Ada Tentara Wara-wiri di Jakarta? TNI Spill Alasan Pengerahan Pasukan, Pramono Tegaskan Gak Ada Siaga 1
astakom.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meluruskan isu liar yang menyebut kondisi Ibu Kota saat ini berada dalam status Siaga 1. Ia memastikan seluruh roda aktivitas pemerintahan dan koordinasi di DKI Jakarta tetap berjalan normal dan kondusif.
Pramono membantah tegas rumor tersebut lantaran dirinya sebagai orang nomor satu di Jakarta sama sekali tidak pernah menerima pemberitahuan resmi maupun koordinasi dari pihak berwenang terkait penetapan status Siaga 1.
“Saya tidak, karena apa pun sebagai gubernur, kalau ada Siaga 1 pasti saya dikoordinasikan,” tegas Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (05/11/2026).
Rapat Forkopimda adem ayem, fokus bahas usia 5 abad Jakarta hingga antisipasi banjir
Membuktikan situasi Jakarta aman-aman saja, Pramono mengungkapkan bahwa dirinya baru saja memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta yang berlangsung tenang tanpa kendala.
“Tapi sampai hari ini enggak ada, wong kita juga rapat baik-baik saja. Jadi saya tidak tidak mendengar itu,” lanjutnya.
Dalam agenda tersebut, Pemprov DKI fokus membahas deretan program prioritas, mulai dari persiapan menyambut perayaan lima abad Jakarta, penghijauan kota, hingga langkah antisipasi cuaca ekstrem dan potensi banjir berdasarkan proyeksi curah hujan puncak BMKG pada Februari 2027 mendatang.
Isu pengerahan besar-besaran pasukan TNI 3 matra di Jakarta
Kabar Siaga 1 ini sebelumnya berembus kencang seiring maraknya isu pengerahan prajurit dalam jumlah besar dari tiga matra TNI termasuk keterlibatan TNI Angkatan Laut (AL) di wilayah DKI Jakarta.
Menanggapi spekulasi yang terlanjur menggelinding di publik, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, langsung angkat bicara pada Rabu (4/11/2026).
Nas menegaskan bahwa mobilitas prajurit di lapangan murni bagian dari prosedur rutin kesiapsiagaan aparat Pertahanan Negara. "Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan TNI untuk kesiapsiagaan," jelas Nas.
TNI minta masyarakat gak termakan spekulasi: pure kesiapsiagaan NKRI
Meski tidak merinci jumlah persis personil yang diturunkan, Kapuspen TNI meminta masyarakat agar tidak mengait-ngaitkan pengerahan pasukan tersebut dengan dinamika isu politik atau situasi tertentu yang tengah hangat.
"Enggak perlu dikait-kaitkan dengan isu apa pun," tuturnya menepis berbagai rumor liar di media sosial.
Ia menggarisbawahi bahwa TNI wajib menjaga kesiapannya setiap saat demi mengawal kedaulatan serta keutuhan NKRI sesuai mandate amanat undang-undang yang berlaku.
“Karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku,” kata Nas menutup pernyataannya. (RaM)
Gen Z Takeaway
Kabar Jakarta masuk status Siaga 1 fix cuma hoaks yang bikin panik (major fake news alert!). Gubernur Pramono Anung udah spill kalau rapat Forkopimda dan pemerintahan Jakarta jalan santai seperti biasa tanpa ada briefing Siaga 1 sama sekali. Soal pergerakan prajurit TNI 3 matra di Ibu Kota, pihak TNI udah mengonfirmasi kalau itu murni latihan kesiapsiagaan rutin menjaga NKRI, jadi gak usah dicocok-cocokin sama isu konspirasi yang gak jelas.









