Harga Minyak Global Tembus USD90! Efek Drama Timur Tengah Makin Real
astakom.com, Jakarta - Situasi di Timur Tengah masih memanas terlebih setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran terus bersitegang. Eskalasi yang makin menyala ini bikin pasar ketar-ketir.
Berdasarkan data yang dihimpun astakom.com, banyak pihak khawatir jalur pasokan energi di Selat Hormuz bakal terganggu. Padahal, sekitar seperlima perdagangan minyak dunia lewat jalur krusial ini.
Gara-gara tensi geopolitik yang bikin overthinking ini, harga minyak dunia langsung naik lebih dari 3 persen pada perdagangan Senin (20/07/2026) pagi.
Minyak mentah brent naik USD2,69 atau 3,05 persen, nangkring di angka USD90,79 per barel per pukul 06.43 WIB.
Angka ini sempat menyentuh level tertinggi sejak 11 Juni dan memperpanjang tren reli setelah pekan lalu melonjak 15,9 persen, kenaikan mingguan paling epic sejak April.
Minyak Mentah WTI AS juga ikut naik, West Texas Intermediate (WTI) menguat USD2,19 atau 2,65 persen ke level USD84,68 per barel.
Harga minyak ditutup melonjak
Sebelum lonjakan Senin pagi, harga minyak dunia sebenarnya udah ditutup tinggi pada Jumat (17/07/2026) dan membukukan kenaikan mingguan sekitar 16 persen. Penyebabnya tetap sama yaitu tensi AS dan Iran yang bikin pasokan minyak global anxious.
Pada penutupan Jumat lalu, harga minyak Brent ditutup naik 4,59 persen ke USD88,10 per barel, sementara minyak mentah WTI menguat 4,48 persen menjadi USD82,49 per barel.
Brent naik 16 persen selama tiga minggu berturut turut
Rekor ini jadi level tertinggi keduanya sejak pertengahan Juni. Secara mingguan, Brent mencatat kenaikan sekitar 16 persen selama tiga pekan berturut-turut, sedangkan WTI juga naik sekitar 16 persen untuk pekan kedua beruntun.
Analis Barclays, Amarpreet Singh, bilang kalau dalam beberapa hari sampe beberapa minggu ke depan akan menjadi periode penting untuk melihat seberapa besar dampak blokade dari kedua belah pihak terhadap ekspor minyak dari kawasan tersebut.
Soalnya AS lagi memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sedangkan Iran ngasih statement akan menargetkan kapal-kapal yang melanggar aturan pelayaran yang diberlakukannya di Selat Hormuz.
Kapal terbakar di Oman disorot
Berdasarkan data yang dihimpun, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal terbakar di barat laut Kumzar, Oman, pada Senin pagi tadi, dan ini juga bikin harga minyak makin disorot.
"Beberapa hari dan pekan ke depan akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tingkat ekspor minyak yang dapat dipertahankan dari kawasan di tengah pemberlakuan blokade ganda," ujarnya dalam sebuah catatan riset, dikutip Reuters pada Senin (20/07/2026). (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Drama AS-Iran makin heating up, bikin market langsung was-was. Kekhawatiran pasokan minyak lewat Selat Hormuz terganggu sukses dorong harga minyak dunia naik lebih dari 3% dan Brent tembus USD90 per barel. Sekarang investor lagi stay tuned nunggu apakah konflik ini bakal makin impact ke suplai energi global.







