Update Realisasi APBN Per Mei 2026: Daya Beli Warga Masih Ngebut, Duit Negara Makin Tebal!

Pewarta: Shintya
Editor: AR Purba
Senin, 8 Juni 2026 | 12:56 WIB
Update Realisasi APBN Per Mei 2026: Daya Beli Warga Masih Ngebut, Duit Negara Makin Tebal!
Realisasi APBN Per Mei 2026 Tunjukkin Daya Beli Warga Masih Ngebut, Duit Negara Makin Tebal! (astakom/shintya)

astakom.com, Jakarta - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai akhir Mei 2026. Dalam update laporan Kemenkeu terbaru itu, terlihat kalau aktivitas ekonomi Indonesia terus mengalami pergerakan ke arah positif.

Hal itu tercermin dari kuatnya permintaan domestik dan daya beli masyarakat yang masih kuat. Dalam data yang dipaparkan di gelaran  Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juni 2026, indeks belanja masyarakat dalam penjualan kendaraan bermotor, hingga konsumsi semen menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, data-data itu mengonfirmasi bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga dan aktivitas ekonomi terus bergerak positif.

“Ini menunjukkan domestic demand yang kuat dan juga menggambarkan daya beli masyarakat yang masih kuat,” kata Purbaya dikutip oleh astakom.com pada Senin (8/6/2026).

Penerimaan pajak tumbuh 22,1 persen

Selain itu, pendapatan negara pada periode ini berhasil tembus ke angka Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau dalam Year on Year (YoY). 

Pertumbuhan itu ditopang oleh penerimaan perpajakan yang meningkat 22,1 persen serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang tumbuh 19,9 persen.

Pengelolaan fiskal makin sehat

Selain itu, keseimbangan primer juga mencatatkan surplus sebesar Rp58,6 triliun, mencerminkan pengelolaan fiskal yang semakin sehat dan berkelanjutan.

“Surplus keseimbangan primer sekarang Rp58,6 triliun, sudah positif lagi. Artinya anggaran kita sekarang lebih berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya,” kata Menkeu Purbaya.

APBN terus dijaga

Meskipun kinerja perekonomian Indonesia terus menunjukkan hasil positif, Menkeu menegaskan kalau pemerintah akan terus menjaga APBN supaya terus optimal terutama dalam peran sebagai shock absorber dan penggerak perekonomian.

“Ke depan, pemerintah akan terus menjaga APBN tetap sehat, prudent, adaptif, dan kredibel guna memperkuat stabilitas, menjaga momentum pertumbuhan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” kata Menkeu Purbaya menutup.(Shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

Ekonomi RI lagi kasih vibes positif. Belanja masyarakat masih jalan, penerimaan negara tembus Rp1.185 triliun dan surplus primer balik positif, jadi sinyal kalau daya beli serta aktivitas ekonomi masih cukup solid. Meski begitu, pemerintah bilang APBN bakal tetap dijaga biar stay sehat dan bisa jadi shock absorber kalau kondisi global berubah.

APBN KiTa APBN 2026

Infografis

Terkini