Andai Pengelola Hutan seperti Prabowo: Berikan 20 Ribu Hektare ke WWF untuk Konservasi Gajah, Respect!

Editor: Alfian Tegar
Selasa, 9 Desember 2025 | 20:44 WIB
Andai Pengelola Hutan seperti Prabowo: Berikan 20 Ribu Hektare ke WWF untuk Konservasi Gajah, Respect!
BKSDA Aceh menurunkan 4 (empat) ekor gajah terlatih beserta tim pendukungnya ke sejumlah titik lokasi terdampak, Minggu (7/12). "Ini bukti betapa Gajah bukanlah musuh manusia, jangan rusak habitatnya, jangan ganggu rumah mereka. Karena dalam situasi darurat, saat semua sudah lumpuh, Gajahlah yang akan melindungi manusia," ujar Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata. (astakom/Kehutanan)

astakom.com, Jakarta — Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni telah menemukan dugaan penyalahgunaan izin, termasuk praktik penebangan ilegal dan pelanggaran tata kelola pada 20 perusahaan yang kini sedang dalam proses hukum.

Menurut Raja Juli, 20 perusahaan tersebut menguasai sekitar 750.000 hektare lahan, termasuk di wilayah Sumatera.

“Yang 750.000 hektare itu se-Indonesia, termasuk di tiga provinsi terdampak banjir,” ujarnya, dikutip dari redaksi astakom.com (9/12/2025).

Lahan yang sangat besar tersebut jadi bukti keegoisan perusahaan hutan dalam mencari keuntungan semata dengan melakukan kerusakan lingkungan dan merugikan negara.

Andai saja pengusaha hutan memiliki hati nurani seperti Presiden Prabowo, yang mampu memberikan rasa respect pada alam, keberpihakan menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan ekpsistem flora dan fauna di Indonesia.

Hal tersebut, dilakukan Prediden Prabowo jauh- jauh hari sebelum bemcana banjir menimpa Sunatera yang diperparah dampaknya karena prilaku elit serakanomic, para pemilik konsensi dan tambang yang tidak memperhatikan kelestarian ekositem lingkungan sekitar.

Respect Prabowo Terhadap Hutan

Sama-sama kita tahu kebaikan yang telah dilakukan Presiden Prabowo Subianto, yakni memberikan konsesi lahan seluas 90 ribu hektare di Takengon Aceh, kepada World Wildlife Fund (WWF) untuk digunakan dalam upaya konservasi gajah (kelestarian ekosistem gajah dan lingkungan).

Dalam penelusuran redaksi astakom.com, momen Pidato Presiden Prabowo yang menyinggung penyerahan konsensi lahanya untuk kelestarian ekosistem gajah itu disampaikan ke publik pada pertengah tahun 2025 ini.

"WWF ini bertanya bersediakah saya memberi dari 98.000 hektare itu diserahkan kepada mereka untuk dikelola menjadi kawasan perlindungan gajah. Mereka ajukan 10.000 hektare,” kata Prabowo dalam pidatonya di acara kongres PSI di Solo Jawa Tengah, Minggu (20/7/2025).

Namun, saat itu, Prabowo menolak permintaan itu. Sebab, dia akan memberikan 20.000 hektare dari lahan miliknya untuk konservasi gajah WWF.

“Saya tidak setuju, tidak akan saya kasih 10.000 hektare untuk kawasan gajah tersebut. Saya akan kasih 20.000 hektare. Jadi kaget mereka,” ujarnya.

Kebaikan Prabowo pada Lingkungan terdengar hingga Raja Charles III

Kemudian, menurut Prabowo, keputusannya memberikan 20.000 hektare itu sampai ke telinga Raja Charles III yang langsung menitipkan surat terima kasih untuk Prabowo kepada Duta Besar (Dubes) Inggris.

“Beliau tulislah surat ke saya diantar oleh Dubes Inggris. Di ruangan saya, di Istana Merdeka si Dubes Inggris menyampaikan surat dari Raja Charles III. Dia menyampaikankah terima kasih atas dukungan saya dan sebagainya,” kata Prabowo.

Mendapat surat tersebut, Prabowo langsung memutuskan bahwa akan memberikan 90.000 hektare lahan miliknya untuk kawasan perlindungan gajah di Aceh.

“Begitu saya baca surat dari Raja Charles III, saya sampaikan ke Dubes memang dari konsensi yang saya kuasai saya telah serahkan 20.000 hektare. Tapi, karena surat dari Raja Charles ini, saya ambil keputusan sekarang saya serahkan 90.000 hektare untuk kawasan perlindungan (gajah). Saya sisakan 8.000 hektare,” ujarnya.

Kebaikan dan keberpihakan Presiden Prabowo terhadap lingkungan hidup, seharusnya menjadi contoh bagi pemilik perusahaan hutan untuk menggunakan hutan sebaik mungkin. Ketegasan atas hati nuraninya akan terus diingat dan menjadi sebuah terima kasih dari flora dan fauna di Indonesia. (aLf/aSP)

Gen Z Takeaway

Menhut Raja Juli ngungkap ada 20 perusahaan yang diduga nyalahgunakan izin dan kuasai 750 ribu hektare lahan, termasuk di wilayah yang terdampak banjir—jadi bukti kalau eksploitasi hutan masih sering menang dari akal sehat. Di sisi lain, Presiden Prabowo justru kasih contoh berlawanan lewat langkah konservatifnya, mulai dari ngasih 20 ribu sampai 90 ribu hektare lahan buat perlindungan gajah. Narasinya jelas: tata kelola hutan butuh keberpihakan yang berani dan beretika, bukan sekadar cari cuan.

Diperbarui 20.45 WIB (09/12/2025)

Illegal Logging Konservasi Gajah Menhut Menteri Kehutanan Pidato Presiden Prabowo Prabowo Subianto Presiden Prabowo Raja Charles III Raja Juli Antoni World Wildlife Fund WWF

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB