BRIN Bawa Indonesia ke Orbit: Diplomasi Antariksa dan Peran Strategis di PBB!

Editor: AR Purba
Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02 WIB
BRIN Bawa Indonesia ke Orbit: Diplomasi Antariksa dan Peran Strategis di PBB!

astakom.com, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus menguatkan posisi Indonesia dalam diplomasi antariksa global dengan berpartisipasi aktif dalam UN Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (UNCOPUOS) 2026.

Forum internasional ini berfungsi sebagai platform strategis bagi negara-negara untuk mendiskusikan tata kelola ruang angkasa, termasuk akses orbit satelit dan penggunaan teknologi antariksa secara berkelanjutan.

Diplomasi Jalur Langit: BRIN Amankan 'Lapak' Indonesia di PBB

Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto, menekankan kalau BRIN mempunyai mandat untuk menyelenggarakan kegiatan keantariksaan nasional dan mewakili Indonesia di forum internasional.

Dalam hal ini, BRIN bertanggung jawab untuk mendaftarkan semua objek antariksa yang dimiliki Indonesia, baik dari sektor pemerintah, swasta, maupun perguruan tinggi.

Heru juga menyatakan bahwa Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang aktif memperjuangkan kepentingan negara berkembang (Global South) dalam forum keantariksaan global.

"BRIN juga menjadi rujukan dalam pemanfaatan data penginderaan jauh berbasis satelit untuk mendukung pembangunan di kawasan Asia Pasifik," ucap Heru dikutip oleh astakom pada Jumat, (27/3/2026).

Bukan Cuma Foto Aesthetic: Satelit Jadi Kunci Pantau Panen Sampai Bencana

Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan data antariksa di Indonesia telah berlangsung lama dan terus berkembang. Data citra satelit dimanfaatkan di berbagai sektor strategis, termasuk untuk memprediksi panen di bidang pertanian, mendeteksi kebakaran hutan, dan melakukan pemetaan rinci untuk administrasi pertanahan.

Dalam hal kebencanaan, data satelit juga memainkan peran krusial dalam mitigasi dan pemulihan bencana, mulai dari tsunami Aceh pada tahun 2004 hingga banjir di Aceh dan Sumatra Utara pada tahun 2025.

"Bahkan, dengan teknologi radar, pemanfaatan data antariksa kini berkembang untuk mendukung pengawasan perikanan dan deteksi polusi laut," sambungnya.

Satelit IoT & Radar: Target BRIN Buat Indonesia yang Makin Digital
Heru menyatakan bahwa ke depan, BRIN akan memfokuskan perhatian pada pengembangan sistem satelit penginderaan jauh sebagai sumber utama data untuk pembangunan nasional, serta sistem komunikasi berbasis satelit yang mendukung Internet of Things (IoT), pemantauan lalu lintas, dan sistem peringatan dini bencana.

Di sisi lain, Analis Kebijakan di Sekretariat Badan Antariksa Indonesia, Happy Rumiris Simanungkalit, menjelaskan bahwa Indonesia telah berpartisipasi secara konsisten dalam UNCOPUOS sejak tahun 1972.

Pada forum ini, Indonesia menyampaikan posisi dan kepentingan nasional melalui delegasi yang disiapkan oleh BRIN dan disampaikan oleh KBRI/PTRI di Wina.

Menurut Happy, konsistensi ini udah menjadikan Indonesia sebagai salah satu simpul penting dalam program UN-SPIDER, platform PBB yang memfasilitasi data satelit untuk penanganan bencana.

"Indonesia bahkan dipercaya untuk membantu pengolahan data penginderaan jauh bagi negara-negara di Asia Tenggara saat terjadi bencana," ucap Happy.

Ia menegaskan ruang angkasa kini bukan hanya milik eksplorasi ilmiah, tetapi juga arena persaingan kepentingan global.

War Orbit: Kenapa Indonesia Harus Rebutan Slot sama Starlink dkk?
Pertarungan untuk alokasi orbit satelit dan spektrum frekuensi kini berdampak langsung pada ekonomi digital, keamanan nasional, dan geopolitik. Dengan bertambahnya jumlah satelit di orbit rendah, seperti Starlink dan OneWeb, kompetisi dalam pemanfaatan ruang angkasa semakin intensif.

Hal ini menjadikan pengelolaan ruang angkasa global sebagai isu strategis yang perlu diperjuangkan oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Happy menekankan pentingnya partisipasi aktif Indonesia dalam UNCOPUOS untuk memastikan akses yang adil terhadap sumber daya antariksa yang terbatas, terutama orbit dan spektrum frekuensi.

"Tanpa keterlibatan tersebut, negara berkembang berisiko tertinggal dalam kompetisi global," sambung Happy.

Dalam hal ini, diplomasi antariksa berperan sebagai alat strategis untuk melindungi kepentingan nasional dan memperkuat kerja sama internasional. Indonesia tidak hanya berusaha menjadi pengguna teknologi, tetapi juga ingin mengukuhkan posisinya sebagai aktor dalam pengelolaan global.

Dengan adanya kolaborasi antara BRIN dan perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan kapasitas teknologi antariksa nasional.

"Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi, meningkatkan daya saing global, serta memperkuat keamanan nasional di era ekonomi dan geopolitik berbasis ruang angkasa," sambung Happy.

Gen Z Takeaway
​POV: Indonesia lagi mode main character di kancah antariksa global! BRIN gak mau kita cuma jadi penonton pas negara lain kayak SpaceX atau Starlink sibuk menuhin orbit. Lewat diplomasi di PBB, Indonesia lagi fight buat dapetin akses orbit dan frekuensi satelit yang adil. Kenapa penting? Karena teknologi satelit itu essential banget buat hidup kita, mulai dari dapet sinyal internet IoT yang kenceng, mantau polusi laut, sampe deteksi dini bencana biar gak kena mental pas ada emergency. Intinya, Indonesia pengen punya kedaulatan di ruang angkasa biar ekonomi digital kita makin gacor dan gak ketinggalan zaman!

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) BRIN BRIN Research PBB Satelit

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB