Daging Surplus Sepanjang Iduladha 2026, Tapi Harga kok Naik Tipis? Cabai Malah Makin Pedesss!
astakom.com, Jakarta - Di tengah momentum Idul Adha 2026, harga daging nasional terpantau masih cukup stabil meski sebelumnya permintaan masyarakat sempat melonjak selama musim kurban.
Kondisi ini ditopang oleh stok hewan ternak yang tahun ini terbilang melimpah, bahkan surplus di sejumlah daerah.
Stok aman, harga naik tipis hingga 8%
Kementerian Pertanian mencatat ketersediaan hewan kurban nasional mencapai sekitar 3,24 juta ekor, sementara kebutuhan masyarakat saat Idul Adha diperkirakan hanya 2,35 juta ekor. Artinya, terdapat surplus sekitar 891 ribu ekor sapi, kambing, dan domba yang membuat pasokan daging di pasar tetap aman setelah perayaan kurban.
Namun, berdasarkan Panel Harga Pangan Bank Indonesia per 29 Mei 2026, harga daging sapi kualitas 1 berada di level Rp150.300 per kilogram atau hanya naik tipis 1,35% setara Rp2.000. Sementara daging sapi kualitas 2 tercatat Rp140.950 per kg, naik 1,08% atau sekitar Rp1.500.
Di beberapa wilayah terdapat lonjakan harga daging sapi kualitas 1. Seperti di Aceh, daging sapi ini dihargai Rp180.000 per kg naik 8.01% atau naik Rp13.350. Tetapi di Sumatera Selatan, Utara dan Barat harga daging sapi masih tetap sama dari hari sebelumnya.
Harga cabai merah besar naik Rp15 ribu
Harga Daging Ayam Ras Segar juga masih relatif terkendali di angka Rp39.250 per kg, hanya naik 1,95% atau Rp750. Stabilnya harga protein hewani ini dinilai berbeda dibanding pola tahunan sebelumnya yang biasanya mengalami lonjakan cukup tinggi setelah momen Idul Adha.
Melimpahnya stok ternak membuat pasokan daging di pasar tradisional maupun retail modern masih terjaga. Kondisi surplus ini sekaligus menjadi penahan agar harga daging tidak ikut ngegas di tengah naiknya sejumlah komoditas pangan lain.
Sebaliknya, tekanan harga justru terjadi pada kelompok bumbu dapur, terutama cabai. Cabai merah besar melonjak 27,45% atau naik Rp15.800 menjadi Rp73.350 per kg. Cabai merah keriting ikut naik 26,23% atau bertambah Rp14.400 menjadi Rp69.300 per kg.
Harga bawang merah naik tipis
Cabai rawit merah bahkan menyentuh Rp82.050 per kg setelah naik 11,63% atau Rp8.550. Sementara bawang merah ukuran sedang naik 5,07% atau Rp2.450 menjadi Rp50.800 per kg.
Kondisi ini menunjukkan suasana pasar pangan pasca-Idul Adha 2026 cukup unik. Saat stok daging masih melimpah dan harga protein hewani cenderung stabil, justru komoditas cabai dan bumbu dapur yang bikin masyarakat panik.
Sebaliknya, Bawang Putih justru turun tipis 0,39% atau turun Rp150 ke Rp38.500 per kg. Di kelompok beras, mayoritas harga cenderung stabil. Beras kualitas bawah I turun tipis 0,34% atau berkurang Rp50 menjadi Rp14.550 per kg. Beras kualitas super I juga turun 0,29% atau turun Rp50 ke Rp17.400 per kg. Sementara jenis beras lainnya masih terpantau stabil.
Gula dan minyak lebih chill
Di sisi lain, harga gula dan minyak goreng relatif lebih kalem. Gula Pasir Premium naik tipis 0,25% atau bertambah Rp50 menjadi Rp20.250 per kg. Gula pasir lokal di angka Rp19.100 per kg turun 0,26% atau turun Rp50.
Minyak Goreng Kemasan bermerek 1 naik 0,42% atau Rp100 menjadi Rp24.000 per kg, sedangkan kemasan bermerek 2 naik 0,22% atau Rp50 menjadi Rp23.150 per kg. Sementara itu, Minyak Goreng Curah dan Telur Ayam Ras Segar terpantau masih stabil di level Rp20.600 per kg dan Rp30.500 per kg. (Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Di tengah vibes Idul Adha, stok daging nasional ternyata lagi surplus, jadi harga sapi dan ayam masih aman alias gak segila tahun-tahun lalu. Plot twist-nya, yang bikin warga overthinking malah cabai dan bawang karena harganya naik brutal. Jadi sekarang beli daging masih chill, tapi bikin sambal yang mulai bikin dompet surrender.










