KPK Telah Tetapkan Tersangka dari OTT yang Menyeret Bupati Lombok Barat
astakom.com, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya fix menetapkan tersangka dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang nyeret Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Ahmad Zaini, beserta beberapa figur kunci lainnya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, ngasih update kalau penetapan status tersangka ini nggak asal klaim, melainkan udah diketok resmi lewat hasil ekspose atau gelar perkara yang digelar tim penyidik.
“Malam tadi sudah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa perkara ini naik ke tahap penyidikan,” ungkap Budi dalam keterangannya, Selasa (21/07/2026).
Pihak yang diamankan KPK
Budi juga spill kalau saat ini ada tujuh orang rombongan dari Lombok yang lagi menjalani pemeriksaan intense di Gedung Merah Putih KPK.
Mulai dari Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Dirut PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat, Kepala Dinas PUPRPKP, satu orang dari pihak swasta, sampai tiga orang tim operasional yang terdiri dari adc (ajudan) dan driver sang bupati.
Nggak cuma rombongan yang diangkut dari daerah, tim KPK ternyata juga ngelakuin pergerakan silent di area Jakarta pada kemarin malam dan berhasil mengamankan satu orang pihak swasta tambahan yang sekarang statusnya sama-sama lagi digarap di ruang pemeriksaan.
“Sehingga hingga pagi ini, total yang masih dilakukan pemeriksaan sejumlah delapan orang,” ujarnya.
OTT Bupati Lombok Barat
Budi menjelaskan kalau dugaan skandal yang bikin Bupati Ahmad Zaini kena plot twist ini berakar dari conflict of interest alias benturan kepentingan dalam proses pengadaan, dugaan main suap proyek, sampai urusan penerimaan amplop alias gratifikasi di lingkungan Pemkab Lombok Barat.
Petugas menggiring Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (20/07/2026) malam.
Tim penyidik mengamankan Bupati Lombok Barat bersama enam orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Penangkapan tersebut disertai penyitaan barang bukti berupa uang tunai pecahan rupiah dan sejumlah dokumen dari rumah dinasnya terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Penetapan tersangka dalam OTT KPK di Lombok Barat menjadi pengingat bahwa integritas dalam pengelolaan anggaran dan pengadaan proyek publik tidak bisa ditawar. Proses hukum yang terus berjalan diharapkan mampu mengungkap dugaan korupsi secara transparan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi.








