Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Bahlil Siapkan Skema Baru Amankan Pasokan Energi

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 26 Oktober 2026 | 22:32 WIB
Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Bahlil Siapkan Skema Baru Amankan Pasokan Energi
Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Bahlil Siapkan Skema Baru Amankan Pasokan Energi (astakom/shintya)

astakom.com, Jakarta - Arahan Presiden Prabowo kepada Menteri Koordinator  Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral memerintahkan buat melakukan langkah-langkah mitigasi buat mengamankan dan mendapatkan sumber-sumber energi.

Apalagi di tengah gejolak geopolitik global yang masih tidak terprediksi, Kementerian ESDM melakukan sistem pengadaan crude BBM dan strategi buat negara.

Langkah ini bikin Indonesia tegas buat memilih negara mana yang bakal diambil dan nggak pake tender. Praktek tender ini suka bikin Indonesia dapat permainan harga.

Nggak lewat Pertamina lagi

"Artinya kita sekarang sudah bisa melakukan pilihan-pilihan negara-negara mana aja yang kita akan ambil. Yang selama ini Pertamina melakukan tender lama sekali, bahkan sudah menang pun harga yang murah pun begitu sudah oke sudah deal, ada negara lain yang membelinya lebih mahal dikasih yang lebih mahal," kata Bahlil di konfrensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat pada Senin (26/10/2026).

Bahlil bilang makanya Kemen ESDM akan pake BLU yang ditugasin lewat Lemigas. Karena seperti yang diketahui, RI masih mengandalkan impor dari beberapa negara buat memenuhi kebutuhan energi domestik.

"Nantinya adalah BLU yang ditugaskan dan teman-teman untuk urusan crude kita masih import, tapi dari Indonesia sudah tidak kita lakukan. Yang kedua adalah LPG kita, masih kita 80% tetap kita impor, yaitu dari Amerika, dan untuk solar kita sudah tidak melakukan impor, tapi untuk Pertalite, khususnya untuk RON 90 dan beberapa RON 95, RON 98, RON 92, sebagian kita masih melakukan impor," kata Bahlil.

Amankan gas buat industri

Selanjutnya Bahlil juga menghighlight hasil pembahasan sama Menteri Perindustrian, Sarmuji buat melakukan pemerataan bahan baku industri yang sumbernya dari gas.

"Pak Menteri Perindustrian, Pak Sarmuji itu sedang melakukan kerja fokus untuk bagaimana kebutuhan bahan baku terhadap industri harus merata dan ini sumbernya adalah dari gas," ujarnya.

Dia juga menjelaskan lagi lebih jelas soal pembahasan yang kemarin soal ada negara tetangga yang ekspor gasnya dikurangi.

Masih sesuai kontrak

Bahlil bilang kalau pengurangan itu sama sekali nggak melanggar kontrak. Dia menyebutkan kalau Indonesia sangat patuh dengan kontrak yang udah disepakati dengan negara yang menjalin kerja sama.

"Masih dalam batas kontrak minimum. Batas kontrak minimum kita itu adalah sekitar 91-92. Dan kita baru sekitar 8 persen. Ketika itu kita potong 10 persen, nah itu berarti melanggar kontrak," kata Bahlil.

Menurutnya pemotongan itu dilakukan karena sedang terjadi pemeliharaan, dan ada hubungannya sama pemenuhan kebutuhan domestik yang jadi prioritas negara. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Pemerintah makin serius mengamankan pasokan energi di tengah gejolak geopolitik global. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia akan memperkuat strategi pengadaan minyak mentah (crude) agar bisa memilih negara pemasok secara langsung tanpa bergantung pada proses tender yang dinilai berisiko memicu permainan harga. Di sisi lain, pemerintah tetap mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi, terutama LPG dan sejumlah jenis BBM. Bahlil juga menegaskan pengurangan ekspor gas ke negara tetangga masih dalam batas kontrak dan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan domestik serta pemeliharaan.

gas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi ekspor gas Bahlil Lahadalia BLU

Infografis

Terkini