Sejarah! Pembalap Aprilia Trackhouse Racing Ai Ogura Juara MotoGP Belanda 2026

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: AR Purba
Senin, 29 Juni 2026 | 14:47 WIB
Sejarah! Pembalap Aprilia Trackhouse Racing Ai Ogura Juara MotoGP Belanda 2026
Selebrasi Ai Ogura usai finish terdepan di MotoGP Belanda. [MotoGP].

astakom.com, Jakarta — Akhir pekan luar biasa dan penuh sejarah berhasil dicatatkan oleh tim satelit Aprilia, Trackhouse Racing. Pembalap andalan mereka, Ai Ogura, sukses keluar sebagai pemenang dalam balapan utama kelas premier yang berlangsung penuh drama. 

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun bagi publik Jepang, menjadikan Ogura sebagai pembalap Negeri Sakura pertama yang memenangi GP kelas utama sejak Makoto Tamada pada musim 2004 silam.

Kesempurnaan Trackhouse Racing semakin lengkap setelah Raul Fernandez berhasil mengamankan podium kedua setelah memenangi duel sengit melawan pembalap pabrikan Aprilia Racing, Jorge Martin, yang harus puas finis di posisi ketiga. Sementara itu, posisi keempat diklaim oleh Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46) setelah melalui balapan yang penuh dengan insiden.

Sengit sejak Lap pembuka dan petaka Marco Bezzecchi

Ketegangan langsung tersaji begitu lampu hijau menyala. Ai Ogura yang start dari barisan depan sempat memimpin, sebelum akhirnya Jorge Martin melancarkan manuver agresif di Tikungan 2 untuk merebut posisi terdepan. Raul Fernandez menguntit di posisi ketiga, membayangi Martin sembari menahan gempuran duo Ducati Lenovo Team, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, yang tengah mengepung Marco Bezzecchi. Di sisi lain, Joan Mir (Honda HRC Castrol) kembali ketiban sial setelah terjatuh di Tikungan 10.

Memasuki lap kedua, dinamika balapan semakin memanas. Fernandez sempat menyalip Ogura untuk mengamankan posisi kedua. Namun, Marc Marquez melakukan manuver sangat berani di Tikungan 2 dengan langsung melewati Fernandez dan Ogura sekaligus. Fernandez merespons instan untuk kembali merebut posisinya dari Marquez. Sial bagi Ogura, ia sempat kehilangan ritme hingga dilewati Bezzecchi dan Bagnaia, membuatnya melorot ke urutan keenam.

Drama besar terjadi di Tikungan 15 pada lap yang sama. Saat berada di posisi terjepit di antara Marquez dan Bagnaia, Marco Bezzecchi mengalami kecelakaan hebat dalam kecepatan tinggi (high-speed crash). Insiden ini pun langsung membuat tampuk pimpinan klasemen kejuaraan dunia berpindah ke tangan Jorge Martin yang sedang memimpin di depan.

Gugurnya para rival dan serangan balik Ogura

Jorge "The Martinator" Martin awalnya diprediksi akan menang mudah karena tampil sangat solid di posisi terdepan. Namun, Raul Fernandez terus menempel ketat dan menjaga jarak aman. Di belakang mereka, terjadi duel perebutan posisi keempat yang melibatkan Ogura, Marc Marquez, Pedro Acosta, dan Francesco Bagnaia.

Setelah memenangi duel melelahkan melawan Acosta, Marquez, dan Bagnaia, Ogura langsung tancap gas memburu duo Martin-Fernandez di depan. Peta persaingan kemudian terbelah; duo Trackhouse dan Martin berebut podium, sementara barisan belakang mulai bertumbangan. Pedro Acosta tiba-tiba melambat dan tersingkir dari balapan. Satu lap berselang, giliran motor Francesco Bagnaia yang mengalami masalah teknis serupa, memaksanya masuk ke dalam pit dan menyudahi balapan lebih awal.

Gugurnya Bagnaia membuat harapan Ducati bertumpu sepenuhnya pada Marc Marquez. Namun, sang juara dunia bertahan tampak kepayahan menjaga pace motornya dan mulai tertinggal dari grup terdepan yang menyisakan pertarungan segitiga antara Martin dan duo Trackhouse.

Mengatasi masalah teknis hingga penalti di Lap akhir

Pertarungan menuju garis finis sempat diwarnai ketegangan ketika motor nomor #79 milik Ogura mendadak melambat akibat kendala pada perangkat pengatur ketinggian belakang (rear ride-height device). Beruntung, Ogura dengan sigap mampu mengatasi eror tersebut tanpa kehilangan banyak waktu.

Setelah Fernandez sempat memimpin jalannya lomba, Ogura melakukan manuver krusial pada Lap 20 untuk menyalip rekan setimnya tersebut. Sejak saat itu, pembalap Jepang ini tak terbendung dan finis dengan keunggulan nyaman lebih dari dua detik atas Fernandez.

Di barisan belakang, Fabio Di Giannantonio terlibat insiden sengit dengan Marc Marquez yang membuat pembalap nomor #93 itu sempat melebar keluar lintasan. Meski sempat dijatuhi hukuman Long Lap Penalty, Fabio Diggia tampil spartan untuk membalas posisi dan mengamankan finis keempat.

Posisi kelima akhirnya menjadi milik Alex Marquez (Gresini Racing), diikuti oleh Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) yang naik ke peringkat keenam. Keuntungan didapat Bastianini setelah Marc Marquez terbukti melakukan pelanggaran batas lintasan (track limit) di Tikungan 13 pada lap terakhir, yang membuatnya harus turun posisi. Melengkapi posisi sepuluh besar, Fabio Quartararo berhasil finis kedelapan setelah memenangi duel ketat melawan Brad Binder dan rekan setimnya, Alex Rins. (ACwan/aRsp)

Gen Z Takeaway

Trackhouse Racing absolut masterclass! Ai Ogura resmi mencetak sejarah mahal sebagai rider Jepang pertama yang menang di kelas utama sejak tahun 2004 setelah finis P1 di Assen! Gak cuma Ogura, rekan setimnya Raul Fernandez sukses amankan P2 setelah ngasapain Jorge Martin yang harus puas di podium ke-3. Balapannya bener-bener penuh drama; Bezzecchi crash parah di awal laga, disusul motor Acosta dan Bagnaia yang tiba-tiba mogok dan terpaksa NF (Not Finished). Marc Marquez juga apes karena kena penalti track limit di lap terakhir yang bikin posisinya merosot!

Ai Ogura MotoGP 2026 MotoGP Belanda Pembalap Aprilia Trackhouse

Infografis

Terkini