Pakar PBB Speak Up! Israel Disebut Punya 'Izin' Buat Siksa Warga Palestina

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Selasa, 24 Maret 2026 | 12:27 WIB
Pakar PBB Speak Up! Israel Disebut Punya 'Izin' Buat Siksa Warga Palestina
Pakar PBB Speak Up! Israel Disebut Punya 'Izin' Buat Siksa Warga Palestina (astakom / UN]

astakom.com, Jakarta - Seorang ahli PBB menyatakan bahwa dunia telah membolehkan Israel untuk menyiksa rakyat Palestina, dengan kehidupan di wilayah Palestina yang diduduki sebagai "rangkaian penderitaan fisik dan mental yang tiada henti"

Francesca Albanese, pelapor khusus PBB mengenai kondisi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, menyatakan pada hari Senin kalau penyiksaan secara efektif telah dijadikan kebijakan negara di Israel.

Pernyataan Keras dari Pakar PBB

"Israel pada dasarnya telah diberi izin untuk menyiksa warga Palestina, karena sebagian besar pemerintah Anda, para menteri Anda, telah mengizinkannya,” ucapnya, dala, mempresentasikan laporan terbarunya kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB melansir dari Al Jazeera pada Selasa, (24/3/2026).

"Apa yang dulunya beroperasi di balik bayang-bayang kini dipraktikkan secara terbuka: sebuah rezim penghinaan, penderitaan, dan perendahan martabat yang terorganisir, yang disetujui di tingkat politik tertinggi,” ucap Albanese pada laporan berjudul “Penyiksaan dan Genosida”.

Dampak Penyiksaan yang Meluas

"Penyiksaan tidak terbatas pada sel dan ruang interogasi,” berdasarkan uraian pada laporan tersebut.

"Melalui dampak kumulatif dari pengungsian massal, pengepungan, penolakan bantuan dan makanan, kekerasan militer dan pemukim yang tak terkendali, serta pengawasan dan teror yang meluas, wilayah Palestina yang diduduki telah menjadi ruang hukuman kolektif, di mana penghancuran kondisi kehidupan mengubah kekerasan genosida menjadi alat penyiksaan kolektif dengan konsekuensi mental dan fisik jangka panjang bagi penduduk yang diduduki,” sambungnya.

Albanese, seorang pengkritik terbuka atas tindakan Israel di Tepi Barat yang diduduki dan eskalasi genosida mereka di Gaza, telah mendapatkan reaksi keras dari Israel dan Amerika Serikat, dengan bertambahnya  tuntutan untuk pemecatannya dalam posisi pelapor khusus.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejak 7 Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah mengakibatkan 72.263 korban jiwa dan 171.944 orang terluka.

Di Wilayah Barat yang diduduki, semenjak Oktober 2023, pihak Israel telah menahan lebih dari 18.500 orang Palestina, termasuk minimal 1.500 anak hingga Februari, menurut hasil temuan laporan tersebut.

Reaksi Israel dan Amerika Serikat
Misi Israel di PBB mengkritik laporan Albanese dan menyebutnya "agen kebisingan"

“Albanese menyalahgunakan platform PBB-nya untuk terlibat dalam antisemitisme yang ganas, termasuk menyebarkan narasi yang merupakan distorsi dan trivialisasi Holocaust. Dia secara rutin membuat pernyataan yang mendukung organisasi teroris dan menganjurkan narasi ekstremis berbahaya untuk merusak keberadaan Negara Israel,” ucap misi itu pada sebuah pernyataan.

Seruan untuk Tindakan Internasional
Albanese meminta kepada negara-negara anggota PBB untuk “menghentikan dan menjatuhkan sanksi” terhadap penyiksaan dan genosida, serta menegakkan hukum internasional.

“Meningkatnya penggunaan senjata itu sebagai bagian dari genosida Israel terhadap rakyat Palestina membuat pelanggaran ini semakin serius dan tidak dapat dibenarkan,” ucapnya, melansir dari siaran pers PBB.

“Jika komunitas internasional terus mentolerir tindakan-tindakan seperti itu ketika dilakukan terhadap warga Palestina, maka hukum itu sendiri akan kehilangan maknanya.” ucapnya.

Gen Z Takeaway
​This is literally heart-wrenching. Pakar PBB Albanese bener-bener nge-call out dunia karena dianggap kasih "free pass" buat penyiksaan warga Palestina. It’s giving "global system failure" energy di mana hukum internasional seolah nggak berkutik di depan mata kita. Basically, if we keep ignoring this, the word "justice" won't mean anything anymore.

Amerika Serikat Gaza israel PBB

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB