Pemerintah Gercep Penanganan Gempa di Sulawesi Tengah, Koordinasi dengan Pemprov Terus Berjalan

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 18 Juni 2026 | 12:18 WIB
Pemerintah Gercep Penanganan Gempa di Sulawesi Tengah, Koordinasi dengan Pemprov Terus Berjalan
Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangannya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026 [Dok. BPMI Setpres]

astakom.com, Jakarta — Pemerintah bergerak cepat alias gercep merespons bencana gempa bumi yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam bagi seluruh masyarakat terdampak.

Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah pusat saat ini sedang intens melakukan koordinasi lintas sektoral demi memastikan penanganan korban dan dampak bencana berjalan secara optimal.

Prasetyo memastikan bahwa komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berjalan seamless agar segala kebutuhan logistik dan bantuan masyarakat di lapangan bisa langsung terpenuhi tanpa delay.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan juga dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," ujar Prasetyo.

Imbauan kepada masyarakat

Di sisi lain, Prasetyo juga memberikan reminder penting bagi masyarakat untuk tetap menaikkan radar kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.

"Pemerintah terus memberikan informasi kepada masyarakat untuk tidak boleh lengah, tetap waspada apabila mengantisipasi kejadian gempa-gempa susulan," tutur Prasetyo.

Ia mewanti-wanti publik agar tidak mudah termakan oleh narasi atau berita yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan fact-check dan hanya merujuk pada statement resmi dari pemerintah serta otoritas terkait demi menghindari sebaran disinformasi di media sosial.

Update terakhir gempa

Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan gempa berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, kemarin siang (16/06/2026), memang bikin shock banyak orang. Tapi tenang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan situasi masih bisa dikendalikan.

"Kami bisa sampaikan bahwa potensi terjadi likuifaksi waktunya sudah lewat," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers daring, dikutip astakom.com pada Rabu (17/06/2026).

Aam, sapaan akrab Abdul Muhari, menjelaskan likuifaksi terjadi saat gempa mengaduk lapisan tanah dengan air tanah hingga berubah jadi lumpur. "Ketika menjadi lumpur inilah objek apa pun di atasnya menjadi tenggelam atau terbawa kalau itu di kemiringan." (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Gempa di Palu mengingatkan pentingnya respons cepat dan informasi yang akurat saat bencana terjadi. Pemerintah terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan dan penanganan berjalan optimal, sementara masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Intinya, ketenangan dan kewaspadaan menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat.

Gempa Bumi Gempa Sulawesi Tengah Gempa Palu Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi

Infografis

Terkini