Luhut Temui Presiden Prabowo di Istana: Bahas Antisipasi Dampak Konflik Global
astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (21/04/2026).
Pertemuan tersebut diketahui membahas kondisi ekonomi nasional serta perkembangan situasi global.
Momen itu dibagikan melalui akun Sekretariat Kabinet, yang memperlihatkan keduanya tengah berdiskusi di salah satu ruangan di kompleks Istana Merdeka.
"Aktivitas ekonomi nasional dinilai masih sangat terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan," tulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip redaksi astakom.com, pada Rabu (22/04/2026).
Skenario kebijakan jaga daya beli masyarakat
Selain itu, lanjut Teddy, Luhut juga juga memaparkan sejumlah skenario kebijakan yang disiapkan pemerintah.
Skenario kebijakan tersebut disiapkan dalam rangka menjaga daya beli masyarakat serta memastikan stabilitas fiskal tetap terjaga.
“Ketua Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan sejumlah skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan APBN tetap terkendali, termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech),” ungkap Seskab Teddy.
Uji coba digitalisasi bansos
Seskab Teddy juga menjelaskan bahwa salah satu langkah konkret yang tengah dijalankan adalah uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Banyuwangi.
Program ini dirancang untuk meningkatkan transparansi sekaligus memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, sebelum diperluas ke berbagai daerah lain.
“Digitalisasi bantuan sosial saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos,” tutur Teddy.
“Seiring dinamika global, pemerintah juga melihat peluang untuk menarik arus modal, terutama dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya tarik investasi nasional,” sambungnya. (aLf/aNs)











