Polisi Ungkap Kronologi Satu Keluarga Meninggal dalam Tenda Kemah di Tempat Wisata

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: AR Purba
Jumat, 29 Mei 2026 | 21:31 WIB
Polisi Ungkap Kronologi Satu Keluarga Meninggal dalam Tenda Kemah di Tempat Wisata
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra [Dok. Humas Polres Temanggung]

astakom.com, Jakarta — Kejadian empat orang yang terdiri dari pasangan suami istri dan kedua anak laki-lakinya ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat sedang berkemah di kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5/2026), semakin didalami penyebabnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra, menjelaskan kronologi lengkap penemuan empat anggota keluarga yang ditemukan tidak bernyawa di dalam tenda kemah mereka di kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Kronologi penemuan jenazah

Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra mengungkapkan, timeline tragedi ini bermula ketika rombongan satu keluarga tersebut tiba di lokasi objek wisata pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Setibanya di sana, mereka langsung mendirikan tenda untuk bermalam tanpa ada gelagat aneh atau kecurigaan dari pihak pengelola.

Keesokan harinya, Rabu (27/5/2026) siang sekitar pukul 11.45 WIB, petugas camping ground sebenarnya sudah mendatangi area korban untuk memberikan reminder agar mereka segera bersiap melakukan proses check-out.

"Petugas wisata sempat mengingatkan para korban untuk segera melakukan proses 'check out' karena lokasi area perkemahan akan dibersihkan. Namun, saat itu tidak ada respons dari dalam tenda," ungkap Komang, dikutip dari media sosial resmi Humas Polres Temanggung, Jumat (29/5/2026).

Tak ada respons dari dalam tenda

Namun, hingga waktu yang ditentukan, tidak ada pergerakan ataupun respons sama sekali dari dalam tenda berukuran sedang tersebut.

Merasa ada yang janggal karena batas waktu hunian sudah terlewat jauh, petugas kembali menyambangi spot berkemah korban pada pukul 15.00 WIB untuk melakukan pengecekan ulang dan memutuskan untuk membuka paksa resleting pintu tenda.

Saat itulah plot twist memilukan terjadi, petugas mendapati keempat korban sudah terbujur kaku dalam kondisi meninggal dunia.

"Petugas kembali mendatangi dan membuka pintu. Maka setelah dibuka pintu terlihatlah keempat korban sudah kaku di lokasi kejadian," tutur Komang.

Investigasi terus dilakukan

Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan korban yang teridentifikasi meninggal yakni M Ali Munawar (52), Magfiroh Alvira (43), serta kedua putra mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakim (16).

Guna memastikan penyebab pastinya secara scientific, Polres Temanggung kini tengah melakukan investigasi mendalam dengan back-up penuh dari Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng yang langsung turun tangan melakukan proses autopsi.

"Kemarin sudah dilakukan autopsi terhadap empat korban. Dari empat korban ini dipilih salah satu korban yang fisiknya paling kuat, paling muda. Dipilihlah (jenazah) anaknya yang umurnya 17 tahun. Jadi kita menunggu hasil Labfor" ujar Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, seperti dikutip dari berita astakom.com. (aLf/aRsp)

Gen Z Takeaway

Tragedi camping di Kledung jadi reminder kalau healing di alam tetap perlu awareness soal keselamatan. Karena penyebab meninggalnya satu keluarga ini masih dalam proses autopsi dan uji lab, publik juga sebaiknya nggak buru-buru bikin spekulasi sebelum hasil investigasi resmi keluar.

Satu Keluarga Meninggal di Tenda Temanggung Meninggal Tewas kawasan wisata Kledung Polres Temanggung Disaster Victim Identification (DVI)

Infografis

Terkini