Breaking! Trump Ancam Kirim Pasukan Darat ke Iran, Perang Dunia III di Depan Mata?

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Selasa, 3 Maret 2026 | 10:49 WIB
Breaking! Trump Ancam Kirim Pasukan Darat ke Iran, Perang Dunia III di Depan Mata?
Breaking! Trump Ancam Kirim Pasukan Darat ke Iran, Perang Dunia III di Depan Mata? (Foto: YT/The White House)

astakom.com, Jakarta - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan mengirim pasukan darat ke Iran "jika diperlukan", sementara itu ia menyatakan bahwa Operasi Epic Fury berjalan "jauh lebih cepat dari jadwal" setelah menewaskan puluhan pejabat tinggi Teheran.

Dalam wawancara khusus dengan New York Post, Senin kemarin, Trump mengatakan bahwa ia tidak ragu untuk memboyong pasukan ke medan perang, berbeda dengan para presiden sebelumnya yang sering kali hanya berbicara soal hal yang berlawanan.

Kode Keras Trump: Pasukan Darat AS Bisa Terjun ke Iran Kapan Saja!

"Saya tidak merasa ragu terkait pengerahan pasukan darat seperti yang dikatakan setiap presiden, 'Tidak akan ada pasukan darat.' Saya tidak mengatakan hal itu," ucap Trump dikutip oleh astakom pada Selasa, (3/3/2026).

"Saya katakan 'mungkin tidak membutuhkannya,' atau 'jika memang diperlukan'," sambung Trump.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon pada Senin pagi mengatakan bahwa saat ini tidak ada tentara Amerika di wilayah Iran, meskipun ia juga tidak memastikan bahwa situasi tersebut akan tetap seperti itu di masa depan.

"Presiden Trump memastikan musuh-musuh kita memahami bahwa kita akan bertindak sejauh yang diperlukan untuk memajukan kepentingan Amerika. Namun, kita tidak akan bertindak bodoh mengenai hal ini," ucap Hegseth kepada wartawan.

"Anda tidak perlu mengerahkan 200.000 orang ke sana dan menetap selama 20 tahun," sambungnya.

Target 49 Elit Terlampaui: Operasi 'Satu Hari' yang Melumpuhkan Teheran

Awalnya Trump memprediksi perang bakal memakan waktu sekitar empat minggu. Tapi dalam wawancara terbarunya dengan New York Post, ia menyebut bahwa durasi tersebut bisa lebih singkat karena keberhasilan operasi yang dilakukan awalnya.

"Ini akan berjalan cukup cepat," ucapnya.

"Kami sesuai jadwal, bahkan jauh melampaui jadwal dalam hal penumpasan kepemimpinan 49 orang tewas dan itu, Anda tahu, kami perkirakan akan memakan waktu setidaknya empat minggu, tetapi kami berhasil melakukannya dalam satu hari," sambungnya.

Serangan Rahasia Setelah Pertemuan Gagal di Jenewa
Presiden juga menyatakan bahwa keputusan akhir untuk melakukan serangan, yang dilakukan bersama Israel, diambil "setelah pembicaraan terakhir" di Jenewa pada hari Kamis kemarin.

Ini terjadi karena informasi intelijen yang menyebutkan bahwa Iran terus melanjutkan proyek nuklirnya di "lokasi yang benar-benar berbeda."

"Kami melakukan negosiasi yang sangat serius, dan mereka ada di sana, lalu mereka menarik diri. Mereka akan selalu menarik diri," ucap Trump.

"Dan Anda tahu, Anda tidak akan pernah membuat kesepakatan seperti itu, karena pada akhirnya mereka akan menarik diri setelah kesepakatan dibuat, yang merupakan kebiasaan mereka. Namun, mereka memang tidak bisa mencapainya. Mereka ingin membuat senjata nuklir, jadi kami menghancurkan mereka sepenuhnya," sambungnya.

Lebih lanjut, Trump menyatakan,

"Kami menemukan mereka berada di situs yang sama sekali berbeda benar benar berbeda karena situs-situs yang kami hancurkan sebelumnya sudah habis. Mereka mencoba menggunakannya, tetapi situs itu sudah benar benar musnah, bukan? Lalu kami menemukan mereka bekerja di area yang sama sekali berbeda, situs yang berbeda, untuk membuat senjata nuklir melalui pengayaan jadi inilah waktunya." ucapnya.

"Saya katakan, 'Ayo laksanakan'." tegas Trump.

Publik AS Terbelah: Trump Klaim Tak Peduli Hasil Jajak Pendapat
Di tengah serangan yang masih berlangsung, survei Reuters/Ipsos yang dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu menunjukkan bahwa hanya 27 persen penduduk Amerika yang mendukung serangan tersebut, sementara 43 persen menolak dan 29 persen belum pasti.

Survei CNN/SSRS yang dikeluarkan pada hari Senin menunjukkan bahwa 41 persen orang Amerika mendukung serangan terbaru AS, sedangkan 59 persen menolak.

Trump mengklaim tidak memperhatikan hasil polling itu, "Saya pikir hasil jajak pendapatnya sangat bagus, tetapi saya tidak peduli dengan jajak pendapat. Saya harus melakukan hal yang benar. Saya harus melakukan hal yang benar. Ini seharusnya sudah dilakukan sejak lama," ucap Trump.

"Saya tidak menganggap dukungan jajak pendapat itu rendah," sambungnya.

"Dengar, apakah jajak pendapat rendah atau tidak, saya pikir jajak pendapat itu mungkin baik-baik saja. Namun ini bukan masalah jajak pendapat. Anda tidak bisa membiarkan Iran, sebuah negara yang dipimpin oleh orang-orang gila, memiliki senjata nuklir," ujarnya.

Gen Z Takeaway
Trump is on a mission and he doesn’t care about the polls! Operasi Epic Fury ini bener-bener jadi bukti kalau Trump pengen pamer kekuatan militer AS yang bisa "nge-wipe out" elit politik negara lain cuma dalam sehari. Alasan soal situs nuklir rahasia ini jadi justification kuat buat dia buat nge-gas terus, bahkan sampai buka peluang invasi darat. Tapi yang perlu digarisbawahi, rakyat AS sendiri sebenarnya lagi ketar-ketir dan nggak sepenuhnya setuju sama aksi ini. Kita lagi ada di fase di mana satu perintah "Ayo laksanakan" bisa bener-bener ngerubah peta dunia selamanya. It’s getting scarier by the hour!

AS Serang Iran Donald Trump Donald Trump Update Iran AS

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB