DEN Spill CNG Lebih Cuan dan Ramah Lingkungan Ketimbang LPG

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45 WIB
DEN Spill CNG Lebih Cuan dan Ramah Lingkungan Ketimbang LPG
DEN Klaim CNG Lebih Cuan dan Ramah Lingkungan Dibanding LPG. (astakom/AI)

astakom.com, Jakarta - Compressed natural gas (CNG) atau gas bumi yang dikompresi sebagai pengganti liquified petroleum gas (LPG), saat ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan Dewan Energi Nasional (DEN). 

Pasalnya jika berhasil diimplementasikan, penggunaan CNG di sektor transportasi dihitung-hitung bisa ngepress biaya operasional sekaligus menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan BBM konvensional.

Untuk sektor industri, penggunaan gas bumi yang digunakan CNG dinilai lebih efisien dan stabil dibandingkan batu bara maupun BBM. Anggota DEN, Muhammad Kholid Syeirazi mengaitkan penggunaan CNG ini dengan tekanan subsidi dan kompensasi energi nasional yang terus meningkat dalam satu dekade ke belakang.

Berdasarkan data DEN, total subsidi dan kompensasi energi melonjak dari sekitar Rp119,1 triliun pada 2015 menjadi Rp313,9 triliun pada 2025. Bahkan di 2022, nilainya mengalami lonjakan sekitar Rp551 triliun pengaruh lonjakan energi global pasca konflik Rusia-Ukraina.

Potensi gas domestik 

Untuk tahun ini, berdasarkan APBN 2026 alokasi subsidi mencapai Rp210 triliun, sedangkan kompensasi energi yaitu Rp381 triliun.

Kholid bilang kalau kondisi itu jadi alasan pemerintah mulai ngepush diversifikasi energi rumah tangga dan pemanfaatan gas domestik seperti gas bumi.

Menurutnya, dari 2012 pemanfaatan gas bumi domestik sudah melampaui volume ekspor gas nasional. Lalu, di 2025 pemanfaatan domestik gas mencapai 3.882 BBTUD, sementara ekspor turun jadi sekitar 1.718 BBTUD.

“Indonesia sebenarnya memiliki potensi gas domestik yang cukup besar. Tantangannya adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi energi yang dapat diakses masyarakat secara aman, efisien, dan ekonomis,” kata Kholid di Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Kamis (28/05/2026).

Kelebihan penggunaan CNG 

Kholid menjelaskan rencana kebijakan penggunaan CNG yang menggantikan liquefied petroleum gas (LPG) berpotensi besar untuk dikembangkan di beberapa sektor kayak transportasi, rumah tangga dan industri.

Di forum itu juga DEN menjelaskan keunggulan CNG dibandingkan dengan LPG. Di sisi harga energi, gas alam punya biaya sekitar Rp38,85 per MJ (Mega Joule), jauh lebih rendah dibandingkan dengan LPG nonsubsidi yang bisa menembus Rp285 per MJ.

Menurut Kholid di sektor transportasi, penggunaan CNG dinilai bisa menekan biaya operasional sekaligus menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan BBM konvensional. Lalu, di sektor industri penggunaan gas bumi dinilai lebih efisien dan stabil dibandingkan batu bara maupun BBM.

Tantangan aspek keselamatan 

Meski begitu Kholid tak menampik kalau dalam pengimplementasian CNG rumah tangga punya tantangan teknis dan keselamatan yang cukup besar. Salah satu isu utamanya yaitu adanya standar internasional khusus untuk tabung CNG rumah tangga, termasuk katup, selang dan instalasinya.  

Dia memaparkan kalau tekanan tabung CNG dapat mencapai 150-200 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan tabung LPG rumah tangga yang cuma di kisaran 8 bar. Kondisi itu menyebabkan kebutuhan material tabung jadi jauh lebih kompleks dan mahal.

“Isu keselamatan menjadi aspek yang sangat krusial karena karakteristik CNG berbeda dengan LPG. Pemerintah perlu memastikan standardisasi dan sistem monitoring sebelum implementasi dilakukan secara luas,” katanya. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Pemerintah lagi nge-push CNG alias gas bumi terkompresi buat jadi alternatif LPG karena dinilai lebih hemat dan low emission. Buat transportasi sama industri, opsi ini dianggap lebih efisien dan bisa neken biaya operasional. Tapi buat rumah tangga masih banyak concern soal safety karena tekanan tabung CNG jauh lebih tinggi dibanding LPG biasa.

Dewan Energi Nasional CNG LPG

Infografis

Terkini