Gaspol Tindak Lanjut Kerja Sama Pendidikan RI-Inggris, Prabowo Gelar Ratas di Hambalang
astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, semalam.
Ratas kali ini membahas mengenai peluang kerja sama pendidikan antara Indonesia dan beberapa universitas di Inggris Raya, hasil dari pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer pada selasa (20/1/2026).
"Pertemuan tersebut fokus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya," sebagaimana informasi yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet, dikutip redaksi astakom.com, Rabu (28/1/2026).
Ratas ini khususnya menegai perkembangan inisiatif Presiden Prabowo dalam membangun 10 kampus di bidang kesehatan serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya.
Respons positif dari pihak mitra
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melaporkan bahwa rencana kerja sama tersebut mendapatkan respons positif dari pihak mitra.
"Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melaporkan bahwa inisiatif Bapak Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus di bidang kesehatan dan STEM melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak mitra," tulis unggahan tersebut.
Dalam foto yang diunggah, nampak sejumlah pejabat yang hadir dalam ratas tersebut antara lain Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rencana Prabowo bangun 10 universitas baru
Melansir astakom.com, Diketahui, Presiden Prabowo mengemukakan rencana untuk membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi, dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Inggris, Selasa (20/1/2026).
Pembangunan universitas-universitas baru tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga medis.
"Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun," kata Presiden.
"Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," imbuhnya.











