Mendikdasmen Beberkan Rencana Kerja Rehabilitasi Pendidikan di Sumatera
astakom.com, Jakarta — Dalam rapat Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera DPR, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti membeberkan sejumlah rencana kerja untuk mempercepat pemulihan layanan pendidikan.
Dalam laporannya, Abdul Mu’ti mengatakan secara umum kegiatan pembelajaran di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen.
“Kami sampaikan secara umum bahwa kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen, hanya saja memang pembelajaran belum berlangsung secara ideal,” ujar Mu’ti, Rabu (18/2/2026).
Pihaknya mencatat baru sebagian sekolah yang sudah memulai kembali pembelajaran di lokasi semula, dengan sebaran jumlah sebanyak 3001 sekolah di Provinsi Aceh, 626 sekolah di Sumatera Barat dan 1104 di Sumatera Utara.
Rekonstruksi dinas pendidikan
Untuk mempercepat proses pemulihan pembelajaran itu, pihaknya telah menyusun sejumlah rencana kerja selama dua minggu terakhir pada bulan Februari.
Salah satunya ialah pihaknya akan melanjutkan rakor percepatan rekonstruksi pascabencana dengan dinas pendidikan di tiga provinsi terdampak.
Rencana kerja lainnya
Selain itu, pihaknya juga akan melanjutkan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) revitalisasi satuan pendidikan pascabencana dengan total target sebanyak 1204 sekolah.
Ketiga, Kemendikdasmen juga akan melanjutkan proses verifikasi dan pembuatan rekening bagi 13 ribu guru guna penyaluran Tunjangan Khusus Guru (TKG), dengan total nilai bantuan sebesar Rp83,3 miliar.
Keempat, ia mengatakan pihaknya juga akan melakukan koordinasi percepatan terkait pengusulan anggaran biaya tambahan sebesar Rp2,4 triliun.
Kelima, Kemendikdasmen juga akan kembali menyalurkan bantuan Pemerintah berupa peralatan TIK, peralatan laboratorium, peralatan olahraga, alat kebersihan dan alat permainan edukatif, dengan total bantuan sebesar Rp60 miliar.











