Apresiasi Haji 2026, Presiden Prabowo Subianto Tetap Dorong Percepatan Masa Tunggu Jemaah

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Kamis, 18 Juni 2026 | 07:17 WIB
Apresiasi Haji 2026, Presiden Prabowo Subianto Tetap Dorong Percepatan Masa Tunggu Jemaah
Apresiasi Haji 2026, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Masa Tunggu Jemaah [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta – Jelang sore tadi, kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang menjadi lokasi pertemuan penting bersama Kementerian Haji dan Umrah serta pimpinan dan anggota Komisi VIII DPR RI pada Rabu (17/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji 2026 guna menyusun langkah taktis dalam mendongkrak kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia ke depannya.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyatakan kalau penyelenggaraan haji tahun 2026 menunjukkan performa yang baik, walaupun evaluasi terhadap beberapa aspek tetap akan dilakukan demi kesempurnaan layanan.

Ia menambahkan, koordinasi intensif yang terbangun antara pemerintah dan Tim Pengawas Haji DPR RI menjadi salah satu faktor pendukung yang sangat positif dalam pelaksanaan tahun ini.

Irfan menambahkan kalau berkat kerja sama yang solid, berbagai hambatan di lapangan bisa langsung ditangani secara responsif. Hal ini krusial dalam memastikan kenyamanan dan pelayanan bagi jemaah haji tidak terganggu.

"Alhamdulillah hari ini saya terutama dengan DPR, dan saya sangat senang tadi Bapak Presiden memberikan apresiasi kepada penyelenggaraan haji pada tahun ini,” ucap Irfan pada keterangannya.

Percepatan pengurusan dokumen jemaah jadi capaian progresif

Walaupun dihadapkan pada tantangan waktu karena baru mulai berjalan pada September 2025, Kementerian Haji dan Umrah berhasil mengejar berbagai tahapan persiapan yang sempat tertinggal dari jadwal Pemerintah Arab Saudi yang sudah dimulai sejak Juni 2025.

Menhaj Gus Irfan memaparkan sejumlah capaian positif dalam pelaksanaan haji tahun 2026, yang menurutnya berhasil terwujud berkat adanya kolaborasi erat lintas kementerian dan lembaga.

"Pertama tentu percepatan penerbitan visa. Visa terbit sekitar akhir pertengahan Ramadan, ini hal yang sangat-sangat luar biasa. Nusuk sudah mulai dibagikan di tanah air sehingga tidak ada lagi cerita jemaah yang terpisah dari keluarganya, jemaah yang tidak mendapatkan hotel padahal sudah sampai di sana, jamaah yang tercecer di mana-mana tidak ada lagi. Kemudian yang berikutnya lagi adalah kita walaupun tahun ini masih paket D tapi sebenarnya itu lebih dari D, itu lebih dari menuju paket C itu sebetulnya,” papar Menhaj.

Terobosan kontrak panjang

Guna menjamin kualitas, pemerintah kini mulai memberlakukan sistem kontrak jangka panjang atau multiyears dengan para penyedia layanan.

Menurut Irfan, terobosan ini bertujuan memberikan kepastian bagi mitra penyedia layanan, sehingga mereka lebih berkomitmen untuk berinvestasi dalam meningkatkan kualitas fasilitas bagi jemaah haji asal Indonesia.

Irfan menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan sejumlah instruksi strategis demi mendongkrak kualitas pelaksanaan haji tahun 2027. Poin-poin arahan tersebut meliputi perbaikan kualitas katering jemaah, percepatan waktu persiapan operasional, hingga peningkatan standar penginapan dan hotel yang akan ditempati jemaah Indonesia.

"Bapak presiden memberikan masukan-masukan untuk peningkatan layanan kepada jemaah haji terkait dengan tahun 2027 nanti termasuk bagaimana makanan-makanan bisa dipersiapkan lebih dini, lebih bagus lagi kemudian bagaimana beliau juga memberikan masukan tentang penginapan-penginapan hotel-hotel yang harus juga lebih dilatih lebih baik lagi,” sambung Irfan.

Wacana Kampung haji

Di samping itu, Irfan mengungkapkan kalau Kepala Negara menaruh perhatian khusus pada pengembangan konsep Kampung Haji. Proyek ini diproyeksikan sebagai langkah jangka panjang untuk mendongkrak mutu pelayanan, sekaligus menekan biaya operasional haji agar lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

"Beliau ingin kampung haji sebagai bagian upaya untuk peningkatan pelayanan bagi jemaah haji sekaligus untuk menekan biaya haji. Nanti akan dibahas, kita akan bahas dengan DPR walaupun kita tahu tantangan tahun ini luar biasa, terutama nilai tukar, kemudian kenaikan avtur, kemudian situasi global yang masih belum jelas, kemudian pemerintah Saudi juga menaikkan layanan-layanannya yang otomatis juga akan berpengaruh pada nilai harganya. Itu juga nantikan kita bicarakan dengan teman-teman DPR,” ucap Irfan.

Misi memangkas antrean

Selain peningkatan layanan, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada upaya memperpendek masa tunggu jemaah haji.

Menurut Irfan, walaupun tren antrean di beberapa wilayah yang sebelumnya sangat mengular sudah mulai menunjukkan progres positif, Presiden meminta pemerintah tidak berpuas diri dan terus melahirkan inovasi agar waktu tunggu keberangkatan bisa dipotong lebih masif.

"Tahun ini kita sudah bisa memastikan bahwa maksimal 26 tahun, walaupun yang asalnya 35 dan 40, di Konawe Selatan hampir 50 tahun tapi itu juga bagi Presiden juga masih belum memuaskan, beliau berpikir coba carikan cara bagaimana bisa lebih cepat lagi, dan kita, dan teman-teman DPR masih harus berpikir keras untuk bisa mewujudkan itu,” jelas Irfan.

Rentetan arahan ini menjadi bukti keseriusan Presiden Prabowo dalam menyediakan pelayanan haji yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga ramah kantong dan berkeadilan bagi warga Indonesia. Pemerintah berharap, pengelolaan ibadah haji ke depan dapat bertransformasi menjadi bentuk layanan publik yang jauh lebih profesional serta berorientasi penuh pada kenyamanan jemaah. (nAD/aRsp)

​Gen Z Takeaway

Pelaksanaan Haji 2026 dinilai makin adaptif dan satset berkat digitalisasi visa lewat aplikasi Nusuk, jadi gak ada lagi cerita jemaah tersesat atau telantar. Kerennya lagi, pemerintah lagi cooking proyek jangka panjang bernama "Kampung Haji" dan berupaya keras memangkas masa tunggu keberangkatan yang tadinya sampai puluhan tahun biar bisa jauh lebih cepat dan ramah di kantong. Highkey a massive upgrade for our parents and future generations!

Kemenhaj Kementerian Haji dan Umrah Prabowo Subianto Haji 2026 Layanan haji 2026

Infografis

Terkini