Mind-Blowing! RI-Filipina Sepakat Skema Trade Barter Komoditi: Nilainya Tembus Rp6,29 Triliun
astakom.com, Jakarta - Pengusaha Indonesia dan Filipina deal dua kesepakatan imbal dagang atau barter ekspor-impor. Potensi transaksi persekutuan ini mencapai USD350 juta atau setara sama Rp6,29 triliun.
Kabar gembira ini dari sesama negara kawasan ini disampaikan Pemerintah lewat Kementerian Perdagangan yang bilang kalau barter jadi langkah strategis buat atasi fluktuasi nilai tukar yang menekan mata uang kedua negara.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan kalau barter menjadi cara yang bisa diambil untuk menjaga stabilitas perdagangan tanpa tergantung ke pembayaran tunai dalam dolar Amerika Serikat/AS.
Menurutnya ini juga jadi movement nyata dan menjadi instrumen efektif dalam menghemat cadangan devisa di situasi ketidakpastian global yang terjadi saat ini.
“Skema imbal dagang yang terstruktur dengan baik dapat menjadi instrumen perdagangan di tengah ketidakpastian perdagangan global dan tekanan mata uang saat ini. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memberikan bimbingan regulasi serta fasilitasi perdagangan bagi pelaku usaha Indonesia," kata Mendag Budi Santoso pada penandatanganan MoU di Kantor Kementerian Perdagangan, dikutip oleh astakom.com pada Senin (8/6/2026).
Dua MoU udah diteken
"Hal ini penting agar seluruh proses bisnis ini dapat berjalan dengan kepastian hukum yang jelas,” Mendag Budi Santoso menambahkan.
Nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani hari ini, Senin (8/6/2026), yaitu dua imbal dagang yang melibatkan pelaku usaha Indonesia dan Filipina. Diketahui ada dua MoU imbal dagang tripartit atau yang masing-masing melibatkan tiga pihak.
MoU pertama yaitu perjanjian Asian Pyrochem Technologies dari Filipina bersama PT Trade Barter Indonesia dan Asosiasi Garment dan Tekstil Indonesia. Dalam MoU ini tiga pihak yang terlibat udah deal atau menyepakati pertukaran serat abaka mentah dengan produk tekstil jadi senilai USD50 juta per tahun.
Barter produk baja dengan bijih besi
MoU kedua yaitu perjanjian Asian Pyrochem Technologies bersama PT Trade Barter Indonesia dan PT Krakatau Global Trading. Di MoU ini ketiga pihak deal buat barter antara produk baja sama bijih besi asal Filipina. Barter ini dilakuin buat memenuhi kebutuhan produksi Krakatau Steel senilai USD 300 juta per tahun.
“Kedua proyek ini menunjukkan komitmen pelaku usaha Indonesia dan Filipina untuk menghadirkan solusi perdagangan yang inovatif dan saling menguntungkan," ungkap Mendag.
"Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat rantai pasok industri dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang," tambah Budi.
Deep penjajakan bisnis Indonesia-Filipina
Selain menyetujui MoU di atas, diketahui delegasi Filipina mengikuti penjajakan bisnis (business matching) sama eksportir dan produsen unggulan Indonesia.
Komoditas yang ditampilkan yakni bahan bangunan dan sejumlah komoditas unggulan lainnya dari Indonesia dengan prospek besar di pasar Filipina.
Fyi, Business matching itu jadi salah satu tindak lanjut dari pembentukan Indonesia-Philippines Business Association (IPBA). Asosiasi tersebut diinisiasi pada 6 Mei 2026 saat kunjungan Mendag Budi Santoso ke Cebu, Filipina buat hadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2026. IPBA punya tujuan buat memperkuat konektivitas dan kemitraan bisnis antara pelaku usaha kedua negara.(Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Indonesia dan Filipina baru aja deal barter senilai Rp6,29 triliun buat ngurangin ketergantungan sama dolar di tengah market yang lagi volatile. Produk tekstil, serat abaka, baja, sampai bijih besi bakal ditukar langsung tanpa transaksi tunai penuh. Move ini dinilai bisa bantu jaga devisa sekaligus bikin supply chain kedua negara makin solid.









