Di Munas HIPMI, Presiden Prabowo Ajak Pengusaha Muda Kembali ke Amanat UUD 1945

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 10 Juni 2026 | 23:03 WIB
Di Munas HIPMI, Presiden Prabowo Ajak Pengusaha Muda Kembali ke Amanat UUD 1945
Presiden Prabowo dalam Musyawarah Nasional XVIII HIPMI 2026 [Dok. Tangkapan Layar YouTube Setpres]

Reporter: Usman 

astakom.com, JakartaPresiden Prabowo Subianto ngajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) buat kembali back to basic dengan jadiin Pasal 33 amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai blueprint utama dalam ngebangun perekonomian nasional.

Statement ini disampaikan langsung sama Presiden Prabowo pas ngisi speech di Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI Tahun 2026 yang digelar di Bandar Lampung, Selasa (10/06/2026).

Presiden Prabowo menekankan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak dapat dilepaskan dari semangat nasionalisme. Menurutnya, berbagai negara yang berhasil menjadi kekuatan ekonomi dunia mampu tumbuh karena memiliki fondasi nasionalisme yang kuat.

"Sebenarnya tidak ada kemajuan suatu bangsa tanpa nasionalisme. Sebetulnya tidak ada. Bahkan embahnya kapitalisme, guru-guru kapitalisme sekalipun mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bisa datang dengan nasionalisme," ujar Prabowo.

Pertumbuhan ekonomi harus didorong nasionalisme

Presiden mengutip pandangan Profesor Liah Greenfeld yang menyebut bahwa perkembangan ekonomi modern tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan didorong dan dipertahankan oleh nasionalisme.

"Perkembangan, pertumbuhan, disimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme. Ini adalah guru kapitalisme," katanya.

Di hadapan ratusan pengusaha muda dan para senior HIPMI, Prabowo menilai organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam melahirkan pemimpin-pemimpin nasional di berbagai bidang, baik pemerintahan maupun dunia usaha.

Namun demikian, Presiden mengajak seluruh kader HIPMI untuk melihat kondisi bangsa secara jujur, khususnya dalam bidang ekonomi.

"Menurut pandangan saya, menurut keyakinan saya, bahwa bangsa kita telah menyimpang dari pemikiran, dari warisan pendiri-pendiri bangsa kita sendiri," tegasnya.

Tekankan implementasi Pasal 33 UUD 1945

Prabowo mengatakan para pendiri bangsa telah mewariskan berbagai fondasi penting yang mampu menjaga keutuhan Indonesia, mulai dari Sumpah Pemuda, Pancasila, hingga UUD 1945. Namun, menurutnya, amanat ekonomi yang terkandung dalam Pasal 33 UUD 1945 belum sepenuhnya dijalankan.

"Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang sangat jelas dan sangat gamblang itu tidak mau dibicarakan. Tidak mau dibicarakan dan tidak mau apalagi diberlakukan," ujarnya.

Presiden juga menyoroti sejumlah ketimpangan dalam sistem ekonomi nasional yang menurutnya masih dirasakan oleh masyarakat kecil. Salah satunya terkait akses pembiayaan yang dinilai belum berpihak kepada kelompok usaha mikro.

"Saya kaget waktu saya kampanye. Saya berurusan dengan ibu-ibu yang ikut kredit super mikro. Mereka rata-rata bayar bunga itu 24 persen. Saudara pengusaha, pengusaha-pengusaha besar pinjam uang dari bank milik pemerintah bunganya 9 persen, 10 persen. Bagaimana orang miskin bayar bunga lebih tinggi daripada pengusaha besar?" kata Prabowo.

Pasal 33 UUD 1945 sebagai pedoman

Menurut Presiden, berbagai kejanggalan tersebut menjadi alasan perlunya kembali menempatkan Pasal 33 UUD 1945 sebagai pedoman pembangunan ekonomi nasional.

Ia meyakini Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju apabila kekayaan alam yang dimiliki dapat dikelola secara optimal dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Kita sudah diberi rancang bangun, blueprint, tapi kita pura-pura bahwa itu tidak penting. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan," ucapnya.

Prabowo menegaskan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikelola sesuai amanat konstitusi.

"Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Ini bahasa Indonesia, tidak perlu ditafsirkan, tidak perlu diterjemahkan. Harus dilaksanakan," tegas Presiden.

Ajak pemuda ambil peran perkuat ekonomi

Menutup pidatonya, Prabowo mengajak para pengusaha muda HIPMI untuk mengambil peran dalam memperkuat ekonomi nasional yang berpijak pada kepentingan rakyat dan cita-cita para pendiri bangsa.

Ia optimistis Indonesia mampu bangkit lebih cepat apabila seluruh elemen bangsa kembali menjalankan prinsip-prinsip ekonomi yang telah digariskan dalam konstitusi.

"Saya sangat yakin kita laksanakan Pasal 33, tentunya dengan arif, dengan bijaksana. Saya yakin Indonesia akan bangkit dengan cepat. Kita akan bangkit," pungkasnya. (Usm/aLf/aNs) 

Gen Z Takeaway

Di hadapan HIPMI, Presiden Prabowo mengajak generasi pengusaha muda untuk kembali menjadikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai kompas pembangunan ekonomi nasional. Pesan utamanya sederhana: pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan semangat nasionalisme, pemerataan akses, dan keberpihakan pada rakyat, agar potensi besar Indonesia benar-benar bisa diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang lebih merata.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia HIPMI Presiden Prabowo Prabowo Subianto

Infografis

Terkini

Job Fair di Yogyakarta

Sejumlah peserta pencari kerja mengikuti Job Fair, di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta, Rabu (10/6/2026).

Footage 18:48 WIB