Presiden Prabowo Kasih Arahan: KSSK Plus Danantara Perkuat Sinergi, Jaga Stabilitas Ekonomi
astakom.com, Jakarta - Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, telah bertemu dengan Presiden Prabowo, tepatnya malam setelah dirinya ditunjuk menggantikan Perry Warjiyo.
Setelah pertemuan rapat terbatas (ratas) yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin silam (27/07/2026) itu, Destry spill arahan penting dari Presiden Prabowo Subianto.
Rapat krusial ini dihadiri oleh jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) plus Danantara. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dalam menata masa depan ekonomi Indonesia.
“Tadi kami membahas arahan dari Pak Presiden juga bahwa kami yang diundang ini KSSK ya. KSSK Plus, ada Danantara tadi,” kata Destry kepada awak media, dikutip oleh astakom.com pada Rabu (29/07/2026).
No more ego sektoral
Menurut Destry, Presiden Prabowo mengarahkan semua anggota KSSK untuk memperkuat persatuan dan makin bersinergi. Langkah ini dinilai krusial agar perumusan dan eksekusi berbagai kebijakan yang saling berkaitan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bisa selaras dan sefrekuensi.
“Jadi intinya adalah ke depan bagaimana KSSK terus di dalam KSSK-nya juga terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama. Khususnya terkait dengan kebijakan-kebijakan di mana masing-masing kita ada kebijakan yang harus kita koordinasikan,” katanya.
Full support program prioritas pemerintah
Bukan cuma urusan internal, koordinasi super solid ini juga ditujukan untuk mengawal dan menyukseskan program-program prioritas nasional yang sudah dicanangkan pemerintah agar hasilnya bisa berjalan optimal.
“Kemudian, juga tentunya kita bersama-sama juga akan men-support, KSSK juga men-support pemerintah sesuai dengan arah kebijakan yang memang sudah menjadi garis dari pemerintah, capaian pemerintah,” katanya.
Berbagi tugas demi kebijakan fiskal dan moneter yang efektif
Guna mewujudkan target tersebut, Destry menambahkan bahwa setiap institusi anggota KSSK, mulai dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Kementerian Keuangan akan langsung mengoptimalkan perannnya masing-masing. Hal ini diharapkan mampu membuat bauran kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan menjadi jauh lebih efektif.
“Jadi intinya tadi seperti itu, peningkatan dari masing-masing Bank Indonesia apa yang bisa dilakukan, dari OJK, dari LPS, dan kemudian juga dari Kementerian Keuangan,” kata Destry. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Presiden Prabowo ngajak KSSK Plus dan Danantara buat lebih sync biar nggak ada lagi ego sektoral. Tujuannya, kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan makin nyambung buat support program prioritas pemerintah. Intinya, semua lembaga diminta all in biar ekonomi RI makin solid.









