Kasatgas PRR Tito Apresiasi Progres Pemulihan Pascabencana di Kabupaten Bireuen
astakom.com, Jakarta — Ketua Satgas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan apresiasinya atas progres pemulihan di Kabupaten Bireuen yang dinilai makin positif.
Menurut Tito, situasi sekarang jauh lebih membaik dibanding 29 November 2025 lalu, saat sejumlah akses darat sempat terputus dan bikin distribusi logistik ikut ke-hold.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Bireuen di Posko Pengungsian Balee Panah, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (21/2).
"Nah kemudian, pemerintah, di bawah (perintah) Bapak Presiden Prabowo, mengerahkan semua kekuatan untuk memperbaiki. Saya tahu ini listrik semua mati dulu. Internet mati," ujar Tito dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak
Melalui kerja keras dan kolaborasi para pihak, saat ini hasil pemulihan pascabencana mulai terlihat. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya kalangan anak muda yang telah mengoperasikan smartphone dan alat elektronik lainnya.
Menurut Tito, pulihnya perangkat teknologi tersebut menjadi penanda positif, karena masyarakat telah mampu memperoleh akses informasi yang memadai.
Distribusi logistik-BBM telah pulih
Selain itu, dampak rekonstruksi dan rehabilitasi bencana yang diinisiasi oleh pemerintah juga telah berhasil menormalisasi distribusi logistik, gas, hingga BBM.
Tito menyebut, pemerintah akan terus bekerja keras untuk mendorong pemulihan sepenuhnya di daerah pascabencana.
Pada kesempatan itu, Tito mengungkapkan bahwa di daerah dataran rendah yang terdampak bencana di Aceh umumnya mengalami persoalan utama berupa terhambatnya aktivitas akibat lumpur. Persoalan lainnya adalah rusaknya rumah milik masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah terus berkoordinasi dan menggelar rapat untuk mengatasi persoalan tersebut.
Prioritas perbaikan sekolah-pesantren
Ia memastikan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana akan dipercepat, terutama pada perbaikan sekolah, rumah ibadah, hingga pondok pesantren. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersabar dan menunggu hasil kerja keras pemerintah.
"Saya dari hari pertama puasa itu sudah di Aceh Tamiang. Satu minggu ini memang sengaja saya ingin menyampaikan pesan. Kehadiran saya langsung bertemu Bapak-Ibu sekalian, menunjukkan bahwa pemerintah pusat itu tidak diam. Kita akan selesaikan permasalahan-permasalahan yang ada," pungkas Tito.











