Peran dan Respons Negara Mediator yang Support Gencatan Senjata AS-Iran

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Rabu, 8 April 2026 | 14:23 WIB
Peran dan Respons Negara  Mediator yang Support Gencatan Senjata AS-Iran
Daftar Negara yang Support Gencatan Senjata AS-Iran, Indonesia Gimana? (Astakom / Ilustrasi Gemini)

astakom.com, Jakarta – Amerika Serikat (AS) dan Iran setuju buat melaksanakan perjanjian gencatan senjata selama dua minggu. Presiden AS Donald Trump mengumumkan kalau kesepakatan gencatan senjata sementara bersama Iran yang berlaku selama dua minggu pada Rabu (8/4/2026). Pengumuman gencatan senjata AS dan Iran Dilansir dari AFP, Rabu (8/4/2026), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memberikan sambutan positif terhadap gencatan senjata itu. "Sekretaris Jenderal menyambut baik pengumuman gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran," ucap Antonio. Reaksi positif  PBB Ia menegaskan kalau pimpinan PBB mengundang semua pihak untuk berusaha mencapai perdamaian jangka panjang di Timur Tengah "Menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik saat ini di Timur Tengah untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk menaati ketentuan gencatan senjata guna membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut." jelas Antonio. Peran krusial negara-negara mediatorBerikut tanggapan sejumlah negara di dunia yang menyambut positif kesepakatan berhentinya permusuhan antara AS dan Iran: 1. Australia: Australia mendukung perdamaian dan memperingatkan bahwa semakin lama konflik berlangsung, semakin besar pengaruhnya terhadap perekonomian dunia, dan semakin banyak korban jiwa yang akan berjatuhan. "Australia ingin melihat gencatan senjata ditegakkan dan penyelesaian konflik," ucap kantor Perdana Menteri Anthony Albanese. "Kami terus menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi hukum humaniter internasional dan melindungi kehidupan warga sipil," sambungnya. 2. Jepang: Jepang mengungkapkan kalau tindakan nyata diperlukan untuk mengatasi krisis, termasuk menjamin rute pelayaran yang aman bagi kapal-kapal di Selat Hormuz. "Yang terpenting adalah langkah-langkah konkret akan diambil untuk meredakan situasi, termasuk memastikan keselamatan navigasi melalui Selat Hormuz," ucap juru bicara Pemerintah Jepang, Minoru Kihara. "Kami berharap kesepakatan akhir akan tercapai melalui diplomasi secepatnya," sambungnya. 3. Pakistan : Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan kalau Amerika Serikat, Iran, dan mitra mereka sudah menyetujui perjanjian gencatan senjata di berbagai tempat, termasuk Lebanon Pakistan memiliki peran penting dan berfungsi sebagai mediator dalam konflik antara AS-Israel dan Iran 4. Mesir : Kementerian Luar Negeri Mesir mengungkapkan, kalau gencatan senjata ini adalah kesempatan krusial yang harus dimanfaatkan untuk menciptakan ruang bagi negosiasi, diplomasi, dan dialog yang konstruktif. Kementerian itu mengungkapkan di laman Facebooknya kalau gencatan senjata harus didasarkan pada komitmen total untuk menghentikan kegiatan militer dan menghormati kebebasan navigasi global. Postingan tersebut juga menyebutkan kalau Mesir bakal terus bekerja sama dengan Pakistan dan Turkiye untuk memperkuat keamanan dan stabilitas di wilayah itu (Teluk). Indonesia: Apresiasi damai sekaligus tuntut investigasi UNIFIL 5. Indonesia:Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Yvonne Mewengkang, menyatakan kalau Jakarta mengapresiasi perjanjian gencatan senjata. Dia mengajak Iran dan AS untuk menghargai kedaulatan, integritas wilayah, dan diplomasi dari masing-masing pihak, ucap kantor berita Reuters. Mewengkang juga meminta dilakukannya penyelidikan secara keseluruhan atas tewasnya tiga anggota penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) dari Indonesia dampak dari ledakan di Lebanon pada akhir Maret di tengah pertikaian antara tentara Israel dan Hizbullah. 6.Malaysia : Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan kalau gencatan senjata ini melambangkan kemajuan penting dan langkah krusial menuju perdamaian serta stabilitas yang sangat diperlukan di Timur Tengah Malaysia juga mengajak semua pihak buat secara penuh menghormati dan melaksanakan semua ketentuan gencatan senjata dengan niat baik demi mencegah terulangnya permusuhan "Hindari tindakan provokatif atau langkah-langkah sepihak yang dapat berdampak negatif pada stabilitas kawasan yang rapuh atau membahayakan keamanan ekonomi dan energi global” ucap Kemenlu Malaysia. 7. Irak : Irak mendukung kesepakatan gencatan senjata dan menyerukan dialog yang serius serta berkesinambungan antara AS dan Iran. "Menyerukan untuk membangun langkah positif ini dengan meluncurkan jalur dialog yang serius dan berkelanjutan yang membahas akar penyebab perselisihan dan memperkuat saling percaya," ucap Kementerian Luar Negeri Iran lewat platform X. 8. Selandia Baru: Wellington menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata sambil mengingatkan bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk memastikan perdamaian. "Meskipun ini merupakan kabar yang menggembirakan, masih ada banyak pekerjaan penting yang harus dilakukan dalam beberapa hari mendatang untuk mengamankan gencatan senjata yang langgeng," ucap juru bicara Menteri Luar Negeri Winston Peters. "Dalam beberapa hari dan minggu mendatang, Selandia Baru akan mendukung semua upaya untuk mewujudkan penyelesaian yang langgeng dan berkelanjutan bagi konflik ini," sambungnya. (nAD/aRsp)Gen Z Takeaway

POV: The whole world is manifesting peace and it's finally happening (for now). Gencatan senjata dua minggu ini beneran jadi bukti kalau diplomasi itu jauh lebih cool daripada perang. Mulai dari PBB sampai Indonesia, semua lagi support system banget supaya tensi di Timur Tengah turun. Kenapa kita harus peduli? Karena kalau Selat Hormuz aman, ekonomi dunia (termasuk harga bensin dan barang-barang kita) nggak bakal ikutan chaos. Let's hope this 2-week trial turns into a lifetime subscription of peace!  Amin paling serius.

Amerrika Israel Iran update gencatan senjata 2026 Update Konflik Timur Tengah 2026. Perdamaian timur tengah

Infografis

Terkini