Gaspol! Komisi X DPR Kasih Lampu Hijau Tambahan Anggaran Kemdiktisaintek Rp17,18 T demi Beasiswa & Mutu Kampus

Editor: Anri Syaiful
Kamis, 18 Juni 2026 | 10:02 WIB
Gaspol! Komisi X DPR Kasih Lampu Hijau Tambahan Anggaran Kemdiktisaintek Rp17,18 T demi Beasiswa & Mutu Kampus
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/06/2026). [Dok. DPR]

astakom.com, Jakarta – Komisi X DPR akhirnya menyetujui pagu indikatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di RAPBN 2027 sebesar Rp64,84 triliun. Nggak cuma itu, mereka juga setuju sama usulan tambahan anggaran yang jumlahnya nggak main-main, yaitu Rp17,18 triliun.

Keputusan ini diambil biar program-program strategis pendidikan tinggi dan pengembangan sains nasional bisa jalan maksimal dan nggak stuck.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, blak-blakan kalau anggaran awal sebenarnya kurang worth it buat ngejar target yang ambisius.

“Komisi X DPR RI menyampaikan bahwa alokasi anggaran tersebut tidak memadai, karena alokasi anggaran yang diusulkan belum mampu mendukung pemenuhan berbagai amanat, sasaran, dan target prioritas sebagaimana dalam RPJPN Tahun 2025-2045, Asta Cita ke-4 dan ke-8, RPJMN Tahun 2025-2029, dan RKP Tahun 2027,” ujar Lalu Hadrian saat rapat kerja dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (17/6/2026), dilansir laman resmi DPR.

Fokus utama: beasiswa yang anti-wacana

Lalu menjelaskan kalau ada banyak banget program krusial yang butuh suntikan dana tambahan supaya nggak cuma jadi wacana. Beberapa di antaranya yang jadi sorotan adalah Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), sampai Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK). Semua ini penting banget buat mastiin akses pendidikan yang inklusif.

Nggak cuma beasiswa, Komisi X juga concern banget sama kesejahteraan dosen non-PNS. Selain itu, ada penguatan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), pembinaan melalui LLDIKTI, hingga revitalisasi rumah sakit pendidikan dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Semuanya wajib di-upgrade biar kualitas pendidikan kita makin slay.

“Program di Kemdiktisaintek yang belum terpenuhi antara lain Program KIP Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia, Beasiswa ADIK, program pendukung peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi dan iptek, hingga tunjangan profesi dosen non-PNS, BOPTN, BOPT, dan fasilitasi pembinaan kelembagaan melalui LLDIKTI,” tambah politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Pentingnya ekosistem riset yang high quality

Bagi Komisi X, revitalisasi rumah sakit pendidikan dan dukungan buat jurnal ilmiah adalah kunci buat bikin SDM Indonesia makin berdaya saing di level global. Penguatan riset dan teknologi di kampus harus terus didorong biar ekosistem sains kita nggak ketinggalan zaman.

Lalu menekankan kalau tambahan anggaran ini tetap harus align dengan arah pembangunan nasional.

“Pengajuan tambahan anggaran dan pengalokasian setiap program harus tetap mengacu pada RPJPN 2025-2045, Asta Cita, RPJMN 2025-2029, serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 agar arah pembangunan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi berjalan selaras dengan prioritas nasional,” pungkasnya. (aNs)

Gen Z Takeaway

Komisi X DPR akhirnya nge-gol-kan tambahan anggaran Rp17,18 triliun buat Kemdiktisaintek, supaya program-program krusial kayak KIP Kuliah, BPI, sampai kesejahteraan dosen non-PNS nggak cuma jadi wacana doang. Tambahan dana ini beneran jadi game changer biar akses pendidikan tinggi kita makin inklusif, riset makin slay, dan kualitas kampus di Indonesia bisa makin upgrade buat bersaing di level global. 

Kemdiktisaintek Komisi X DPR RAPBN 2027 Perguruan Tinggi Anggaran Kemdiktisaintek

Infografis

Terkini