Angwan Gerindra Desak Pertamina PHE Gercep Eksplorasi demi Dongkrak Lifting Migas Nasional!

Pewarta: Anri Syaiful
Editor: AR Purba
Jumat, 29 Mei 2026 | 10:41 WIB
Angwan Gerindra Desak Pertamina PHE Gercep Eksplorasi demi Dongkrak Lifting Migas Nasional!
Anggota Komisi XII DPR Ramson Siagian mendesak PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempercepat eksplorasi wilayah kerja migas guna meningkatkan lifting minyak nasional. [Dok. DPR RI]

astakom.com, Jakarta – Anggota Komisi XII DPR, Ramson Siagian, lagi ngedesak PT Pertamina Hulu Energi (PHE) buat satset melakukan percepatan eksplorasi wilayah kerja migas.

Langkah ini dinilai krusial banget buat meningkatkan lifting minyak nasional yang belakangan ini lagi kelihatan lesu.

Desakan ini disampaikan langsung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama jajaran direksi PHE, para direktur regional, hingga general manager zona di Ruang Rapat Komisi XII DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa hari silam, dikutip astakom.com dari laman resmi DPR pada Jumat (29/05/2026).

Alih kelola blok strategis malah bikin produksi FOMO?

Dalam rapat yang ngebahas realisasi lifting migas 2025–2026 dan strategi percepatannya, Ramson langsung spill fakta soal penurunan produksi minyak nasional. Menurutnya, hal ini jadi tantangan yang red flag banget buat Pertamina setelah mengambil alih pengelolaan sejumlah blok migas strategis dari kontraktor asing.

Ia mengingatkan kalau pas alih kelola Blok Rokan dari operator sebelumnya ke Pertamina tahun 2018, produksinya masih menyentuh angka 220 ribu barrel oil per day (BOPD). Tapi plot twist-nya, di tahun 2025 kemarin, produksinya malah merosot ke kisaran 158 ribu BOPD, begitu juga dengan Blok Mahakam yang tren produksinya ikutan terjun bebas.

Target naik dikit? Sambat anggota Dewan!

Melihat target yang dipasang perusahaan, Ramson merasa manajemen Pertamina kurang ambisius dan butuh healing dari cara kerja lama. “Target lifting minyak 2026 hanya naik sekitar delapan ribu barrel per day dibandingkan 2025. Ini terlalu kecil. Pertamina harus bergerak lebih progresif,” tegas politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Menurutnya, buat mendongkrak lifting itu gak cukup kalau cuma menahan laju natural decline lewat optimalisasi lapangan tua atau sekadar pakai teknik enhanced oil recovery (EOR). Ramson menegaskan kalau nyari wilayah kerja baru lewat eksplorasi yang gercep alias gerak cepat itu adalah core memory yang harus diprioritaskan sekarang.

Eksplorasi lemah bikin ketahanan energi terancam

Ramson blak-blakan menunjuk hidung titik paling lemah dari skena bisnis Pertamina saat ini yang bikin kinerjanya kurang slay. “Yang saya lihat, titik terlemah Pertamina saat ini adalah percepatan eksplorasi. Kalau natural decline terjadi, itu harus diimbangi dengan langkah eksplorasi yang lebih cepat.”

Gak cuma itu, proses ambil keputusan di internal Pertamina juga dinilai terlalu slow respons dan bikin gemas. Ia meminta manajemen PHE segera menerapkan sistem kontrol berbasis teknologi informasi (TI) biar seluruh progres dari eksplorasi sampai produksi bisa dipantau secara real time oleh para bos besar tanpa ada yang ditutupi.

Gak zaman business as usual, saatnya era Presiden Prabowo!

Sebagai penutup, ia ngasih ultimatum biar para pimpinan di PHE gak kerja dengan gaya safe zone alias biasa-biasa aja. “Jangan business as usual. Harus progresif. Kalau ada pimpinan regional yang lamban, evaluasi dan ganti. Ini soal tanggung jawab besar untuk menjaga ketahanan energi nasional,” katanya.

Ia mengingatkan kalau Indonesia pernah berjaya dengan lifting minyak 1,3 juta barrel per day di tahun 2001, tapi sekarang menyusut drastis ke angka 600 ribu barrel per day. Ramson berharap banget di bawah era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, produksi minyak kita bisa kembali glow up demi kemandirian energi nasional. (aNs/aRsp)

Gen Z Takeaway

Berita di atas spill momen anggota Komisi XII DPR, Ramson Siagian, yang lagi speak up dan ngasih ultimatum ke Pertamina PHE buat stop kerja gaya business as usual yang dinilai slow respons. Beliau blak-blakan bilang kalau penurunan produksi di blok strategis kayak Rokan dan Mahakam itu red flag banget buat ketahanan energi nasional, makanya PHE didesak buat gercep eksplorasi wilayah baru dan manfaatin IT biar kinerjanya makin slay. Intinya, manajemen PHE harus keluar dari safe zone mereka biar lifting minyak nasional bisa kembali glow up dan nggak FOMO di era Presiden Prabowo.

Komisi XII DPR Ramson Siagian Lifting Migas PT Pertamina Hulu Energi Ketahanan Energi

Infografis

Terkini