Demi Keselamatan Jemaah, DPR Usul Tunda Keberangkatan Umrah Jika Serangan Houthi Makin Parah

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 26 Oktober 2026 | 23:33 WIB
Demi Keselamatan Jemaah, DPR Usul Tunda Keberangkatan Umrah Jika Serangan Houthi Makin Parah
Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin. [Dok. DPR RI]

astakom.com, Jakarta — Meningkatnya serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi, termasuk di sekitar Makkah dan Madinah, menjadi perhatian Komisi I DPR. 

Anggota Komisi I DPR, Nurul Arifin, meminta pemerintah memberi perhatian penuh terhadap situasi tersebut demi menjaga keselamatan jemaah umrah asal Indonesia.

"Kita sih menghimbau ya supaya pemerintah memberikan atensi penuh begitu. Karena Houthi ini semakin lama semakin masif eh penyerangannya ke Arab Saudi, dan itu juga sudah menimbulkan korban hingga tewas," ujar Nurul di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Senin (25/10/2026).

Keselamatan jemaah jadi prioritas

Nurul menilai pemerintah perlu mengantisipasi dampak serangan tersebut terhadap perjalanan dan pelayanan jemaah umrah Indonesia. Dia khawatir situasi keamanan yang memburuk dapat menghambat keberangkatan maupun aktivitas jemaah selama berada di Arab Saudi.

"Jemaah-jemaah kita yang berangkat entah itu untuk umrah begitu, ini juga bisa terkendala," ujarnya.

Jika kondisi semakin genting, Nurul mengusulkan agar pemerintah menghentikan sementara pemberangkatan jemaah umrah. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi opsi untuk mengutamakan keselamatan warga Indonesia.

"Kami berharap ya kalau situasinya semakin genting, Kemlu dalam hal ini bisa melakukan moratorium untuk pemberangkatan jemaah umrah," katanya.

Selain opsi moratorium, Nurul meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi agar perjalanan jemaah tidak melewati wilayah yang rawan serangan. Salah satu opsi yang disarankan ialah penerbangan langsung dari Indonesia menuju Jeddah atau Madinah untuk mengurangi transit.

"Kalau tidak, antisipasinya seperti apa, begitu. Apakah penerbangannya bisa langsung ke ke tempat tujuan, misalnya ke Jeddah begitu, Jeddah kemudian ke Makkah ataupun langsung ke Madinah, begitu. Jadi tidak usah transitnya terlalu banyak di mana-mana, tapi fokus aja," katanya.

Arab Saudi keluarkan peringatan bahaya

Sebelumnya, otoritas pertahanan sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan 'potensi bahaya' untuk empat provinsi di wilayah barat negara tersebut pada Sabtu (24/10/2026) waktu setempat. Salah satu wilayah yang tercakup dalam peringatan itu ialah kota suci Makkah. Namun, alasan penerbitan peringatan tersebut tidak diungkapkan kepada publik.

Berdasarkan informasinya, peringatan itu juga mencakup Jeddah, kota besar di pesisir Laut Merah, Taif, serta Yanbu yang menjadi pusat industri minyak di wilayah pesisir.

Peringatan tersebut dicabut beberapa menit setelah diumumkan. Sebelum dicabut, warga setempat diinstruksikan untuk 'segera menuju ke tempat aman terdekat'.

Pada Rabu (21/10/2026), koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka telah mencegat dan menghancurkan sedikitnya lima drone yang terdeteksi mengarah ke Wilayah Timur Arab Saudi dan kota suci Madinah.

Terbaru, sejumlah bagian rudal Houthi yang berhasil dicegat pertahanan Saudi dilaporkan jatuh di Wadi Al-Mughammas. Lokasi tersebut berjarak sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram di Makkah, tempat paling suci bagi umat Islam. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Anggota Komisi I DPR Nurul Arifin meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan Houthi di Arab Saudi yang berpotensi mengganggu perjalanan jemaah umrah Indonesia. Jika situasi semakin genting, pemerintah didorong mempertimbangkan moratorium pemberangkatan umrah serta menyiapkan penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah demi menjaga keselamatan jemaah.

Houthi Arab Saudi Umrah Jemaah Umrah DPR DPR RI

Infografis

Terkini