Di Depan Pengusaha AS, Prabowo: Kami Tidak Pernah Gagal Bayar Utang dalam Sejarah!

Editor: Alfian Tegar
Kamis, 19 Februari 2026 | 14:05 WIB
Di Depan Pengusaha AS, Prabowo: Kami Tidak Pernah Gagal Bayar Utang dalam Sejarah!
[Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tak pernah gagal bayar (default) sepanjang sejarah.

Hal ini ditegaskan Prabowo saat menyampaikan sambutan dalam Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026), waktu setempat.

"Kami telah mengelola perekonomian kami dengan bijaksana selama bertahun-tahun. Kami tidak pernah gagal bayar, sekali pun dalam sejarah kami. Kami tidak pernah gagal membayar utang kami," kata Presiden melalui Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Prabowo juga mengatakan, pemerintahan berikutnya dan pemerintah-pemerintah selanjutnya akan selalu menghormati utang-utang pemerintah sebelumnya, meskipun mungkin mereka merupakan lawan yang sangat kuat satu sama lain.

Komitmen Prabowo perkuat fondasi ekonomi

Prabowo memaparkan komitmen pemerintahannya dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui reformasi tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penegakan hukum yang tegas demi menciptakan iklim investasi yang stabil dan kondusif.

Kepala Negara juga mengakui bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar, termasuk kemiskinan, kelaparan, dan persoalan gizi anak. Namun Presiden Prabowo menegaskan pendekatannya adalah menghadapi persoalan secara langsung dan mencari solusi terbaik.

“Saya berpendapat bahwa masalah harus diselesaikan secara langsung. Kita harus memiliki keberanian untuk mengakui kelemahan kita dan melakukan yang terbaik untuk mencari solusi terbaik,” katanya.

Pendirian sepuluh universitas baru berbasis STEM

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Presiden Prabowo mengumumkan pendirian sepuluh universitas baru berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics, dan Medicine).

Hal tersebut guna menjawab kekurangan tenaga medis dan mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul.

“Kami kekurangan 140.000 dokter dan hanya meluluskan sekitar 10.000 dokter per tahun. Itu berarti kita membutuhkan waktu 14 tahun untuk mengisi kesenjangan ini, kecuali jika dilakukan upaya baru dan itulah sebabnya saya membentuk sepuluh universitas baru berbasis STEM,” kata Presiden.

Selain itu, pemerintah juga memulai pembangunan 500 sekolah menengah berkualitas tinggi serta membuka kolaborasi sektor pendidikan dengan institusi luar negeri, termasuk universitas terkemuka dari Inggris dan Amerika Serikat.

Gen Z Takeaway
Intinya, Prabowo menegaskan Indonesia tak pernah default sebagai sinyal kredibilitas fiskal ke dunia. Bersamaan itu, ia mendorong reformasi tata kelola dan penguatan SDM lewat 10 kampus STEM dan 500 sekolah unggulan, sambil menargetkan solusi konkret untuk kemiskinan dan isu gizi demi fondasi ekonomi yang lebih kokoh.

Kadin AS Prabowo Subianto Presiden Prabowo Presiden Prabowo Subianto US Chamber of Commerce

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB