifikan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan menjadi bencana yang paling mendominasi.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima astakom.com, Sabtu (1/8/2026), BNPB sebut meningkatnya kejadian karhutla dipengaruhi kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan di sejumlah daerah selama musim kemarau.

Sulawesi Selatan

Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kebakaran menghanguskan sekitar tiga hektare lahan di Kelurahan Temmassarangnge, Kecamatan Paleteang. 

Berdasarkan kaji cepat BPBD, api dipicu cuaca yang sangat terik sehingga lahan mudah terbakar dan kobaran api cepat meluas. Beruntung tidak ada korban jiwa dan api berhasil dipadamkan pada Jumat (31/7/2026).

Jawa Tengah

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sekitar empat hektare lahan di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, terbakar.

BPBD menduga kebakaran dipicu kelalaian warga yang membakar lahan untuk membuka area pertanian. Api kini telah berhasil dikendalikan.

Jawa Timur

Sementara itu, kebakaran lahan di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Jawa Timur, menghanguskan sekitar dua hektare lahan kering.

Cuaca panas disertai embusan angin membuat api cepat merambat, namun berhasil dipadamkan tim gabungan.

Aceh

Di Aceh, penanganan karhutla di Gampong Alulim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, juga telah selesai.

Kebakaran yang membakar sekitar 10 hektare lahan dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.

Bencana kekeringan dan cuaca ekstrem

Selain karhutla, BNPB juga mencatat bencana kekeringan yang mulai berdampak pada masyarakat.

Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, sebanyak 390 kepala keluarga atau 1.096 jiwa terdampak. BPBD setempat telah menyalurkan 28.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo. Sebanyak 296 kepala keluarga atau 916 jiwa terdampak kekeringan. BPBD telah melakukan pendataan sekaligus mendistribusikan 4.400 liter air bersih kepada warga.

Di sisi lain, cuaca ekstrem juga melanda Kota Binjai, Sumatera Utara. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan tujuh rumah warga mengalami rusak sedang dan berdampak pada tujuh kepala keluarga. Tim gabungan telah melakukan pembersihan material dan penanganan di lokasi.

Imbauan kepada Pemda dan masyarakat

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau pemerintah daerah (Pemda) tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi kering selama musim kemarau.

"Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengoptimalkan langkah pengurangan risiko bencana," kata Abdul, berdasarkan keterangan yang diterima astakom.com, Sabtu (1/8/2026).

"Masyarakat juga diimbau untuk mendukung upaya-upaya pengurangan risiko bencana di tengah ancaman karhutla selama musim kemarau. Menghadapi bahaya kekeringan, warga diharapkan bijak untuk memanfaatkan air dalam kebutuhan sehari-hari" tandasnya.

Gen Z Takeaway

Musim kemarau kembali menguji kesiapsiagaan. Karhutla dan kekeringan menjadi ancaman utama di berbagai daerah akibat cuaca panas, minim hujan, serta faktor kelalaian. Karena itu, respons cepat dan langkah mitigasi perlu diimbangi dengan peran masyarakat untuk mencegah kebakaran dan menggunakan air secara bijak.

Karhutla Kekeringan Kebakaran Hutan dan Lahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB

Infografis

Terkini