Mentan Amran Ajak Mahasiswa, Spit Facts: Pertanian Modern Jadi Peluang Cuan Gede, Gak Usah Gengsi!

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10 WIB
Mentan Amran Ajak Mahasiswa, Spit Facts: Pertanian Modern Jadi Peluang Cuan Gede, Gak Usah Gengsi!
Mentan Amran menjadi pembicara dalam Studentpreneur Boot Camp 2026 di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/07/2026). [Dok. Kementan]

astakom.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ngajak generasi muda buat gak cuma rebahan atau sekadar bercita-cita jadi pencari kerja (job seeker). Sebaliknya, Mentan menantang mahasiswa buat berani ambil langkah jadi pengusaha (agreprenuer) yang mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menghadirkan inovasi segar.

Menurutnya, sektor pertanian zaman sekarang membuka peluang bisnis yang gede banget lewat sentuhan inovasi dan teknologi pertanian modern yang super canggih.

Pesan penuh energi ini disampaikan Mentan Amran pas didapuk jadi pembicara dalam acara Studentpreneur Boot Camp 2026. Agenda keren ini diselenggarakan oleh Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (MCBI PTMA) di Malang, Jawa Timur, Jumat silam (17/07/2026), dikutip astakom.com.

Kegiatan ini diikuti sama ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, sebagai booster buat mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, inovatif, dan punya jiwa kewirausahaan yang kuat.

No instant success, wajib tahan banting!

Dalam kesempatan itu, Mentan Amran menegaskan kalau keberhasilan itu gak ada yang instan alias butuh proses, gak bisa langsung flexing kesuksesan. Generasi muda harus berani menghadapi proses berat, tekanan, bahkan kegagalan sebagai bagian dari pembentukan karakter seorang wirausaha sejati. Kejujuran, disiplin, kerja keras, dan keberanian menghadapi tantangan adalah fondasi utama biar bisnis bisa berkelanjutan.

"Menjadi pengusaha itu tidak sesulit yang dibayangkan, terlebih bagi kader Muhammadiyah. Muhammadiyah dikenal menjunjung tinggi kejujuran. Kejujuran adalah modal utama dalam membangun usaha," ujarnya.

Mentan Amran juga mengingatkan para mahasiswa biar gak cuma punya mimpi besar di awang-awang, tapi juga harus dibarengi sama kemauan buat kerja keras mewujudkannya secara riil.

"Kalau ingin hidup sejahtera, milikilah mimpi yang besar dan tindakan yang besar. Bermimpilah setinggi mungkin, kemudian wujudkan dengan kerja nyata. Doa harus disertai tindakan. Rezeki harus dijemput dengan usaha," tegasnya.

Bukti nyata dari Papua: pertanian modern pake drone itu kece parah

Biar gak dianggap omong kosong, Mentan Amran ngasih contoh nyata keberhasilan anak-anak muda di Papua yang sukses mengembangkan usaha pertanian lewat pemanfaatan teknologi modern. Dapat pendampingan langsung dari Kementerian Pertanian, mereka udah ninggalin cara-cara konvensional yang melelahkan. Sekarang, mereka justru main mekanisasi dan teknologi keren kayak drone pertanian buat mendongkrak produktivitas lahan.

Menurut Mentan Amran, transformasi digital ini jadi bukti valid kalau sektor pertanian sekarang udah berubah jadi bidang usaha yang modern, sangat menguntungkan, dan punya prospek cerah jangka panjang buat generasi muda.

"Saya melihat sendiri bagaimana anak-anak muda mampu mengubah hidupnya melalui pertanian modern. Mereka berani belajar, memanfaatkan teknologi, dan menjadikan pertanian sebagai bisnis yang menghasilkan. Dalam waktu relatif singkat, ada yang mampu meningkatkan taraf hidupnya karena mau berubah," ujar Mentan Amran.

Membangun swasembada pangan sekaligus cetak entrepreneur baru

Mentan Amran menegaskan kalau Kementerian Pertanian bakal terus all-out mendorong lahirnya semakin banyak petani muda dan entrepreneur pertanian di berbagai daerah. Strateginya adalah lewat pemanfaatan teknologi, inovasi, serta pendampingan usaha yang intensif. Langkah ini diyakini jadi pilar penting dalam memperkuat swasembada pangan nasional sekaligus membuka keran peluang ekonomi baru bagi generasi muda.

Keberhasilan para pemuda di berbagai daerah ini dinilai membuktikan kalau pertanian modern benar-benar mampu jadi ruang tumbuh yang ideal bagi lahirnya wirausahawan muda yang berdaya saing global.

"Kita ingin semakin banyak anak muda masuk ke sektor pertanian bukan karena terpaksa, tetapi karena melihat peluang bisnisnya yang besar. Pertanian modern adalah masa depan. Kalau dikelola dengan inovasi dan teknologi, sektor ini mampu menciptakan pengusaha-pengusaha baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," tegasnya.

Penyakit terbesar itu cuma gengsi, let's go move on!

Menutup arahannya, Mentan Amran berpesan dengan sangat biar mahasiswa gak pernah malu buat merintis usaha dari nol alias dari bawah, serta tetap memegang teguh nilai kejujuran, integritas, dan kerja keras.

"Penyakit terbesar yang menghambat kesuksesan bukanlah kurangnya kesempatan, melainkan rasa gengsi. Jangan malu bekerja selama pekerjaan itu halal dan bermanfaat. Justru generasi muda harus berani menjadi pelaku usaha yang membawa manfaat bagi banyak orang," pungkas Mentan Amran. (aNs)

Gen Z Takeaway

Mentan Amran ngajak mahasiswa buat setop sekadar jadi job seeker dan mulai step up jadi agreprenuer sukses memanfaatkan peluang cuan gede di sektor pertanian modern. Lewat event Studentpreneur Boot Camp 2026 di Malang, beliau spit facts kalau kesuksesan itu butuh proses—bukan instan langsung flexing—serta ngasih bukti nyata anak muda Papua yang sukses level up produktivitas lahan pakai teknologi kece kayak drone pertanian. Intinya, Kementan bakal terus all-out kasih pendampingan demi cetak wirausahawan baru sekaligus memperkuat swasembada pangan, jadi mahasiswa gak perlu gengsi lagi buat ngerintis bisnis pertanian dari bawah. 

kementan Mentan Amran Sulaiman Pertanian Modern Modernisasi Pertanian

Infografis

Terkini