Kronologi 'Penangkapan' Benda Asing di Selat Lombok: TNI ILakukan Identifikasi Mendalam!

Editor: Alfian Tegar
Rabu, 8 April 2026 | 14:45 WIB
Kronologi 'Penangkapan' Benda Asing di Selat Lombok: TNI ILakukan Identifikasi Mendalam!
Kronologi Penemuan Benda Asing Diduga Robot di Selat Lombok: TNI Identifikasi Mendalam (astakom/Polres Lombok Utara)

astakom.com, Jakarta — Penemuan sebuah benda asing yang menyerupai torpedo atau senjata bawah air, di perairan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyita perhatian publik.

Dari hasil penelusuran awal, petugas menemukan label “CSIC” pada bagian badan benda asing tersebut, serta tulisan beraksara China di bagian bawahnya.

Temuan ini menguatkan dugaan bahwa benda tersebut merupakan perangkat teknologi kelautan. Berikut kronologi penemuannya.

Kronologi penemuan

Benda asing ini pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Ariyanto (28) saat sedang memancing pada Senin (6/4/2026) pagi. Benda itu terlihat mengambang sekitar 10 mil dari Gili Trawangan, Lombok Utara.

Nelayan tersebut langsung melapor ke petugas keamanan setempat. Tim penjinak bom (Jibom) dari Polda NTB juga telah memeriksa benda itu dan memastikan tidak ada kandungan bahan peledak maupun paparan radioaktif.

Saat ini, “penyusup” bawah air tersebut sudah diamankan di Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram dengan pengawalan ketat Polisi Militer.

Investigasi lanjutan akan melibatkan tim dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) untuk mengolah data survei yang ditemukan di dalam perangkat tersebut.

Diduga robot pemeta arus milik China

Laporan lapangan menyebutkan, perangkat tersebut diduga kuat merupakan produk dari China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC), perusahaan industri militer milik negara Cina.

Dugaan ini diperkuat dengan adanya tulisan Mandarin “研制” (yan zhi) pada badan perangkat yang berarti “penelitian dan pengembangan”.

Perangkat ini juga dilengkapi dengan sensor canggih bernama Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP). Sensor ini bekerja mirip dengan sonar, yakni memancarkan gelombang suara untuk mengukur kecepatan arus air dan memetakan profil hidro-oseanografi dasar laut secara mendetail.

TNI tengah identifikasi temuan tersebut

Saat ini dilaporkan bahwa TNI AL tengah melakukan identifikasi mendalam terhadap benda yang diduga perangkat bawah laut tak berawak atau Unmanned Underwater Vehicle (UUV) yang ditemukan di perairan Selat Lombok.

Temuan ini menjadi sangat strategis karena lokasi penemuannya berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Jalur ini merupakan perlintasan air dalam yang vital bagi pelayaran internasional, termasuk menjadi rute favorit bagi kapal selam bertenaga nuklir milik negara-negara asing.

“TNI AL melalui tim ahli dari satuan terkait secepatnya akan melakukan pemeriksaan mendalam atau identifikasi teknis terhadap perangkat tersebut,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul kepada media, Rabu (8/4/2026). (aLf/aRsp)

Gen Z Takeaway

Benda mirip torpedo yang ditemukan di Gili Trawangan diduga alat survei bawah laut (UUV) buatan China Shipbuilding Industry Corporation, dilengkapi sensor arus laut dan dipastikan bukan berbahaya. Meski begitu, karena lokasinya di jalur strategis ALKI II, TNI AL tetap dalami fungsi dan asal-usulnya demi keamanan.

Nusa Tenggara Barat TNI China Robot

Infografis

Terkini