Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Istana: Bahas Percepatan Pembangunan 'Giant Sea Wall'

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: AR Purba
Selasa, 21 April 2026 | 14:40 WIB
Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Istana: Bahas Percepatan Pembangunan 'Giant Sea Wall'
Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas, bahas rencana pembangunan proyek giant sea wall (Tim Media Presiden)

astakom.com, JakartaPresiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) membahas percepatan pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara (pantura) Pulau Jawa, di Istana Merdeka, pada Senin (20/4/2026).

Ratas ini khususnya membahas giant sea wall yang akan menjadi proyek strategis nasional yang diharapkan mampu melindungi kawasan pesisir utara Jawa.

Dalam rapat tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menyampaikan, proyek giant sea wall memiliki peran vital dalam melindungi sekitar 60 persen kawasan industri serta lebih dari 30 juta penduduk di wilayah terdampak.

“Banyak hasil-hasil penelitian di kampus ya yang juga sudah diuji coba. Salah satunya yang berhasil di Demak, Semarang ya. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif,” ujar Brian, dalam keterangan resmi tertulis, Senin (20/4/2026).

Libatkan dosen hingga guru besar

Brian juga mengatakan bahwa Presiden Prabowo meminta dosen-dosen turut dilibatkan dalam pengembangan proyek tersebut.

“Jadi dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan giant sea wall itu diminta untuk terlibat,” ujar Brian.

Selain itu, Brian juga menyampaikan pihaknya akan mengundang para guru besar dan pakar keahlian di bidang terkait.

Para akademisi tersebut nantinya tidak hanya memberikan kajian teknis, tetapi juga akan terlibat langsung dalam tim pelaksana yang dipimpin oleh Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ).

“Bahkan lebih dari itu langsung dilibatkan nantinya masuk ke dalam timnya yang dipimpin oleh Bapak Kepala Otorita,” imbuh Brian.

Dalam tahap perencanaan

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Pantai Utara Jawa Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan bahwa proyek tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan.

“Masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Walaupun demikian, Didit menyebut belum ada target waktu yang ditetapkan. Namun, Presiden memerintahkan eksekusi rencana pembangunan tanggul laut raksasa dipercepat.

“Rencana dari hasil hitungan masih dihitung waktunya karena kan berkaitan sama resources yang ada di Indonesia. Kita manfaatkan semua. Jadi salah satu yang utama adalah kita bisa memanfaatkan soal lingkungan. Jadi kita absorb hal-hal yang ada kaitannya dengan waste,” ujar Didit. (aLf/aRsp)

Gen Z Takeaway

Giant Sea Wall ini adalah high-stakes move untuk menyelamatkan Pantura lewat kolaborasi science-based. Pak Prabowo memacu proyek ini dengan melibatkan langsung para akademisi dan pakar agar solusinya lebih presisi serta efisien. Intinya: percepatan proteksi untuk 30 juta warga dengan cara yang lebih intelektual dan terukur.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto Rapat Terbatas ratas Giant sea wall

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB