Viral di Medsos, Seorang Polisi di Minahasa Dimutasi karena Ungkap Kasus Korupsi?

Editor: Alfian Tegar
Sabtu, 4 April 2026 | 18:48 WIB
Viral di Medsos, Seorang Polisi di Minahasa Dimutasi karena Ungkap Kasus Korupsi?
Viral di Medsos, Seorang Polisi Dimutasi karena Ungkap Kasus Korupsi: Kini Nyaman Jualan Kopi (IG/Vicky Katiandagho)

astakom.com, JakartaViral di media sosial sosok polisi dimutasi dikarenakan mengungkap sebuah kasus korupsi.

Anggota yang dimaksud tersebut adalah Aipda Vicky Aristo Katiandagho yang bertugas di Polda Sulawesi Utara.

Dalam sejumlah unggahan di media sosial, Vicky disebutkan telah mengakhiri pengabdiannya di institusi kepolisian setelah sebelumnya sempat dimutasi oleh atasannya, lalu bagaimana kejadiannya?

Awal mula pengungkapan kasus korupsi

Vicky Katiandagho, kepada media menjelaskan bahwa sebelum dimutasi, dia menjabat sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Sat Reskrim Polres Minahasa dengan bidang tugas menyangkut penanganan perkara-perkara tindak pidana korupsi.

Vicky menjelaskan bahwa saat itu dia sedang menangani kasus tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan salah satu pejabat di Minahasa.

"Saya sedang menangani kasus, menangani perkara yang mengundang atensi publik yaitu perkara korupsi yang terjadi di Kabupaten Minahasa yang melibatkan orang-orang penting di Kabupaten Minahasa," ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Penyidikan kasus korupsi

Dugaan tindak pidana korupsi yang disidiknya yakni terkait pengadaan tas ramah lingkungan yang penyelidikannya sudah dilakukan sejak tahun 2021.

Namun karena berbagai kendala dan hambatan, perkara tersebut baru dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan pada 5 September 2024.

"Dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tas ramah lingkungan itu adalah program Bupati Minahasa tahun 2020," katanya.

Vicky menjelaskan, perkara tersebut penyelidikannya sudah dimulai sejak Januari 2021.

"Kemudian karena kami menemukan peristiwa pidana, status penyelidikan peristiwa pidana ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan perkara tindak pidana korupsi pada tanggal 5 September 2024 di mana sebelumnya kami melalui gelar perkara di Direktorat Reskrimsus Polda Sulut," jelasnya.

Sejumlah saksi telah diperiksa

Vicky mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan sejumlah dokumen sebagai alat bukti.

"Dan kemudian kami sudah berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara untuk kepentingan melakukan audit perhitungan kerugian negara, namun pada saat penyidikan masih berjalan, tiba-tiba tanpa saya ketahui apa sebabnya, saya dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud," jelasnya.

Vicky enggan menjelaskan lebih jauh terkait alasan pengunduran dirinya. Saat ditanya dia hanya menjawab singkat.

"Itu salah satu alasannya," kata dia.

"Saya sudah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, tapi baru skrng di ACC," katanya.

Kini Vicky nyaman jualan kopi

Ditanya terkait rencana ke depannya setelah mundur dari institusi Polri, dia menjawab singkat sambil tertawa.

"Saya masih menikmati jualan kopi," katanya.

Di akhir wawancara, dengan tegas dia menyampaikan pesan dan harapannya "Sekali Bhayangkara, selama Bhayangkara,” tegasnya. (aLf/aRsp)

Gen Z Takeaway

Kisah Aipda Vicky ini jadi gambaran tantangan penanganan korupsi: saat mengusut kasus yang melibatkan pihak berpengaruh, ia dimutasi di tengah proses lalu memilih mundur dan kini jualan kopi. Meski alasannya tak dijelaskan detail, publik melihat ini sebagai sinyal bahwa penegakan hukum masih punya pekerjaan rumah.

polisi Sulawesi Utara Mutasi Viral Vicky Aristo Polres Minahasa

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB