Kemenkes Kerahkan 2.106 Nakes dan Salurkan 3 Juta Masker untuk Tangani Dampak Karhutla

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:08 WIB
Kemenkes Kerahkan 2.106 Nakes dan Salurkan 3 Juta Masker untuk Tangani Dampak Karhutla
Kemenkes Kerahkan 2.106 Nakes dan Salurkan 3 Juta Masker untuk Tangani Dampak Karhutla [Ilustrasi Pexels]

astakom.com, Jakarta – Penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga upaya melindungi masyarakat dari gangguan kesehatan akibat asap. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat respons di wilayah terdampak dengan mengerahkan ribuan tenaga kesehatan serta mendistribusikan perlengkapan medis.

Melansir dari keterangan resmi Kementerian Kesehatan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI pada Kamis (15/10/2026), karhutla telah berdampak pada tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota. Hingga Senin, (12/10/2026), tercatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif, termasuk 62.400 kasus pada kelompok usia 0–5 tahun.

Pemerintah merespons situasi tersebut dengan memobilisasi 2.106 tenaga kesehatan, memperkuat pelayanan medis dan sistem rujukan, serta menyalurkan sekitar tiga juta masker beserta sejumlah perlengkapan medis lainnya.

Ratusan ribu kasus ISPA tercatat

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menyampaikan data kasus ISPA yang tercatat hingga pertengahan Oktober 2026.

"Berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026, tercatat 277.075 kasus ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) secara kumulatif, dengan 62.400 kasus di antaranya pada rentang usia 0-5 tahun," ucap Widyawati.

Selain tingginya kasus ISPA, kualitas udara di sejumlah daerah juga menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan 37 stasiun indeks standar pencemar udara (ISPU), sebanyak 13 daerah berada dalam kategori berbahaya, 11 daerah masuk kategori sangat tidak sehat, dan 13 daerah lainnya tergolong tidak sehat.

Kondisi tersebut menjadi alasan masyarakat perlu lebih waspada terhadap paparan asap, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Anak-anak dan kelompok rentan lainnya perlu mendapat perhatian khusus karena paparan polusi dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Kemenkes kerahkan ribuan tenaga kesehatan

Untuk mendukung penanganan di daerah terdampak, pemerintah mengerahkan 2.106 tenaga kesehatan. Upaya ini disertai penguatan layanan kesehatan, sistem rujukan, dan pemantauan penyakit agar kebutuhan medis masyarakat dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan.

Widyawati menjelaskan langkah yang dilakukan pemerintah untuk memperkuat respons kesehatan tersebut.

"Merespons situasi ini, pemerintah telah memobilisasi 2.106 tenaga kesehatan dan memperkuat layanan kesehatan, sistem rujukan, serta pemantauan penyakit di wilayah terdampak," jelas Widyawati.

Pengerahan tenaga kesehatan menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah menjaga layanan medis tetap tersedia di tengah dampak karhutla. Penguatan sistem rujukan juga diperlukan untuk mendukung penanganan pasien yang membutuhkan layanan lanjutan.

Tiga juta masker dan perlengkapan medis disalurkan

Selain memperkuat tenaga medis, pemerintah menyalurkan bantuan logistik untuk menunjang pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Bantuan tersebut meliputi sekitar tiga juta masker, oksigen konsentrator, obat-obatan, dan alat pelindung diri (APD).

Ketersediaan perlengkapan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama karhutla berlangsung.

Di sisi lain, masyarakat dapat mengurangi risiko paparan asap dengan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang sesuai dan pantau informasi kualitas udara dari otoritas terkait.

Masyarakat juga perlu memperhatikan gejala gangguan pernapasan. Jika mengalami sesak napas atau keluhan yang memburuk, segera cari pertolongan medis. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap dan penurunan kualitas udara. Hingga 12 Oktober 2026, tercatat 277.075 kasus ISPA secara kumulatif, termasuk 62.400 kasus pada anak usia 0–5 tahun. Kemenkes telah mengerahkan 2.106 tenaga kesehatan dan menyalurkan sekitar tiga juta masker serta perlengkapan medis lainnya. Masyarakat tetap perlu membatasi paparan asap, memantau kualitas udara, dan memberi perhatian lebih kepada kelompok rentan.

Kemenkes Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) Karhutla ISPA Dampak Karhutla

Infografis

Terkini