Mendiktisaintek: 'Giant Sea Wall' Mampu Selamatkan 60 Persen Kawasan Industri di Utara Jawa
astakom.com, Jakarta — Perencanaan proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall terus dikebut dalam waktu dekat ini.
Melansir astakom.com, diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) membahas percepatan pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara (pantura) Pulau Jawa, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (20/4/2026).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan proyek strategis ini dapat menyelamatkan 60% kawasan industri di utara Jawa dari ancaman kenaikan air laut.
"Giant sea wall ini kan strategis menyelamatkan 60% kawasan industri dan juga lebih dari 30 juta penduduk ya. Kalau program ini berjalan, maka akan bisa menyelamatkan tadi dua hal itu setidaknya," ujar Brian kepada wartawan usai pertemuan, Senin (20/04/2026).
Libatkan riset dan inovasi perguruan tinggi
Oleh karenanya, Brian menyampaikan bahwa Kementerian Dikti Saintek didorong untuk berpartisipasi aktif, khususnya melalui kontribusi riset dan inovasi dari perguruan tinggi.
“Banyak hasil-hasil penelitian di kampus ya yang juga sudah diuji coba. Salah satunya berhasil di Demak, Semarang ya. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif,” imbuh Brian, dalam keterangan tertulis, disitat dari laman Sekretariat Kabinet pada Selasa (21/04/2026).
Dosen hingga guru besar turut dilibatkan
Melansir astakom.com, Brian sebelumnya juga mengatakan kalau Presiden Prabowo meminta dosen-dosen turut dilibatkan dalam pengembangan proyek tersebut.
“Jadi dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan giant sea wall itu diminta untuk terlibat," kata Brian.
Selain itu, Brian juga menyampaikan pihaknya akan mengundang para guru besar dan pakar keahlian di bidang terkait.
Para akademisi tersebut nantinya tidak hanya memberikan kajian teknis, tetapi juga akan terlibat langsung dalam tim pelaksana yang dipimpin oleh Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ).
“Bahkan lebih dari itu langsung dilibatkan nantinya masuk ke dalam timnya yang dipimpin oleh Bapak Kepala Otorita,” imbuh Brian. (aLf/aNs)











