Waduh! Market Crash Juga Melanda Korsel, Bursa Kospi Catat Modal Asing Banyak Keluar
astakom.com, Jakarta - Di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh dengan ketidakpastian, investor global makin ketat dalam menginvestasikan uangnya. Di beberapa market negara kawasan Asia pekan ini melaporkan, pasar keuangan Korea Selatan saat ini lagi under pressure.
Diketahui Indeks saham utama Korea Selatan, KOSPI anjlok cukup dalam di perdagangan pagi ini. Hal ini diikuti juga dengan tren perlemahan nilai tukar won Korea Selatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (8/6/2026), KOSPI melemah ke angka 7.484,41 anjlok 8,29 persen dari perdagangan sebelumnya atau berkurang 676,18 sepanjang perdagangan hari ini.
Berdasarkan data yang dihimpun astakom.com, tekanan terhadap bursa saham Korea Selatan terjadi pasca pasar global mendapat guncangan kekhawatiran atas arah suku bunga AS.
Tekanan datang dari Big Caps
Reuters merilis hasil analisis dari analis Kiwoom Securities, Han Ji-young, yang bilang kalau kejutan dari tenaga kerja AS memicu kekhawatiran pasar bahwa The Fed masih punya peluang buat mempertahankan sikap ketat bahkan berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini.
Tekanan besar di bursa perdagangan Korea justru datang dari saham teknologi dan semikonduktor. Diketahui Big Caps chips Korea Selatan yakni Samsung Electronics dan SK Hynix, masing-masing turun tajam lebih dari 10 persen.
Tren itu justru diikuti sama sikap investor asing yang melakukan aksi jual, sekaligus memperpanjang net sell menjadi 21 sesi beruntun.
Won melemah
Diketahui, asing membukukan jual bersih sekitar 200 miliar won atau setara dengan US$128,86 juta.
Won atau mata uang Korea Selatan juga menunjukkan perlemahan terhadap dolar AS. Kurs Korsel kembali ada di level bawah bahkan terlemah sejak krisis keuangan global 2009.
Dikutip dari Refinitiv, won Korsel di akhir perdagangan Jumat (5/6/2026) ditutup melemah atau terdepresiasi 1.78 persen dalam sehari, sehingga mata uangnya ke level KRW1.559,08 per dolar AS.
Domestik ikut incar market global
Akibat tekanan ini, dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat, institusi keuangan sampai perusahaan Korea semakin masif dan agresif menempatkan dananya ke aset luar negeri, terutama aset berbasis dolar AS kayak obligasi luar negeri, saham AS sampai properti luar negeri.
Kurs Korea Selatan juga makin dipengaruhi sama keputusan investor domestik dalam alokasikan kekayaan ke market global. Tekanan ini terlihat dari derasnya arus investasi keluar dari Negeri Gingseng dari Januari-November 2025, Penduduk Korea Selatan tercatat menginvestasikan sekitar USD129,4 miliar ke luar negeri. Di saat berbarengan, surplus transaksi berjalan Korsel cuma sebesar USD101,8 miliar. (Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Pasar keuangan Korea Selatan lagi kena big pressure. KOSPI jeblok, won makin lemah, sementara investor asing masih lanjut sell-off karena khawatir The Fed bakal tetap hawkish soal suku bunga. Efeknya, makin banyak dana warga dan institusi Korea yang switch ke aset luar negeri berbasis dolar AS.









